ARTI HUKUM Yang wajib Kita Ketahui

Tags

ARTI HUKUM - Setiap warga negara dari yang termuda hingga yang tertua mempunyai konteks hukum yang komplit yang mencakup seputar hak, tanggung jawab, transaksi, standar, proses, prosedur, implikasi yang begitu juga sangat tidak sempurna dipahami, dan diserahkan kepada para ahli. di tingkat yang begitu Fundamental, hukum yang mengikat membentuk peraturan masyarakat. Asa peraturan ini merupakan untuk menyamakan standar perilaku tertentu untuk masyarakat kita demi kepentingan umum. Tanpa Anggaran seperti itu, masyarakat kita akan terjerumus ke dalam anarki.

ARTI HUKUM


bila ada pertanyaan mengenai apa itu hukum, biasanya orang akan menjawab pertanyaan tersebut dengan membagikan definisi-definisi yang sangat beragam dan sering kita jumpai. Definisi memang dibutuhkan apalagi bila definisi itu hasil dari fikiran dan penyelidikan sendiri untuk membagikan pengertian di orang yang baru aja mulai mengenai apa yang dipelajarinya. Namun untuk mendefinisikan hukum yang mempunyai banyak segi dan demikian luasnya, sehingga tidak mungkin orang menyatukannya dalam satu rumus untuk Bisa membagikan pengertian yang pasti mengenai hukum.Terkadang setiap definisi hukum Bisa membagikan kesan yang kurang tepat dan tidak Bisa mengutarakan keadaan yang sebenarnya dengan jelas kepada mereka yang baru belajar, sehingga mereka mendapatkan pegertian yang salah paham mengenai hukum, Sebab tidak mungkin membagikan definisi mengenai hukum dengan satu rumus aja yang menurutnya sudah Bisa memadai Fenomena yang pasti. Keadaan yang sebenarnya yaitu banyak sisinya,  dan berganti-ganti, sedangkan untuk definisi sendiri yaitu menyatukan segalanya dalam satu rumus dengan mengabaikan hal yang berupa-rupa dan yang banyak bentuknya.

Siapa yang ingin mengetahui gunung maka wajib melihatnya, begitu juga siapa yang ingin mengetahui hukum maka wajib belajar mengenal hukum dengan Tips melihatnya, pertanyaannya merupakan apakah kita Bisa melihat hukum seperti kita melihat gunung, memang benar hukum itu Bisa dilihat dari undang-undang dan hukum merupakan suatu deratan dari pasal-pasal dengan ribuan jumlahnya yang di umumnya mengatur hal-hal mengenai hukum, apakah dengan cukup melihat undang-undang kita sudah Bisa mengetahui hukum, bila benar demikian berarti orang yang membuat undang-undang merupakan orang yang telah banyak mengetahui mengenai hukum atau apa yang disebut hukum, tapi buktinya terdapat isi undang-undang yang tak berkesudahan ragamnya.
  • Hukum dan Masyarakat
Hukum selalu ada dalam kehidupan manusia. Sebelum manusia itu dilahirkan hingga sesudah ia meninggal, hukum akan selalu mencampuri setiap urusan manusia. Hukum selalu melindungi benih didalam kandungan ibu hingga di saat seorang ibu yang melahirkan anaknya, maka hukum membagikan hak-hak terhadap ibu dan bapak untuk menjalankan kewajibannya terhadap anak-anaknya. Dengan demikian berarti hukum telah menguasai disetiap kehidupan manusia.

