HUKUM ALAM DAN HUKUM POSITIF Yang Wajib Kita Ketahui

HUKUM ALAM DAN HUKUM POSITIF - Semua warga negara dari yang termuda hingga yang tertua mempunyai konteks hukum yang kompleks yang mencakup seputar hak, tanggung jawab, transaksi, standar, proses, prosedur, implikasi yang sangat sering sangat belum tentu sempurna dipahami, dan diserahkan kepada para ahli. di tingkat yang sangat Fundamental, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Tujuan undang-undang ini yaitu untuk menyamakan standar perilaku tertentu untuk masyarakat kita demi kepentingan umum. Tanpa Anggaran seperti itu, masyarakat Bisa jadi akan turun ke dalam pola hidup tak karuan.

HUKUM ALAM DAN HUKUM POSITIF


Persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan hukum yang sebelumnya telah dibahas mengenai pasang-pasangan hukum antara Ius Constitutum dan Ius Contituendum. Selanjutnya kita bahas mengenai perbedaan dan persamaan dalam hukum , mengenai Hukum Alam dan Hukum Positif, yaitu sebagai berikut :

a. Hukum Alam
Hukum alam yaitu ekspresi dari kegiatan manusia yang mencari keadilan sejati yang mutlak. Selama sekitar 2500 tahun upaya ini berjuang mencari hukum yang ideal yang lebih tinggi dari segala hukum positif (akan dijelaskan).

Upaya mencari hukum yang ideal ini berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Ajaran-ajaran hukum alam telah banyak dipergunakan oleh pelbagai bagian masyarakat dan generasi, untuk mengungkapkan aspirasi-aspirasinya. Dalam sejarah tercermin bahwa ajaran hukum alam Bisa dipergunakan sebagai senjata untuk perkembangan politik dan hukum.

b. Hukum Positif
Hukum positif atau stellingrecht, merupakan suatu kaidah yang berlaku, sebenarnya merumuskan suatu hubungan yang pantas antara hukum dengan karena hukum yang merupakan abstraksi dari keputisan-keputusan. Keputusan yang konkrit sebagai fakta sosial yang mengatur hubungan-hubungan, senantiasa terjadi dalam suatu tertib pergaulan hidup. Suatu Citra mengenai hukum posituf tertentu, selalu merupakan lukisan mengenai tertib hukum tertentu, yang berarti suatu tertib hukum yang terkait tempat dan waktu tertentu pula. Hal ini Sebab ia merupakan suatu abstraksi dari kehidupan. Artinya hal itu merupakan suatu pengetahuan mengenai Hakikat tertenti, yang terjadi di suatu tempat dan masa tertenti. Maka menurut Logemann hukum positif yaitu Hakikat hukum yang dikenal. Hal ini sebagai lawan dari hukum keagamaan atau hukum alam, yang merupakan kaidah yang dengan cara kritis berhadapan dengan Hakikat (Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto, 1980).

Selanjutnya oleh Purnadi Soerjono disimpulkan bahwa pembedaan antara hukum alam dengan hukum positif terutama terletak di ruang-lingkup dari hukum. di ajaran-ajaran hukum alam terdapat prinsip-prinsip yang diberlakukan dengan cara universal. Artinya ingin diberlakukan di manapun dan di apapun juga. Sedangkan orientasi hukum positif yaitu di tempat dan waktu tertentu. Seterusnya apabila dihubungkan ajaran hukum alam dan orientasi hukum positif, maka terungkap tiga wawasan :

  1. Hukum alam sebagai sarana koreksi untuk hukum positif.
  2. Hukum alam menjadi inti hukum positif seperti hukum internasional.
  3. Hukum alam sebagai pembenaran hal asasi manusia.
Marilah dipelajari pula beberapa Sudut Pandang mengenai pembedaan hukum positif dan hukum alam dari ahli-ahli hukum terkemuka dunia.

Dalam karya Hugo de Groot (1583-1645) mengatakan bahwa segala hukum bersifat asli, atau bersifat diberikan atau ditetapkan. Dengan kalimat ini dihadapkan dua jenis hukum yakni hukum alam dan hukum positif.


_____________________________________
Dr. Soedjono Dirdjosisworo, S.H.
PENGANTAR ILMU HUKUM

0 Response to "HUKUM ALAM DAN HUKUM POSITIF Yang Wajib Kita Ketahui"

Post a Comment