Ato Basahona Share

follow us

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) di Perekonomian Yang wajib Kita Tau

Hal Fundamental dari materi Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) di Perekonomian, bila setiap warga negeri wajib mempunyai kepahaman seputar pembahasan ekonomi, hal ini erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi di rumahtangga, masyarakat dan negara itu sendiri, maka belajar ekonomi memang wajib di galakkan sejak dini, sejak masih mengenal bangku pendidikan. Misalnya, karir paling populer yang Bisa dikejar kebanyakan dengan gelar ekonomi. Penelitian yang berbeda cenderung menemukan nilai gaji lulusan ekonomi cukup dibayar dengan bagus. Ini mengajarkan kita bagaimana Tips membuat pilihan, yang sangat penting dalam bisnis.

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) di Perekonomian

Dalam dunia yang semakin modern, sektor pariwisata kian menjadi andalan untuk banyak negara untuk menopang laju perekonomian. Makin tingginya kebutuhan manusia untuk berlibur dan menikmati hiburan membuat negara-negara menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas sumber pendapatan nasional. Salah satu pengembangan sektor pariwisata yaitu pembangunan wahana wisata. di kesempatan kali ini kita akan mempelajari sejauh mana kontribusi wahana wisata dalam perekonomian suatu negara.

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) di Perekonomian
Sebagai informasi awal, beberapa studi memakai istilah theme park dan/atau amusement park dalam ulasannya. Oleh Sebab itu, kita akan terlebih dahulu memahami pengertian dua istilah tersebut.

Menurut Merriam-Webster Online Dictionary, amusement park dimaknai sebagai ‘a commercially operated park having various devices for entertainment (as a merry-go-round in addition to roller coaster) in addition to usually booths for the sale of food in addition to drink.’ Sementara theme park dideskripsikan sebagai ‘an amusement park in which the structures in addition to settings are based on a central theme.

Dari pengertian diatas Bisa disimpulkan bahwa theme park mempunyai pengertian lebih detil daripada amusement park. Disatu sisi, amusement park menjadi sarana hiburan yang juga pusat penjualan makanan dan minuman, sementara theme park merupakan tempat yang didedikasikan sebagai tempat wisata dengan tema-tema tertentu.

Dalam salah satu penelitiannya, Raluca dan Gina mengungkapkan definisi dan kriteria theme park. Menurut studi tersebut, theme park Bisa dilihat dari dimensi terbatas ataupun dimensi yang luas. Dalam dimensi yang luas, theme park digambarkan sebagai situs atau tempat dalam suatu area tertentu yang mempunyai faktor-faktor yang mampu mendorong orang-orang untuk berkunjung demi mendapatkan kesenangan.

Beberapa jenis theme park dalam dimensi ini antara lain:
  • Area yang merupakan lingkungan alami, seperti pantai, pegunungan, hutan, dan telaga.
  • Bangunan yang diciptakan manusia sebagai situs sejarah, seperti kuil, candi, dan sebagainya.
  • Bangunan yang dibuat manusia dalam rangka mempelajari sejarah dan untuk keperluan pendidikan, penelitian, serta pengetahuan, seperti museum dan perpustakaan.
  • Bangunan yang dirancang manusia sebagai sarana hiburan, seperti pasar malam, taman wisata, taman bermain, taman hiburan, dan sejenisnya.

Sedangkan dalam pengertian terbatas, makna theme park lebih mengacu di kategori terakhir diatas, yakni untuk keperluan hiburan (Raluca, Dridea C., in addition to Strutzen Gina, Theme Park – The Main Concept of Tourism Industry Development, 2008).

Salah satu contoh theme park terbesar di dunia yaitu Walt Disney World, yang mempunyai unsur-unsur tematis seperti Disney Land dan Disney Sea. Sementara contoh lain dari theme park yaitu Universal Studio, yang juga mempunyai tema-tema tertentu.

Mengingat beragamnya definisi theme park, serta untuk memudahkan dalam pemahaman, maka tulisan ini akan memakai istilah wahana wisata sebagai padan Perkataan theme park.

Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan Smith menunjukkan bahwa di berbagai wilayah dunia, sektor pariwisata dan perjalanan (travel in addition to tourism sector) menjadi industri terbesar di dunia dalam hal besarnya tenaga kerja yang diberdayakan, serta hampir selalu berada diperingkat tiga besar industri di negara-negara yang menjadi objek penelitian.

Pernyataan tersebut didukung data yang mengungkapkan bahwa:
  • Sektor pariwisata dan perjalanan mempekerjakan lebih dari 101 juta orang di seluruh penjuru dunia, atau setara dengan satu pekerja dari setiap total 16 pekerja yang ada.
  • Selain dari sisi tenaga kerja, sektor pariwisata dan perjalanan menghasilkan investasi yang lebih besr daripada industri-industri berat seperti otomotif, tekstil, dan elektronik dihampir setiap negara di dunia.
  • Pengunjung/wisatawan dari negara-negara maju menghabiskan dana setara dengan anggaran kesehatan untuk keperluan pariwisata dan perjalanan.
  • Sektor bisnis menghabiskan dana untuk pariwisata yang besarnya setara dengan anggaran untuk iklan.
(Smith, Alan D., Tourism – The Underestimated World’s Industry, 1998).

Adapun sisi positif dari kehadiran theme park yaitu kemampuan dalam mengundang wisatawan untuk berkunjung, sehingga menjadikannya sebagai sumber pendapatan. Bukan itu aja, terdapat industri sampingan yang Bisa berkembang dari kehadiran wahana wisata, termasuk industri perhotelan, warung makan dan restoran, toko souvenir dan cinderamata, dan lain-lain. Berikut ini beberapa contoh kontribusi wahana wisata di perekonomian.

Sektor pariwisata di Eropa merupakan salah satu ujung tombak penerimaan negara-negara Uni Eropa, dengan wahana wisata sebagai pendorong utama di sektor ini. di 2013 aja, pendapatan dari sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 1,150 milliar, atau 14% dari total Gross Domestic Product (GDP) negara-negara anggota Uni Eropa (the entire world Travel in addition to Tourism Council).

Sektor ini mempekerjakan tak kurang dari 22.2 juta orang, setara dengan 14.6% total tenaga kerja di negara-negara anggota Uni Eropa, dengan nilai investasi total sebesar US$ 245 milliar, yang membuat Eropa menjadi pasar pariwisata terbesar di dunia.

Disebutkan juga bahwa Perancis menjadi negara paling populer untuk tujuan wisata di Eropa, dengan pengunjung mencapai angka 66.8 juta orang di 1997 dan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Sementara wahana wisata terbesar di dunia terdapat di Amerika Serikat. Total penghasilan dari seluruh wahana wisata di negara tersebut mencapai lebih dari US$ 4 milliar, berdasarkan kunjungan wisatawan dalam satu tahun kalender yang mencapi 130 juta pengunjung.

Selain hal positif diatas, terdapat masalah-masalah yang timbul karena adanya wahana wisata, antara lain berupa ketersediaan tempat parkir, polusi dan kemacetan, serta kepadatan populasi di kawasan sekitar area wisata.

Untuk menjawab masalah tersebut, beberapa faktor yang wajib diperhatikan yaitu:
  • Kemudahan sarana transportasi menuju wahana wisata.
  • Sarana pendukung seperti hotel atau tempat penginapan, serta rumah makan.
  • Infrastruktur jalan yang layak.
  • Pembangunan sarana didalam area wisata, seperti sarana hiburan yang bervariasi, sarana kebersihan, sarana kesehatan, serta keamanan dan kenyamanan.

wajib dicatat bahwa theme park atau wahana wisata merupakan investasi berbiaya tinggi, mulai dari pemilihan lokasi Tanah dan luas wilayah yang dibutuhkan, keragaman hiburan atau permainan yang disajikan, serta faktor keamanan dan keselamatan pengunjung yang wajib diprioritaskan.

Meski demikian, mengingat strategisnya theme park atau wahana wisata sebagai salah satu sumber keuangan dan penggerak roda perekonomian, maka sudah selayaknya setiap unsur pengembangan theme park, bagus sebagai media hiburan, pendidikan, ataupun wisata, mendapatkan perhatian serius dalam rangka pengembangan perekonomian nasional.

You Might Also Like: