Filsafat Hukum : Aliran Idealisme

Gejala – gejala etika dan hukum harus dipahami dari suatu sudut yang sama (I. Kant 1724 – 1804). Untuk itu, merujuk dua filsuf barat, mungkin yang terbesar yakni Kant dan Hegel. Dimana, tak asing kita dengar bahwa Kant sendiri pada pandangan aliran pemikiran filsafat hukum, telah mencari aturan  – aturan atau asas a Priori yang tidak bertumpu pada pengalaman. Artinya, semua itu dapat menjadi pedoman yang mengikat pada perilaku kita.

Kent, berkenaan dengan itu, mengasumsi apa yang disebut dengan Faktum der Vernunft . Yaitu, fakta kesadaran akal budi manusia. Dimana menurut Kant bahwa, gejala “wajib” harus dipahami dalam diri kita sendiri. Sehingga ini yang disebut (pflicht). Dalam pemahaman tersebut, dikenallah sebutan “du sollst”. Yang maksudnya; anda harus. Aritinya yang mewajibkan kita bertindak atau tidak dengan suatu cara tertentu. Ini disebut Kant sebagai kaidah kesusilaan yang hanya mungkin dimengerti jika bertolak belakang dengan kebebasan manusia. Menurut Kant inti dari kebebasan ini adalah kemandirian manusiawi. Sehingga, disini Kant menyinggung perbedaan antara manusia dan hewan.


Diketahui, meski begitu idealis pandangan Kant, aliran filsafat hukum Kant ini, dikritik oleh Hegel. Kenapa menuai kritikan yang dilontarkan Hegel? Sebab, Kant menjurus aliran filsafat hukumnya dimana bebas secara etikal bertanggungjawab. Selain itu, menurut Kant juga bahwa sudahlah, cukup orang telah mematuhi hukum. Terlepas dari motifnya, apakah secara etikal bertanggungjawab atau tidak, semua itu ada pada yang bersangkutan. Sehingga letak apa yang disebut positivisme hukum, inilah legalitas.
Sedangkan kritikan Hegel ke Kant, menurut Hegel, ini pandangan terpenting sifat formal Kant saja. dimana, pandangan ini menjerumuskan ketika orang bertindak sesuai dengan kaidah yang berlaku kepada setiap orang, maka Ia telah bertindak secara etikal bertanggungjawab, menurut Kant yang di kritik seorang Hegel. Disini telah terlihat bahwa kritikan Hegel ke Kant mengarah kepada, apa yang menjadi pertanyan kepada aliran filsafat Idealisme Kant. pertanyaannya ;  dari kritik tolak mana orang berangkat? Usai bertanya kata Hegel, begitulah Kant. Intinya, filsafat Hegel adalah untuk menganalisis figur dan lembaga hukum, dalam mempelajari kebersamaan arti tentang kebebasan. Hanya saja, dari kedua pemikiran itu, beraduh konsep pemetahannya yang berbeda ( Oleh : Tri Saleh Mokodongan ).


EmoticonEmoticon