Ato Basahona Share

follow us

Dampak Event Olahraga di Perekonomian Yang wajib Kita Ketahui

inti Fundamental seputar materi Dampak Event Olahraga di Perekonomian, bahwa setiap masyarakat negeri wajib mempunyai kemampuan pemahaman seputar pembahasan ekonomi, hal ini erat kaitannya dengan kemajuan ekonomi di rumahtangga, masyarakat dan negara itu sendiri, maka belajar ekonomi memang wajib di galakkan sejak dini, sejak masih mengenal bangku pendidikan. wajib dicatat bahwa gaji lulusan ekonomi termasuk yang tertinggi dari disiplin apapun. Ekonomi mengajarkan bagaimana membuat keputusan yang tepat. Ini mengajarkan kita bagaimana Tutorial membuat pilihan, yang sangat penting dalam bisnis.

Dampak Event Olahraga di Perekonomian

Olahraga merupakan hasil kreativitas, seni, dan budaya manusia. Apabila dimasa lampau olahraga semata-mata dinilai dari prestasi yang diraih oleh para pemenang, maka di beberapa dasawarsa terakhir, olahraga tidak lagi sekadar saling berebut mahkota kemenangan, namun juga membagikan dampak besar di perekonomian. Tulisan ini merangkum dampak ekonomi dari pentas olahraga bertaraf internasional berdasarkan penelitian empiris yang pernah dilakukan.

Dampak Event Olahraga di Perekonomian
Dalam dunia modern sekarang ini, olahraga bukan hanya menjadi hobby atau instrumen untuk dipertandingkan, ia mempunyai dimensi yang lebih luas, termasuk hiburan, gengsi, kebanggaan individu-masyarakat-negara, serta sarana meraup keuntungan finansial.

Oleh karenanya tidak mengherankan bila event olahraga bertaraf internasional, seperti turnamen sepak bola Piala Dunia (FIFA World Cup), Piala Eropa (UEFA European Championship), serta lomba balap Formula One (F1 World Championship), bukan hanya menjadi pusat perhatian para penggemar, namun juga pemerintah kota/negara yang menjadi tempat penyelenggaraan (host), mengingat potensi keuntungan yang Bisa diraih dari berbagai faktor, mulai dari hak siaran televisi, sponsorship, penjualan tiket dan merchandise, penginapan/hotel, makanan-minuman, hingga transportasi.

dengan cara umum terdapat dua horizon waktu terkait dengan dampak penyelenggaraan pentas olahraga di perekonomian, yakni jangka pendek (saat kontes olahraga berlangsung), dan jangka panjang (setelah pergelaran olahraga selesai). dengan cara detil, dampak-dampak tersebut Bisa digambarkan dibawah ini.

Yang termasuk dampak jangka pendek diantaranya:
  • penjualan barang konsumsi (makanan dan minuman).
  • hunian penginapan/hotel.
  • transportasi massa, terkait dengan ongkos transportasi yang dibayar oleh penonton.
  • biaya tiket masuk setiap pertandingan.
  • spot-spot wisata yang ada disekitar kawasan/kota tempat diselenggarakannya turnamen.
  • penjualan merchandise, bagus yang terkait langsung dengan event olahraga ataupun yang berhubungan dengan ciri khas area/kota setempat.
  • lapangan kerja baru, meskipun bersifat sementara (temporary).
Sementara dalam jangka panjang, pengaruh penyelenggaraan olahraga antara lain berupa:
  • menjadi lebih dikenalnya area/kota tempat diselenggarakannya event olahraga, sehingga berpotensi menjadi destinasi wisata.
  • membuka peluang untuk menjadi tuan rumah event-event berskala internasional lainnya.
  • tumbuhnya minat di generasi muda setempat terhadap cabang olahraga yang dipertandingkan, sehingga berpotensi memunculkan bibit-bibit olahragawan baru. Ini akan menjadi investasi bagus untuk kota/negara tersebut.

Lebih lanjut, terdapat beberapa penelitian yang dilakukan untuk menemukan dampak atau perubahan ekonomi atas diselenggarakannya event olahraga di suatu kawasan/negara.

Olimpiade Barcelona 1992 (the Barcelona 1992 Olympic Games).

Salah satu penelitian mengemukakan beberapa temuan terkait Aplikasi pentas olahraga internasional Olimpiade Barcelona 1992 (the Barcelona 1992 Olympic Games) dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Penelitian mengungkapkan bahwa pentas olimpiade mampu membawa dampak positif berupa peningkatan investasi, khususnya di sektor infrastruktur perkotaan. Bahkan, dampak tersebut tidak hanya terjadi di kota Barcelona, namun juga kota-kota lain di Spanyol. Ini menandakan bahwa pembangunan kawasan perkotaan (urban development) berkembang pesat setelah digelarnya olimpiade.