Manusia hidup sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan atau yang sering kita kenal "Zoon Politicon" dari ahli filosofi yunani Aristoteles. Pergaulan hidup manusia terjadi dari hubungan yang jumlahnya tak terhingga antara manusia dan manusia. Walaupun hukum itu tidak Bisa kita lihat, namun hukum itu sendiri sangat penting untuk kehidupan masyarakat untuk mengatur perhubungan antara masyarakat dengan masyarakat yang lainnya. Perhubungan tersebut bermacam-macam bentuknya seperti hubungan yang langsung dari asal-usul, pertalian darah, perkawinan, tempat tinggal, kebangsaan, perdagangan dan pemberian jasa yang beraneka ragam (sewa menyewa, pinjaman uang, asuransi dsb). Semua hubungan tersebut yang beraneka ragam itu dinamakan hubungan masyarakat yang telah diatur oleh hukum yaitu hubungan hukum (rechts betrekkingen). Sebab hukum itu luas, sehingga hukum itu tidak Bisa diadakan suatu definisi singkat yang meliputi segala-galanya.


Hukum itu sendiri Bisa aja menjelma ke dalam pergaulan hidup seseorang dalam tindakan-tindakan manusia sebagai masyarakat yang teratur. Jadi hukum merupakan masyarakat itu juga yakni sebagai pergaulan hidup yang teratur. Beberapa arti hukum yang diberikan oleh masyarakat menurut Dr. Soerjono Soekanto, S.H., M.A., dan Purnadi Purbacaraka, S.H., arti yang diberikan masyarakat di hukum, yaitu sebagai berikut :

a. Hukum sebagai ilmu pengetahuan yaitu pengetahuan yang tersusun dengan cara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran.

b. Hukum sebagai ilmu disiplin yaitu suatu sistem ajaran mengenai Fenomena atau gejala-gejala yang dihadapi.

c. Hukum sebagai ilmu kaidah yaitu pedoman atau patokan sikap tindak atau perilaku yang pantas atau diharapkan.

d. Hukum sebagai ilmu tata hukum yaitu suatu proses kaidah-kaidah hukum yang berlaku di suatu waktu.

e. Hukum sebagai petugas yaitu pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan erat dengan penegakan hukum.

f. Hukum sebagai keputusan penguasa yaitu hasil proses diskresi yang menyangkut keputusan penguasa.

g. Hukum sebagai proses pemerintahan yaitu proses hubungan timbal balik antara unsur-unsur inti kenegaraan.

h. Hukum sebagai sikap tindak ajeg atau perilaku yang teratur yaitu perilaku yang diulang-ulang dengan Tips yang sama, yang bertujuan untuk mencapai kedamaian.

i. Hukum sebagai jalinan nilai-nilai masyarakat yaitu suatu larangan-larangan atau peraturan-peraturan dari masyarakat ataupun adat.

  • Hukum dan Bangsa
Dimana terdapat pergaulan hidup manusia, maka selalu ada hukum yang ikut hadir didalamnya, dengan demikian hukum selalu ada diseluruh dunia. bila dilihat, hukum Bisa disebut sebagai gejala universal yang sama halnya dengan bahasa. akan tetapi tidak ada yang namanya hukum dunia, hukum tidak dimana-mana sama, seperti bahasa juga tidak ada bahasa dunia Sebab diseluruh dunia terdapat pergaulan hidup manusia yang terbagi dalam sejumlah persekutuan-persekutuan bangsa dan dari setiap persekutuan tersebut mempunyai hukumnya sendiri.
Bahwa di perbandingan hukum tersebut sama sekali tidak terlihat persamaan, akan tetapi ada beberapa hal persamaan antara hukum dari berbagai bangsa, misalnya mengenai hukum di negara-negara yang mengatur segala pemerintahannya dengan menghubungkan kepercayaan atau agama yang sama. Hukum mempunyai dasar Sudut Pandang-Sudut Pandang yang berlaku dalam persekutuan bangsa mengenai apa yang diperbolehkan, apa yang tidak, apa yang bagus dan apa yang buruk. Dari setiap negara yang mempunyai Sudut Pandang tersebut yang ditentukan oleh agama yang dipercayainya, sehingga banyak terdapat persamaan antara hukum dari berbagai bangsa.



EmoticonEmoticon