Pengamatan Hewan Langka Anoa

Anoa adalah satwa endemik pulau Sulawesi, Indonesia. Anoa juga menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi Tenggara. Satwa langka dan dilindungi ini terdiri atas dua spesies (jenis) yaitu: anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Kedua satwa ini tinggal dalam hutan yang jarang dijamah manusia. Kedua spesies anoa tersebut hanya dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.
Populasi anoa di Sulawesi pada tahun 2002 diperkirakan berjumlah 3000-5000 ekor dan cenderung mengalami penurunan. Selain itu, berdasarkan Appendix I Cities diketahui bahwa anoa merupakan salah satu satwa yang dilindungi sejak tahun 1931. Penyebab utama penurunan populasi anoa dikarenakan perburuan liar untuk konsumsi dagingnya serta adanya perubahan hutan yang menjadi habitat anoa. Sifat anoa yang agresif, soliter dan monogami juga diduga turut mempercepat laju penurunan populasi anoa. Masa reproduksi anoa yang lama yakni dua hingga tiga tahun dengan periode kehamilan yang lama sekitar 9 hingga 10 bulan, serta hanya melahirkan satu anak dalam setiap fase kehamilannya juga memicu berkurangnya populasi anoa.
Perilaku anoa yang ada di kandang cenderung diam dan kurang beraktifitas. Sampai saat ini ada beberapa penilitan yang dilakukan untuk menganalisis perbedaan perilaku anoa yang ada di alam liar dengan perilaku anoa yang ada di kandang. Dalam laporan perjalanan ini memberikan sedikit informasi tentang perilaku anoa yang ada di kandang.
Anoa terbagi dalam dua jenis yaitu Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), dan Anoa gunung (Bubalus quarlesi). Anoa adalah spesies kerbau kerdil, dan mereka adalah spesies lembu liar terkecil. Kedua jenis Anoa yang tersebut di atas saat ini berada dalam status terancam punah, karena berkurangnya lahan habitat mereka, dan juga karena perburuan manusia yang mengincar daging, tanduk, dan kulit mereka. Fakta yang menarik dari Anoa adalah, kenyataan bahwa sangat sedikit kebiasaan Anoa yang sudah diketahui. hal ini dikarenakan mereka adalah spesies terancam punah yang paling sedikit dipelajari.
Anoa memiliki tanda putih di kepala dan kaki mereka, dan sering terlihat ada warna putih berbentuk menyerupai bulan sabit di area tenggorokan mereka. Baik Anoa jantan ataupun Anoa betina keduanya memiliki tanduk yang panjangnya bisa mencapai 38 cm.
Anoa gunung sebenarnya juga memiliki penampilan yang hampir sama hanya saja Anoa gunung tetap berbulu tebal hingga dewasa, dan tanduk mereka cenderung lebih kecil. Warna bulu mereka juga sangat jarang terlihat ada bercak putih, baik di kaki, kepala, ataupun leher.
Distribusi Anoa
Anoa hanya bisa ditemukan di Pulau Sulawesi, Indonesia. Anoa dataran rendah bisa ditemukan di daerah hutan rawa, sedangkan anoa gunung banyak ditemukan di hutan-hutan yang lebih tinggi. Tidak seperti kebanyakan lembu, Anoa tidak hidup secara berkelompok. Mereka adalah binatang yang soliter atau hanya hidup dengan pasangan mereka saja. Mereka hanya akan bertemu dalam sebuah kelompok Anoa ketika Anoa betina melahirkan.
Perilaku Anoa
Anoa paling aktif di pagi dan sore hari ketika suhu udara masih belum terlalu panas. Ketika siang hari dan suhu udara sudah panas, mereka akan beristirahat di tempat yang teduh. Mereka juga senang berendam untuk menjaga tubuh mereka agar tetap dingin.
Anoa dataran rendah memiliki sekitar 76 cm diukur dari pundak, dan beratnya sekitar 300 kg. Ketika masih muda, mereka akan memiliki bulu yang tebal berwarna cokelat muda. Semakin dewasa, bulunya akan semakin tipis dan warnanya akan semakin gelap. Anoa termasuk binatang Herbivora. Makana utama mereka adalah rumput, tanaman pakis, tanaman muda, dan buah yang jatuh dari pohonnya. Mereka juga meminum air laut untuk memenuhi kebutuhan mineral di tubuh mereka.
Anoa adalah binatang yang pasif dan pemalu. Mereka hanya akan menyerang menggunakan tanduk mereka jika merasa terancam saja  Dan biasanya manusia adalah makhluk yang paling sering membuat mereka merasa terancam. Anoa siap kawin ketika sudah berumur 2 atau 3 tahun dan akan kawin dan melahirkan sekali dalam setahun. Mereka juga sepertinya tidak memiliki musim kawin. Anoa betina mengalami masa kehamilan selama 275 - 315 hari. Induk Anoa akan melahirkan satu ekor anakan, dan sangat jarang sekali melahirkan lebih dari satu.  Anoa muda akan disapih setelah berusia 6 hingga 9 bulan, dan biasanya rentang hidup Anoa adalah sekitar15 hingga 20 tahun di alam liar.

0 Response to "Pengamatan Hewan Langka Anoa"

Post a Comment