Ciri-Ciri, Struktur Tubuh dan Klasifikasi Annelida

Annelida berasal dari kata annulus yang berarti cincin, dinamakan demikian karena tubuhnya yang beruas dan memanjang.

Ciri-Ciri Annelida
1.    Bentuk gilig dan bersegmen.
2.    Tiap segmen mengandung alat pengeluaran, reproduksi, saraf.
3.    Tiap segmen yang sama disebut metameri.
4.    Sistem saraf tangga tali.
5.    Sistem sirkulasi terbuka (darah beredar melalui pembuluh darah yang tidak seluruhnya terhubung).
Struktur Tubub Annelida
Annelida termasuk hewan yang memiliki struktur tubuh triploblastik euselomata yang berarti telah mendapatkan selom sejati selanjutnya sistem peredaran darah termasuk dalam sistem sirkulasi terbuka, memiliki sistem saraf tangga tali. Tubuh hewan ini memiliki segmen dan setiap segmen tersebut memiliki sistem saraf, pencernaan, reproduksi dan sistem ekskresi.
Klasifikasi Annelida
A.    Polychaeta

Poly artinya banyak dan chaeta artinya rambut, jadi pada tubuh cacing ini banyak sekali dijumpai rambut. Kulitnya dilapisi oleh kutikula, memiliki sistem saraf tangga tali dengan pusat sarafnya adalah ganglion. Cacing ini sebagian besar hidup di laut. Contoh spesies cacing ini adalah Nereis virens, Eunice viridis (cacing wawo), dan Lysidice oele (cacing pablo). Cacing memiliki kandungan protein yang tinggi. Cacing ini banyak dijumpai di wilayah perairan kepulauan Maluku serta Fiji negara Jepang.
B.    Olygochaeta
Cacìng ini memilìki chaeta atau rarnbut yang jumlahnya sedikit. Cacing ini banyak hidup di darat ataupun perairan tawar. Bersifat hermafrodit sehingga dalam tubuhnya terdapat ovarium dan testis. Pada beberapa segmen tubuh cacing ini epidermisnya mengalami penebalan disebut klitellum. Pada waktu reproduksi pada bagian klitellum akan mengeluarkan kokon yang nantinya akan menetas jadi individo baru. Respirasi dilakukan secara difusi melalui permukaan tubuhnya. Contohnya cacing tanah. 

C. Hirudinea
Cacing ini termasuk cacing pengisap darah yang termasuk dalam kelas ini adalah bangsa lintah. Contohnya adalah lintah (Hirudo medicinalis) dan pacet (Haemadipsa javanica). Lintah biasanya hidup di daerah yang lembap, sebelum mengisap darah lintah akan menyuntikkan zat anastesi atau bius kedalam tubuh korbannya, sehìngga ketika diisap darahnya, korban tidak merasa sakit. Lintah juga dapat rnenghasilkan zat antikoagulan (zat anti pembeku darah) yang disebut hirudin.
Adanya zat antikoagulan tersebut menyebabkan darah korban tidak akan membeku. Lintah memiliki dua alat penghisap pada bagian interior dan postirior.
Tips cara mencegah digigit lindah :
Untuk mencegah agar kita tidak digigit lintah yaitu dengan memeberikan air tembakau, air garam, balsem atau minyak kayu putih di olesi ke tubuh.

0 Response to "Ciri-Ciri, Struktur Tubuh dan Klasifikasi Annelida"

Post a Comment