Banyak Belajar Filsafat Tapi Tidak Bijaksana, Omong Kosong !

Banya belajar filsafat tapi tidak bijaksana ! hal ini yang kadang terlihat pada beberapa orang kenalan saya yang katanya banyak belajar tentang filsafat bahkan sering mendiskusikan beragam materi filsafat, mulai dari pengantar filsafat, filsafat logika, filsafat epistemologi sampai pada filsafat Theologi dan filsafat lainnya. Semua yang saya sebutkan di atas merupakan sebagian dari cabang filsafat.

Filsafat berhubungan erat dengan kebijaksanaan sebab makna dari kata filsafat itu sendiri yaitu Cinta Kebijaksaan. Maka orang-orang yang belajar filsafat pasti memiliki tujuan awal yaitu bijaksana. Namun kadang sering ditemui orang-orang yang gemar belajar filsafat tapi kurang bijaksana. Termasuk saya sendiri yang kadang sulit untuk menjadi bijaksana dalam hal-hal tertentu. Kata bijaksana dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia yaitu pandai dan hati-hati atau cermat dan teliti apabila menghadapi kesulitan dan sebagainya. Menurut saya bijaksana merupakan suatu tindakan yang baik dan teliti dalam menghadapi masalah apapun tanpa merugikan orang lain dan diri kita sendiri. Oleh sebab itu belajar filsafat juga bermanfaat untuk melatih kemampuan analisis kita terhadap segala sesuatu demi memperoleh pemahaman yang mendalam guna memperoleh solusi-solusi terbaik.


Pada kenyataannya, sebagian orang-orang yang belajar filsafat namun jauh dari kata bijaksana. Sangat nampak ketika terjadi sebuah masalah dan cara mereka untuk menghadapi masalah tersebut, bahkan yang lebih parah lagi membuat suatu masalah baru yang berdampak buruk terhadap banyak orang atau kelompok tertenu. Jika hal itu terjadi maka kita hanyalah seorang omong kosong yang mengaku belajar filsafat.
Manusia tidak sempurna bukan berarti kita jadikan hal itu sebagai alasan untuk tidak selalu berusaha mendekati kesempurnaan. Sehingga karakter manusia lebih didominasi hal-hal yang baik ketimbang hal buruk.
Berfilsafat bukan hanya sebatas teori belaka sebab berfilsafat adalah berpikir sedalam-dalamnya tentang kehidupan dan mampu melaksanakannya dalam bentuk nyata. Layakkah kita disebut pintar filsafat jika tindakan kita belum mencerminkan hal itu ? jawabannya yaitu tidak layak !
Filsafat juga dikatakann induk dari segala ilmu pengetahuan sehingga banyak orang dari berbagai kalangan dengan disiplin ilmu yang berbeda mempelajarinya, dengan tujuan dapat mengembangkan diri untuk lebih bijaksana.
Lihat juga :
Ilmu filsafat sangat marak dikalangan mahasiswa secara umum bukan hanya terpaku kepada para mahasiswa yang disipilin ilmunya filsafat. Pada saat ini filsafat semakin berkembang dan bahkan menjadi ilmu wajib pada perguruan tinggi dengan jurusan tertentu. Misalnya filsafat keperawatan, filsafat administrasi, filsafat pendidikan dan lain-lain. Anda mahasiswa ? anda banyak belajar filsafat ? maka jadilah mahasiswa yang bijaksana demi masa depan yang lebih baik. Jadila mahasiswa yang mampu membahagiakan diri sendiri, keluarga dan orang-orang disekitar anda.
Oleh karena itu jangan terlalu bangga dengan sebutan pintar filsafat, banyak belajar filsafat atau pemateri filsafat jika kita sendiri belum menjadi seseorang yang lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan pribadi dan sosial.
Belum mampu bijaksana ? maka mulailah bejalar dan membiasakan untuk menjadi bijaksana agar kita dapat memperoleh hikmah dari filsafat itu sendiri dan terhindar dari sebutan Omong Kosong !

0 Response to "Banyak Belajar Filsafat Tapi Tidak Bijaksana, Omong Kosong !"

Post a Comment