Berikutnya, seiring dengan perkembangan wilayah perkotaan, maka meningkat pula kunjungan pariwisata ke Spanyol. Hal ini tidak terlepas dari peran media massa yang ikut mempromosikan spot-spot pariwisata di Spanyol selama perhelatan olahraga berlangsung.

Disamping itu, pergelaran olahraga tersebut mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang signifikan untuk masyarakat lokal, meskipun sifatnya paruh waktu (part-time) (Brunet, F, The Economic Impact of the Barcelona Olympic Games, 1986-2004: Barcelona: the legacy of the Games, 1992-2002, 2005).

Olimpiade Sydney 2000 (the Sydney 2000 Olympic Games).
Penelitian ini dilakukan oleh completely new South Wales (NSW) Treasury bekerjasama dengan the Centre for Regional Economic Analysis di 1997 yang meng-estimasi pengaruh penyelenggaraan Olimpiade Sydney 2000 (the Sydney 2000 Olympic Games).

Studi membagi tiga periode waktu, yakni sebelum diselenggarakannya event olimpiade, di saat berlangsungnya olimpiade, serta pasca olimpiade. Sebelum pentas olahraga berlangsung, terdapat pengeluaran anggaran negara untuk membangun infrastruktur utama (stadion, hotel untuk para peserta), serta infrastruktur pendukung (jasa penginapan, jasa pariwisata untuk pengunjung); di saat olimpiade terkait dengan ketersediaan konsumsi, penginapan, dan moda transportasi; serta pasca olimpiade, antara lain berupa kunjungan pariwisata.

Penelitian menyimpulkan bahwa perhelatan olahraga antar benua tersebut menghasilkan sumbangan positif terhadap Gross Domestic Product (GDP) dan pertumbuhan tingkat kunjungan wisatawan (NSW Treasury as well as the Centre for Regional Economic Analysis University of Tasmania, The Economic Impact of the Sidney Olympic Games, 1997).

Sepakbola Piala Dunia Korea/Jepang 2002 (the 2002 FIFA World Cup Korea/Japan).
Penelitian ini menitikberatkan di persepsi masyarakat lokal (Korea Selatan) atas digelarnya kontestasi sepakbola antar negara, the 2002 FIFA World Cup Korea/Japan.

Temuan studi mengungkapkan bahwa pemerintah Korea Selatan tidak mendapatkan keuntungan signifikan dari sisi ekonomi, mengingat tempat pertandingan di turnamen tersebut wajib dibagi dengan partner penyelenggara lain (Jepang), serta belum populernya sepakbola di Korea selatan di saat itu.

Namun demikian, Korea Selatan mendapatkan keuntungan lain berupa tersedianya infrastruktur olahraga yang berkualitas dan bertaraf internasional, serta semakin dikenalnya negara ini di penjuru dunia, sehingga diyakini membawa manfaat ekonomi jangka panjang (Kim, H.J., Gursoy, D, as well as Lee, S, The Impact of the 2002 World Cup on South Korea: Comparisons of pre- as well as post-games, Journal of Tourism Management, 2006).

Turnamen Rugby Internasional Australia 2003 (the 2003 Rugby World Cup).
Disisi lain, URS Finance as well as Economics menjalankan penelitian mengenai pengaruh turnamen rugby internasional (the 2003 Rugby World Cup) di perekonomian lokal dan nasional. Hasil studi menyatakan bahwa pemerintah setempat mendapatkan keuntungan kurang-lebih sebesar AUS$ 494 juta, serta tersedianya lebih dari 4,400 pekerjaan paruh-waktu selama event tersebut berlangsung. Sementara total sumbangan turnamen di Gross Domestic Product (GDP) mencapai AUS$ 289 juta (URS Finance as well as Economics, Economic Impact of the Rugby World Cup 2003 on the Australian Economy-Post Analysis, 2004).

Sepakbola Piala Dunia Afrika Selatan 2010 (the 2010 FIFA World Cup South Africa).
Studi ini meneliti dampak turnamen sepakbola internasional FIFA 2010 di Afrika Selatan (the 2010 FIFA World Cup South Africa) di perekonomian negara tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan turnamen sepakbola telah menyumbangkan angka signifikan untuk keuangan negara hingga R 10 milliar (R = Rand, mata uang Afrika Selatan), belum termasuk pasar tenaga kerja paruh-waktu yang menyediakan lebih dari 50,000 lapangan kerja, serta meningkatnya investasi internasional (foreign direct investment) yang masuk ke Afrika Selatan (Bohlmann, H.R., as well as Van Heerden, J.H., The Impact of Hosting a Major Sport Event on the South African Economy, Working Paper, Nopember, 2005).

Epilog, penelitian-penelitian diatas menunjukkan bahwa event olahraga tidak lagi sekadar unjuk prestasi dan perayaan kemenangan sang juara, melainkan juga membawa keuntungan ekonomi untuk kota/negara yang menyelenggarakan.

You Might Also Like: