Digital Economy: saat perekonomian dan perdagangan berada dalam jentikan jari Yang wajib Kita Tau

Tags

Hal Fundamental dari materi Digital Economy: saat perekonomian dan perdagangan berada dalam jentikan jari, bahwa setiap warga negara wajib mempunyai kepahaman seputar pembahasan ekonomi, hal ini erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi di rumahtangga, masyarakat dan negara itu sendiri, maka belajar ekonomi memang wajib di galakkan sejak dini, sejak masih mengenal bangku pendidikan. Misalnya, karir paling populer yang Bisa dikejar kebanyakan dengan gelar ekonomi. Penelitian yang berbeda cenderung menemukan nilai gaji lulusan ekonomi cukup dibayar dengan bagus. Ini mengajarkan kita bagaimana Tips membuat pilihan, yang sangat penting dalam bisnis.

Digital Economy: saat perekonomian dan perdagangan berada dalam jentikan jari

Tidak Bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi menawarkan alternatif-alternatif baru dalam type interaksi, bagus antar individu ataupun masyarakat, termasuk dalam hubungannya dengan aktivitas perekonomian dan perdagangan. Setelah di kesempatan sebelumnya kita membahas mengenai cashless society, kini kita akan mengulas mengenai materi yang berhubungan erat dengan cashless society, yakni digital economy.

Digital Economy: saat perekonomian dan perdagangan berada dalam jentikan jari

Meskipun belum ada kesepakatan tunggal mengenai pengertian ekonomi digital (digital economy), namun demikian terdapat berbagai pernyataan yang Bisa menggambarkan konsep digital economy, diantaranya sebagai berikut:
  • Informasi digital (digital information) menjadi sumber utama dalam perencanaan strategis, sementara ketersediaan jaringan (network) memainkan peran penting dalam tata kelola aktivitas ekonomi dan sosial. Selain itu teknologi digital berfungsi untuk menyediakan data dan metode yang dibutuhkan dalam melonjakkan nilai (value) produk, jasa, ataupun pola interaksi antar berbagai pihak.
  • Dalam era digital economy, informasi bukan lagi sekadar media untuk bertransaksi dan berkomunikasi, melainkan menjadi sumber utama yang mendatangkan profit dalam perekonomian.
  • Digital economy mendorong peningkatan positif dan berkelanjutan untuk aktivitas-aktivitas ekonomi lain yang sudah ada sebelumnya.
  • Digital economy mendorong perubahan di pola pikir individu dan organisasi dalam pengambilan keputusan ekonomi, terutama sebagai karena dari perkembangan internet dan teknologi perangkat telepon selular (mobile communication).
  • Digital economy mampu menyediakan akses untuk pengadaan dan persediaan barang dan jasa yang mendukung operasional usaha (bisnis) di sektor industri dan perdagangan.

Digital economy juga Bisa dimaknai sebagai aktivitas ekonomi dan bisnis yang berbasis di teknologi digital; dengan Perkataan lain, digital economy merupakan Aplikasi kegiatan ekonomi dan bisnis melalui pasar yang berbasis internet dan web (world wide web/www). Adapun kegiatan tersebut meliputi berbagai area yang luas, termasuk diantaranya bisnis hiburan (film dan musik), layanan kesehatan dan pendidikan, serta jasa finansial dan perbankan. Keberadaan digital economy dipercaya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan melonjakkan daya saing produk dan jasa, bagus di level mikro ataupun makro.

Terdapat setidaknya empat hal penting yang terkait dengan aktivitas digital economy, yakni letak geografis yang tidak lagi relevan, adanya platform tertentu yang menjadi kunci utama kegiatan ekonomi dan bisnis, pentingnya jaringan kerja, serta penggunaan data digital yang besar. Adapun pilar-pilar yang menjadi dasar digital economy yaitu infrastruktur teknologi (hardware, software, dan jaringan internet), e-business (proses dimana organisasi menjalankan aktivitas berbasis jaringan komputer), serta e-commerce (transaksi perdagangan dengan cara online).

Berikut beberapa catatan mengenai perkembangan digital economy dan pengaruhnya di perekonomian:
  • di 2015, digital economy mencatatkan jumlah transaksi sebesar US$ 24 triliun dari aktivitas e-commerce. Sementara dengan cara keseluruhan, aktivitas digital economy berada dikisaran 30% dari total transaksi global.
  • Industri permainan online (online games) menjadi bagian integral dari digital economy yang pertumbuhannya tergolong sangat pesat. Disebutkan bahwa industri permainan (gaming industry) merupakan pasar terbesar ke-6 dunia dan ditaksir bernilai lebih dari £ 80 miliar (sekitar US$ 96.8 miliar, dengan kurs £ 1 setara US$ 1.21) di 2017.

Sementara kelompok kerjasama G20 (the Group of Twenty) menyatakan bahwa perkembangan digital economy merupakan suatu kesempatan sekaligus tantangan untuk kerjasama dibidang perekonomian dan perdagangan antar negara.

Dalam hal ini G20 memandang digital economy sebagai aktivitas ekonomi yang didalamnya terdapat pemanfaatan informasi dan pengetahuan yang bersifat digital sebagai faktor penting dalam produksi, pemanfaatan jaringan informasi sebagai pusat kegiatan, serta penggunaan teknologi komunikasi dan informasi (information along with communication technology/ICT) sebagai media inter-konektivitas. Disamping itu, digital economy diyakini mampu mendorong pembangunan ekonomi global, melonjakkan produktivitas industri yang sudah ada, sekaligus membuka pasar industri baru dalam rangka mencapai pertumbuhan jangka panjang.

Lebih jauh, melalui G20 Digital Economy Task Force (DETF), kelompok kerjasama G20 mengedepankan prinsip-prinsip utama dalam rangka pembangunan dan kerjasama dalam digital economy, diantaranya melalui inovasi; kerjasama atau partnership terutama dalam sharing pengetahuan, informasi, dan pengalaman masing-masing negara anggota; sinergi berbagai sektor ekonomi dan sosial; fleksibilitas; inklusivitas atau keterbukaan; serta rasa saling percaya (G20 Digital Economy Development along with Cooperation Initiative, China, 2016).

Selanjutnya untuk mendukung Aplikasi digital economy, beberapa faktor dibawah ini wajib mendapatkan prioritas utama, yakni:
  • Memperkuat investasi di teknologi informasi dan komunikasi (information along with communication technology/ICT) sebagai media sekaligus jembatan penghubung untuk setiap aktivitas perekonomian dan perdagangan.
  • Mendukung kewirausahaan (entrepreneurship) serta inovasi dalam riset dan pengembangan di setiap aktivitas perekonomian, serta pengembangan teknologi untuk mengintegrasikan aktivitas-aktivitas tersebut, misalnya pemasaran (marketing), pelayanan pelanggan (customer service), perlindungan lingkungan serta kesehatan, dan sebagainya.
  • Mendukung perusahaan-perusahaan berbasis e-commerce, bagus dalam hal dokumentasi transaksi dengan cara elektronik, pengenalan sidik jari digital, serta electronic payment dan online payment. Hal ini sekaligus sebagai sarana untuk memperkuat perlindungan terhadap hak-hak konsumen.
  • Mengembangkan keterbukaan digital, antara lain dengan membuka akses seluas-luasnya untuk setiap individu yang ingin memanfaatkan digital economy untuk melonjakkan produktivitas dan daya saingnya, bagus melalui pendidikan, pelatihan khusus, ataupun metode pembelajaran lainnya.
  • Mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)/modest Medium Enterprises (SMEs) dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk melonjakkan kinerja’nya dalam perekonomian, antara lain dengan penyediaan teknologi yang mudah diakses dengan biaya yang terjangkau.

Sebagai catatan akhir, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan konsep digital economy mendorong setiap pelaku ekonomi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, sehingga bukan aja mampu melonjakkan daya saing dan produktivitas, namun juga Bisa mewujudkan kerjasama perekonomian dan perdagangan yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.


EmoticonEmoticon