Ciri-Ciri Pohon Jabon (Anthocephalus sp)

Pohon berukuran besar, Tinggi hingga 40 m, DBH hingga 60 cm. Batang lurus. Banir jika ada, curam, tinggi hingga 2 m. Kulit batang halus hingga bersisik, berwarna coklat abu-abu hingga coklat tua. Kulit batang bagian dalam berwarna kuning pucat, kayu berwarna kuning pucat. 

Cabang mendatar. Daun penumpu segi tiga sempit, panjang 1-2 cm, bertumpang tindih dan memeluk kuncup ujung. Daun menjorong hingga membundar telur sungsang, panjang 12- 30 cm, lebar 5-16 cm, pangkal membundar hingga menjantung, ujung melancip, gundul di permukaan bawah, tulang daun sekunder 11-17 pasang, susunan tulang daun tersier mirip tangga. Tangkai daun panjang 1-4 cm. 

Perbungaan di ujung, berbentuk sebuah bongkol soliter, membulat, garis tengah 2-4 cm, tanpa daun gagang antar bunga, berkelamin ganda, berkelipatan 5, hampir tanpa tangkai, mahkota berwarna kuning, gundul, panjang hingga 9 mm, terpilin dalam kuncup, bakal buah beruang 2, bakal biji banyak. Bongkol berbuah membulat, berwarna jingga, buah muda garis tengah hingga 3 mm, tidak merekah, biji garis tengah 0.2 mm, tidak bersayap. Di Sulawesi terdapat 2 jenis yaitu Jabon putih dan Jabon Merah.
 
Lihat juga postingan terkait :
Nama Lokal
Jabon, kelempayan (Melayu). Sulawesi : Kokabo (Poso, Baree, Tojo), Bekawa/Bekava (Besoa, Napu, Kulawi), Samama (Maluku Utara)
Penyebaran Pohon Jabon
India hingga New Guinea. Malesia : Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaysia, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, PNG, Filipina.
Habitat
Merupakan jenis pohon pionir penting dalam hutan sekunder, terutama di tanah alluvial. Pada ketinggian 70 m.
Kegunaan
Buah dapat dimakan, di Jawa Barat digunakan sebagai bahan pembuatan rujak, kadang-kadang difermentasi menjadi wine. Dimasak bersama sama ikan.
Referensi :
Buku Profil Herbarium Celebense Universitas Tadulako dan Deskripsi 100Jenis Pohon Khas Sulawesi.

0 Response to "Ciri-Ciri Pohon Jabon (Anthocephalus sp)"

Post a Comment