Dedikasi Sang Perantau

Oleh : Ifan Umanahu

Hidup di negeri rantau memang tak semudah yang dibayangkan. Terpisah dengan keluarga terutama ayah dan Ibu bukan suatu yang menyenangkan. Namun, tujuan merantau tiadak lain adalah untuk membuat mereka bahagia demi berbakti kepada keduanya. Apapun tujuannya, entah untuk bekerja atau untuk menuntut ilmu. Semua tak terlepas dari keinginan untuk membahagiakan mereka, terlebih pada saat mereka masih mengirimi kas bulanan kepada anak tercinta walaupun itu masi kurang dari kebutuhan, tetapi aku tetap bersukur dan berterima kasih karena mereka telah berusaha untuk aku dan masa depanku kelak. Apakah dengan begitu besar pengorbanan kedua orang tua kita, adakah keinginan kita untuk mengecewakan mereka di negeri rantau ?
Bagi saya itu tentunya tidak karena semua orang tua menginginkan agar anak-anak mereka menjadi anak yang sholih dan sholihah serta bermanfaat bagi orang-orang di sekitarya. Mereka menginginkan sebuah perubahan pada prilaku anak-anak mereka yang dulunya buruk menjadi lebih baik dan tidak lagi menjadi seorang anak kecil yang hanya tahu dengan dunia bermain. Tapi, menjadi seorang yang lebih dewasa dalam bertindak maupun berpikir.
Untuk menunjang semua itu tentunya kita perlu suatu perubahan dalam berdedikasi sabagai anak rantau yang mana kita harus mampu untuk membuat perubahan karakter kita, karaktek yang dimaksud tentunya adalah karakter yang dulunya dipandang buruk oleh masyarakat setempat, sehingga kita merubah semua itu dengan berada di negeri orang/hidup sebagai anak rantau karena hidup sebagai anak rantau adalah suatu kepasrahan diri kita terhadap apa yang nantinya kita akan hadapi pada masa-masa selama menjalankan hidup dirantau orang, entah itu senang maupun duka yang akan kita hadapi. Susah senang kita akan rasakan, itulah tantangan bagai seorang anak rantau.
Perjalanan hidup kita dirantau orang memang merupakan suatu hal yang seharusnya menjadi niat yang tangguh bagi siapa saja dalam menjalankan kehidupan serba paspasan. Sebagai anak perantau tentunya kita harus biasa menjadikan sebuah keinginan yang tulus untuk perubahan hidup dalam masa kini ke masa yang akan datang. Akan tetapi jarang sampai kita jadikan eksploitasi demi menunjang kenginan kita. agar supaya kita sebagai perantau dalam hal ini jangan sampai kita melakukan tindakan eksploitasi yang nantinya akan menjadi sebuah ancaman bagi diri kita sendiri.
Dalam rangka kesenjangan sosial kita tentu perlu adanya suatu proses perubahan diri yang mana suatu proses itu tentu salah satuanya adalah dengan kita berada di negeri orang sabagai anak perantau yang bisa dan mampu untuk melakukan sinergitas terhadap masyarakat sosial dan juga diri kita sendiri sebagai anak yang berdedikasi tinggi terhadap setiap problem sosisal yang terjadi.

0 Response to "Dedikasi Sang Perantau"

Post a Comment