Cara Mengatasi Google Chrome Tidak Bekerja Terbaru 2016

Anda yang sedang membaca postingan ini pasti sedang mencari-cari cara mengatasi google chrome yang tak berfungsi di komputer atau laptop kan hehe (so tahu). Sama halnya dengan saya yang sebelum menulis postingan ini mengalami hal yang sama. Cari kesana-kemari tapi belum dapat yang pas hingga akhirnya menemukan cara ampuh yang kemudian saya share ini.

Warung Sahabat di Manado

Menarik dalam kesederhanaan mungkin itu kiasan kata yang pas buat menggambarkan suasana tempat nongkrong saya yang satu ini. Warung sahabat, sebuah warung yang menarik sebagai salah satu tempat ngopi saya yang berada tepat di samping hotel Orion Manado, jalan Dr. Sutomo, depan kampus kedokteran gigi.

8 Pengertian Hukum Adat Menurut Ahli

Tips Memilih Topik yang Baik Untuk Membuat Blog Baru

Pada kesempatan ini saya akan share tentang Tips Memilih Topik (nice) yang Baik Untuk Membuat Blog Baru. Disini saya tidak akan membahas bagaimana cara membuat blog baru karena telah bahas pada postingan cara membuat blog (baca : Ayo Belajar Buat Blog di Blogspot) jadi pembahasan kali kita hanya fokuskan pada cara memilih topik yang baik. Selain itu ada juga beberapa tips penting yang dapat dijadikan informasi dalam membuat blog (baca : 4 tips penting bagi yang mau membuat blog).

Tips Memilih Topik yang Baik Untuk Membuat Blog Baru
Topik merupakan syarat utama dan pertama dalam membuat blog karena topik yang kita pilih akan menentukan perkembangan blog kedepan. Apalagi jika kita membuat blog dengan tujuan untuk menghasilkan uang, pasti harapan terbesar adalah mendatangkan banyak pengunjung (baca : cara sederhana memperbanyak pengunjung blog).
Ada istilah yang sering muncul di dunia blogger “konten adalah raja dan pengunjung adalah ratu” yang artinya jika konten atau postingan kita berkualitas dan banyak dibutuhkan oleh orang lain maka dengan sendirinya pengunjung blog akan ramai kayak pasar hehehe. Dengan banyaknya pengunjung blog maka dengan sendirinya tujuan kita untuk berpengasilan dari blog akan tercapai, masalah besar dan kecilnya penghasilan tergantung seberapa besar kerja keras kita dalam mengelola blog.
Berikut ini cara menentukan topik (nice) blog yang baik menurut saya :
1.     Topik sesuai dengan pemahaman atau hobi
Dalam memilih topik blog harus disesuaikan dengan pemahaman atau hobi kita. Misalnya kita memiliki hobi memancing, maka kita dapat memilih topik blog tentang memancing atau kita memiliki hobi mendaki maka kita dapat membuat topik blog tentang mendaki. Dengan memilih topik blog sesuai dengan pemahaman atau hobi kita maka kita akan nyaman dalam membuat postingan diblog karena kita paham dengan apa yang kita tulis, selain itu tulisan kita akan menjadi unik dan berkualitas karena selain berdasarkan teori-teori dalam topik terkait, kita juga membagikan pengalaman-pengalaman kita sehingga dengan sendirinya pengunjung akan senang berkunjung ke blog kita dan mengikuti perkembangan postingan-postingan blog.
Beda halnya jika kita memilih topik blog yang kita sendiri kurang memahami topik tersebut, maka lama-kelamaan kita akan malas dengan sendirinya dalam membuat postingan dan bahayanya kemungkinan copy paste (kopas) pun akan terjadi. Ingat “KOPAS” sangat tidak disukai oleh google, jika hal itu terjadi maka kecil harapan kita untuk berpenghasilan dari blog.
Blog yang akan kita buat dengan tujuan tertentu harus dikelola dengan baik karena blog ini bersifat jangka panjang.
2.     Topik yang banyak dicari
Topik yang banyak dicari oleh orang dapat menciptakan peluang banyaknya pengunjung di blog kita, apalagi jika postingan-postingan di blog kita telah banyak maka peluang banyaknya pengunjung akan semakin besar.
Bagaiman jika pemahaman atau hobi kita sedikit dicari orang ?
Jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa, pengguna internet pun semakin banyak jadi bagi saya tidak masalah, sedikit disini juga pasti masih dalam skala ribuan. Standar pengunjung sebuah blog untuk berpenghasilan juga dalam skala ribuan. Jadi tidak masalah jika pemahaman atau hobi kita sedikit yang pencariannya maka blog kita menjadi sumber informasi yang unik dan kemungkinan besar blog kita akan banyak mendapatkan pengunjung tetap (pelanggan) yang setia berkunjung untuk mendapatkan informasi-informasi unik tersebut.
3.     Topik blog harus khusus (spesifik)
Maksud dari topik blog harus khusus adalah kita membahas sesuatu yang lebih bersifat khusus. Misalnya yang kita pahami adalah tentang pariwisata maka kita harus membuat topik yang lebih khusus misalnya pariwiswata pantai berarti postingan-postingan pada blog lebih mengarah ke tempat-tempat wisata pantai begitu juga jika kita memilih wisata pegunungan.
Dengan membahas topik yang lebih khusus maka pengunjung akan lebih berpeluang mendapatkan pengunjung tetap dan pengunjung akan lebih senang berkunjung ke blog kita sebab mereka langsung menemukan informasi-informasi yang mereka butuhkan.
Perhitungan sederhananya : jika terdapat 10.000 orang yang mencari informasi tentang wisata pantai dan sekitar 5000 orang yang telah berkunjung ke blog kita dan mereka senang dengan informasi-informasi yang mereka dapatkan maka kita berpeluang mendapatkan pengunjung tetap sekitar 5000 an. Belum lagi pengunjung-pengunjung lain diluar dari pengunjung tetap. Dengan jumlah pengunjung sekian maka tujuan berpenghasilan dari blog pun segera tercapai hehe.
Diatas hanya perhitungan kotornya, sekedar gambaran umum tentang topik khusus dan jumlah pengunjung. Untuk mengetaui topik trend saat anda dapat lihat postingan (baca : Cara OtomatisMengetahui Topik Tren Saat Ini Di Google).
Ingat apapun topik yang kita pilih konten adalah raja ( baca : Perbanyak Postingan Maka Pengunjung Blog akan Meningkat)

Sifat-Sifat Enzim serta Pengertiannya

Definisi enzim adalah protein yang menurunkan energi aktivasi (EA) reaksi kimia. Enzim mengurangi energi aktivasi melalui berbagai mekanisme/cara. Sebagai contoh, enzim dapat membawa molekul bersama sama dengan oritentasi yang sesuai untuk bereaksi atau dapat menyediakan lingkungan mikro yang kondusif terhadap reaksi Enzim dapat juga bertindak sebagai katalis biologis; enzim tersebut mempercepat reaksi tanpa turut mengalami perubahan. Dengan tidak adanya enzim dalam suatu reaksi kimia, suatu energi aktivasi tidak dapat diatasi pada suhu sel yang normal.

Hal ini akan menyebabkan reaksi kimia berjalan sangat lambat sehingga sel dapat mati sebelum reaksi kimia menghasilkan energi dan molekul yang dibutuhkan. Setiap sel membuat dan menghasilkan banyak jenis enzim yang masing masing mengatalisasi reaksi yang berlainan dan sangat spesifik. Oleh karena itu, enzim memiliki bentuk yang spesifik yang secara khusus mengikat satu set molekul tertentu. Dalam mempelajari tentang enzim, kita perlu mengetahui tentang substrat. Substrat adalah reaktan yang diolah pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim (enzimatik).
Singkatnya Enzim adalah protein yang dapat mempercepat reaksi metabolisme. Kerja enzim ini mirip dengan katalis, zat kimia yang mempercepat reaksi yang pada akhir reaksi akan diperoleh kembali dalam bentuk semula. Oleh karena itu, enzim disebut juga biokatalisator.
Sifat-Sifat Enzim
Enzim memiliki beberapa sifat khas, di antaranya selektif, spesifik, efisien, sebagai biokatalisator, dan merupakan protein.
Selektif
Enzim bersifat selektif karena hanya dapat bekerja pada substrat tertentu. Namun, selain substratnya, enzim dapat juga berikatan dengan zat penghambat (inhibitor). Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada pembahasan berikutnya.
Spesifik
Enzim bersifat spesifik karena enzim hanya dapat mengkatalisis reaksi tertentu. Satu jenis enzim hanya bekerja untuk satu jenis reaksi.
Efesien
Dengan adanya enzim yang bersifat sebagai katalis, energi aktivasi suatu reaksi dapat diturunkan. Hal tersebut memudahkan reaksi dan menghemat energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi.
Katalisator
Oleh karena enzim bersifat sebagai katalis, enzim tidak akan mengalami perubahan bentuk. Oleh karena itu, enzim dapat digunakanberkali-kali tanpa mengalami kerusakan.
Seperti Protein
Oleh karena enzim terbuat dari protein, enzim dipengaruhi oleh hal-hal yang berpengaruh terhadap protein. Enzim dapat dipengaruhi oleh suhu, pH, dan adanya logam berat, sehingga enzim dapat mengalami denaturasi (perubahan bentuk, struktur, dan sifat).

Dampak Perladangan di Hutan

Makalah Dampak Perladangan di Hutan
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Indonesia kehilangan hutan aslinya sebanyak  72% dari luas hutan yaitu  lahan  yang rusak sebesar  101.73 juta Ha dan 59.62 juta Ha berada dalam kawasan hutan.Pada periode tahun 1970 hingga 1990-an, laju kerusakan hutan diperkirakan antara 0,6 sampai 1,2 juta ha per tahun.  Pada tahun 2007, dalam buku laporan State of the World’s Forests, FAO (Food and Agricultural Organization) menempatkan Indonesia di urutan ke-8 dari sepuluh negara dengan luas hutan alam terbesar di dunia. Dengan laju kerusakan hutan di Indonesia telah mencapai 1,87 juta ha dalam kurun waktu 2000 – 2005, mengakibatkan Indonesia menempati peringkat ke-2 dari sepuluh negara, dengan laju kerusakan tertinggi dunia.   Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kerusakan hutan tetapi faktor penyebab kerusakan hutan terbesar adalah faktor sosial.Salah satu faktor sosial itu adalah perladangan.

Makalah Dampak Perladangan di Hutan
Masalah perladangan berpindah di Indonesia dipandang sebagai kegiatan yang melanggar hukum. Isu pengurangan emisi, deforestasi, dan degradasi menambah pelik permasalahan ‘perladangan’ yang sebenarnya sudah diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun-temurun dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Apalagi dengan kaitannya dengan emisi global, penggunaan api atau aktivitas lain di areal hutan yang dianggap meng-emisi-kan gas rumah kaca menjadi su hangat yang dihubungkan dengan banyaknya kampanye untuk mengurangi emisi dan makin menentang kegiatan perladangan itu sendiri.
 Mengingat berbagai macam masalah yang ditimbulkan oleh perladangan berpindah baik bagi hutan, manusia dan alam, masalah perladangan berpindah patut ditinjau lebih lanjut sehingga dan wawasan dalam mencari solusi untuk menangani perladangan berpindah dapat diketahui dan diaplikasikan.
B.    Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk menelaah tentang masalah perladangan berpindah, mengetahui penyebab masyarakat memilih perladangan berpindah, akibat yang ditimbulkan perladangan berpindah serta solusi dalam mengatasi kerusakan hutan akibat perladangan berpindah.
BAB II
PERMASALAHAN
Pedidikan masyarakat hutan yang tergolong rendah dan sulitnya mencari mata pencaharian menyebabkan mereka memilih membuka ladang yang biayanya cukup murah dibandingkan dengan menanam atau menebang pohon karena pohon membutuhkan jangka tumbuh yang cukup panjang dan penjualan kayu terbilang sulit karena harus mempunyai izin penebangan.
Perladangan liar  ini dapat merusak hutan karena jangka waktu rotasi perladangan yang dari waktu ke waktu semakin kecil menyebabkan tidak optimalnya regenerasi hutan. Para ahli menyarankan bahwa regenerasi hutan sebaiknya dilakukan dalam periode 20 tahun. Selama peride tersebut, kondisi tanah secara alamiah dapat diperbaiki. Dengan kondisi sudah diregenerasi, tanah tersebut dapat dimanfaatkan lagi setelah masa regenerasi. Akan tetapi, sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, kebutuhan akan lahan garapan pun semakin mendesak. Tidak heran jika saat ini, periode regenerasi hutan dipersingkat menjadi 6 hingga 8 tahun bahkan kurang dari itu.
Selain konsekuensi penurunan produktivitas tanah, perladangan liar juga mengakibatkan menurunnya luas hutan atau degradasi lahan hutan. Definisi degradasi agak bersifat subjektif  memiliki arti yang  berbeda tergantung pada suatu kelompok masyarakat.  Rimbawan memiliki persepsi  yang bervariasi terhadap arti degradasi. Sebagian mengatakan bahwa hutan yang  terdegradasi adalah hutan yang telah mengalami kerusakan sampai pada suatu  point/titik dimana penebangan kayu maupun non kayu pada periode yang akan datang  menjadi tertunda atau terhambat semuanya.  Sedangkan sebagian lainnya mendefinisikan hutan yang terdegradasi sebagai suatu keadaan dimana fungsi  ekologis, ekonomis dan sosial hutan tidak terpenuhi Berkurangnya areal hutan diikuti pula dengan semakin gersangnya tanah, meluasnya populasi alang-alang, serta jenis rumput-rumputan lainnya yang sangat mudah terbakar di musim kemarau.
Di kawasan dataran tinggi Indonesia khususnya di luar Pulau Jawa, sering ditemukan praktek-praktek pertanian yang kurang ramah lingkungan. Memang praktek-praktek ini didukung oleh sejumlah alasan tradisi, namun tetap saja berakibat pada terancamnya kelestarian hutan. Salah satu contohnya adalah pola tebas bakar. Pola ini sangat umum dilakukan para peladang. Pada bulan-bulan Juni hingga Agustus, lahan ditebas. Setelah kayu dan dedaunan dinggap cukup kering, pada bulan September dimulailah ritual pembakaran. Lahan hasil pembakaran tersebut siap untuk ditanami dengan berbagai macam tanaman palawija bergitu hujan turun.
Praktek ini ternyata sangat mengancam kelestarian hutan. Jumlah organisme baik makro maupun mikro menurun drastis sejak hutan ditebas hingga dibakar. Unsur-unsur hara tanah pun ikut berkurang akibat terbakar api atau pun terkikis air dan angin (erosi). Kondisi ini diperparah dengan diabaikannya pembuatan terasering dengan alasan durasi penggunaan lahan yang tidak terlalu lama (maksimal 2 tahun).
Masalah lainnya adalah masih banyak petani masih menerapkan sistem tebas bakar untuk membersihkan lahan di hutan meskipun pemerintah telah mencanangkan program ‘zero burning’ yaitu pembersihan lahan tanpa menggunakan api atau pembakaran. Dari sebuah studi yang dilakukan di Sumatera, dilaporkan bahwa keputusan petani untuk tetap melakukan proses pembakaran lahan disebabkan karena hal berikut:
1.    Merupakan cara yang paling efektif dan cepat dalam pembukaan lahan;
2.    Dapat menekan pertumbuhan gulma dan vegetasi liar lainnya, terutama pada siklus awal setelah penanaman tanaman pangan;
3.    Mengubah biomasa menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagitanaman dan tanah;
4.    Menggemburkan tanah, bibit tanaman menjadi cepat tumbuh;dan
5.    Merupakan cara yang efektif untuk membunuh hama dan pathogen
Akibat sistem tebas bakar inilah maka terjadi ketidakseimbangan unsur hara karena hara mineral hilang selama masa pertanaman dan tidak dapat dipulihkan hanya dalam waktu yang singkat.
Permasalahan mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi (REDD) di negara berkembang juga semakin hangat diperdebatkan sejak masyarakat global paham akan emisi dan perubahan iklim global. Tidak dapat dipungkiri bahwa 20% emisi gas rumah kaca global terjadi karena pola penggunaan lahan dan perubahan yang terjadi di beberapa wilayah tropis. Para peladang dianggap  sebagai penyebab degradasi hutan. Muncul juga kehawatiran penerapan REDD dapat membatasi ruang gerak masyarakat terhadap sumber daya yang mereka miliki.
Keterkaitan deforestasi, pembangunan dan kemiskinan sangat kompleks dan bersifat spesifik. Namun demikian, penggunaan api sebagai metoda pembersihan lahan disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya deforestasi. Meski demikian, pada kenyataannya perubahan penggunaan lahan tanpa menggunakan api dapat menyebabkan hilangnya persediaan karbon dalam jumlah besar. Larangan penggunaan api dapat berdampak serius pada kehidupan masyarakat. Jika dilaksanakan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap penghidupan masyarakat, REDD dapat memperburuk permasalahan konflik dan kemiskinan di pedesaan, dengan resiko riil berupa peningkatan penggunaan api/‘kebakaran’ sebagai senjata, tanpa memperhatikan manfaat lingkungan yang seharusnya bisa didapat.
BAB III
PEMBAHASAN
Perladangan berpindah tanpa rotasi yang cukup dan melalui cara pembakaran lahan hutan akan mengakibatkan kerusakan kenekaragaman hayati serta sumberdaya tanah dan air (erosi, kesuburan tanah menurun, meningkatnya air permukaan, rusaknya habitat satwa, berubahnya ekosistem kawasan, pemadatan tanah), bencana lingkungan (banjir, longsor, kekeringan sumber air), perubahan iklim lokal (meningkatnya suhu, berkurangnya hujan, menurunnya kelembaban) serta pencemaran lingkungan.
Bekas perladangan liar/areal terbuka ditandai dengan jenis-jenis vegetasi yang ada seperti alang-alang, sirih-sirihan, jenis Euphatorium dan Tremor. Salah satu yang bisa dilakukan untuk membuat lahan berpindah ini menjadi bisa layak kembali sebagai hutan adalah dengan merehabilitasi lahan tersebut dengan pohon-pohon jenis pionir yang memang cepat tumbuh. Jenis-jenis pionir setempat yang potensial untuk ditanam antara lain: Jabon(Antrochepalus candamba), Binuang laki (Duabanga moluccana), Binuang Bini (Octomeles sumatrana), dan Sungkai (Peronema canescens). Sedangkan jenis cepat tumbuh antara lain adalah Melina (Gmelina arborea). Sengon (Paraserianthes falcataria), Akasia (Acacia Mangium), dan jenis lainnya.
Terdapat beberapa pendekatan untuk mengatasi degradasi dan mempercepat proses pemulihan ekosistem (recovery).  
a.    Pendekatan pertama adalah restorasi (restoration) yang didefinisikan sebagai upaya untuk memulihkan kembali (recreate) ekosistem hutan aslinya melalui penanaman dengan jenis tanaman asli yang ada pada kawasan atau lahan tersebut sebelumnya.  
b.    Pendekatan kedua melalui rehabilitasi yang diartikan sebagai penanaman hutan dengan jenis asli dan jenis eksotik.  Dalam hal ini tidak ada upaya untuk  merecreate ekosistem asli.  Tujuannya hanya untuk mengembalikan hutan  pada kondisi stabil dan produktif.  Oleh karena itu ekosistem hutan yang terbentuk adalah campuran termasuk jenis asli.  
c.     Alternatif terakhir adalah reklamasi yang berarti penggunaan jenis-jenis eksotik untuk menstabilkan dan meningkatkan produktivitas ekosistem hutan. Dalam hal ini tidak ada sama sekali upaya perbaikan biodiversitas asli dari suatu areal yang terdegradasi.
Akan tetapi, masih ada kegiatan ladang berpindah yang mendukung keseimbangan ekosistem. Salah satu contoh  kegiatan sistem perladangan berpindah yang tidak merusak hutan adalah yang dilakukan oleh orang Dayak di Kalimantan.Kebudayaan Dayak di Kalimantan memberikan sebuah contoh terbaik di dunia tentang hubungan antara kebudayaan dengan alam, yang tampaknya melestarikan kedua belah pihak. Seperti pada sistem mereka dalam bercocok tanam dengan sistem rotasi panjang.
Semua  masalah ini tentu membutuhkan kebijakan yang adil dari pemerintah karena tidak semua kegiatan ladang berpindah dianggap dapat membuat hutan terdeforestasi. Hal-hal yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam menangani masalah perladangan berpindah antara lain adalah:
a.    Mengadakan dialog publik menyangkut masalah perladangan berpindah dan meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan,. Diperlukan  adanya kejelasan dalam masalah fungsi hutan bagi masyarakat, hak penggunaan hutan dan hak pemanfaatan lahan (lembaga kehutanan dan tata kelola, serta isu pertanahan) dan perlu
b.    Menciptakan platform terpadu untuk menangani masalah hutan dan pertanian beserta kebijakannya.
c.     Meningkatkan kapasitas dalam penyelesaian konflik atas lahan berbasis pada Analisa sejarah hak (atas lahan) dengan menggunakan kerangka hukum yang ada, dimana pengelolaan hutan didelegasikan kepada Hukum Kehutanan.
d.    Mendukung pembangunan pasar bagi produk hasil hutan melalui sertifikasi yang membedakan domestikasi dan semi domestikasi produk dari sumber daya alam lain yang masih belum dibudidayakan dan masih memerlukan perlindungan.
e.    Menghargai masyarakat  lokal dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta mengkaji secara kritis subsidi bagi tanaman monokultur
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Alasan dilakukannya perladangan berpindah adalah demi memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar hutan yang  pendidikannya tergolong sehingga menyebabkan mereka memilih membuka ladang yang biayanya cukup murah. Akan tetapi, perladangan berpindah ini menyebabkan masalah yang merugikan hutan, manusia dan juga alam antara lain penurunan produktivitas tanah, perladangan liar juga mengakibatkan menurunnya luas hutan atau degradasi lahan hutan dan meningkatkan emisi global jika pembukaan lahan dilakukan dengan pembakaran. Cara yang dapat ditempuh jika sudah terjadi perladangan berpindah adalah dengan meregenerasi hutan dengan menanaminya tanaman pioneer sehingga hutan itu kembali produktif.
B. Saran
 Masalah perladangan berpindah perlu diperhatikan oleh pemerintah. Hutan yang terdegradasi akibat dijadikan areal ladang memang merupakan masalah serius, tetapi itu semua tak akan terjadi jika pemerintah menyediakan lahan khusus menanam tumbuhan produktif.  Pemerintah juga seharusnya memberikan pengetahuan kepada setiap masyarakat disekitar hutan tentang hak pemanfaatan hutan dan pertanian sehingga terlihat batas yang jelas dan tidak membingungkan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Arkanuddin. 2008. Sistem Perladangan Orang Dayak. http://prof-arkan.blogspot.com/2012/04/sistem-perladangan-dan-kearifan_25.html. Diakses pada gari Kamis, 6 desember 2012
Kada,Zefirinus.2008.Kelestarian Hutan Indonesia. http://www.kabarindonesia.com/beritaprint.php?id=20081003033818. Diakses pada hari Kamis, 6 desember 2012
Sultan,Sudirman.2012. Prosedur Perlindungan Hutan. http://pengamananhutan.blogspot.com/2012/05/kenali-prosedur-perlindungan-dan.html. Diakses pada hari Kamis,6 desember 2012.
Utomo, Budi. 2008. Rehabilitasi Hutan. USU e-Resipotory.Medan

MAKALAH PEMULIAAN POHON : Perbanyakan Tanaman Jati dengan Biji (Generatif)

MAKALAH PEMULIAAN POHON : Perbanyakan Tanaman Jati dengan Biji (Generatif)

Macam-Macam Indikator Pencemaran Lingkungan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.

Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
Pengaruh Pencemaran Air
Diantara sekian banyak bahan pencemar air ada yang beracun dan berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Telah anda pelajari bahwa bahan pencemar air antara lain ada yang berupa logam-logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), ada yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksida­oksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang
Pencemaran udara
Tulisan ini mengetengahkan sekilas pandang mengenai pencemaran udara. pengertian, pengaruhnya terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan manusia serta teknologi terbaru untuk menguranginya. Semakin pesatnya kemajuan ekonomi mendorong semakin bertambahnya kebutuhan akan transportasi, dilain sisi lingkungan alam yang mendukung hajat hidup manusia semakin terancam kualitasnya, efek negatif pencemaran udara kepada kehidupan manusia kian hari kian bertambah.
Pengaruh Pencemaran Udara Terhadap Tubuh Manusia
Pencemaran udara dapat merugikan kesehatan manusia manusia.
Sebagai Contoh :
Menyebabkan mata berair dan pedih Bila senyawa tersebut terdapat dalam jumlah banyak, penglihatan menjadi kabur.
Efek Dari Rumah Kaca
Istilah Efek Rumah Kaca (green house effect) berasal dari pengalaman para petani di daerah iklim sedang yang menanam sayur-mayur dan bunga-bungaan di dalam rumah kaca. Yang terjadi dengan rumah kaca ini, cahaya matahari menembus kaca dan dipantulkan kembali oleh benda-benda dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas yang berupa sinar infra merah. Namun gelombang panas itu terperangkap di dalam ruangan kaca serta tidak bercampur dengan udara dingin di luarnya. Akibatnya, suhu di dalam rumah kaca lebih.
Penyebab Kangker Paru
Bagi Masyarakat yang tinggal di daerah atau kota-kota dengan tingkat polusi udara yang tinggi, diminta untuk lebih waspada. Pasalnya, polusi udara termasuk asap rokok ditengarai menjadi penyebab utama kanker paru-paru. "Kanker paru adalah salah satu jenis penyakit kanker yang jumlah penderitanya terus meningkat
Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, zat kimia, atau limbah. air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat
Jenis Limbah yang menyebabkan Pencemaran Tanah
Jenis Limbah yang menyebabkan Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah berawal dari limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian .
Limbah Domestik
Limbah domestik dapat berasal dari daerah pemukiman penduduk. perdagang-an, pasar, tempat usaha hotel dan lain-lain
Sumber-sumber Terjadinya Pencemaran
Uraian sebelumnya telah Anda ketahui bahwa bahan kimia yang tersebar dalam lingkungan fisik ini ada yang bermanfaat dan sangat diperlukan kehadirannya dalam jumlah sebanyak mungkin, ada yang berguna dalam kadar tertentu ada pula yang betul-betul bersifat sebagai racun dan berbahaya bagi kehidupan manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
Bahan-bahan kimia yang kehadirannya dalam lingkungan hidup dapat menyebabkan terganggunya kesejahteraan hidup manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan disebut bahan pencemar. Sebagai sumber utama terjadinya pencemar adalah:
1.    Proses-proses alam, antara lain pembusukan secara biologis, aktivitas gunung berapi, terbakarnya semak-semak, dan halilintar.
2.    Pembuatan/aktivitas manusia, seperti:
3.    Hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi pada industri dan kendaraan bermotor.
4.    Pengolahan dan penyulingan bijih tambang mineral dan batubara.
5.    Proses-proses dalam pabrik.
6.    Sisa-sisa buangan dari aktivitas-aktivitas tersebut  di atas.
Pencemaran lingkungan ini sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, sejak adanya manusia, tetapi baru abad 20 pencemaran yang diakibatkan karena manusia ini menjadi pokok bahasan pada semua kalangan masyarakat dan perlu mendapat penanganan dan pengawasan secara serius.
Faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan perbuatan manusia meliputi;
1.     Faktor Industrialisasi
2.     Faktor Urbanisasi
3.     Faktor Kepadatan Penduduk
4.     Faktor Cara Hidup
5.     Faktor Perkembangan Ekonomi
Faktor-faktor di atas saling mempengaruhi secara kompleks. Apabila salah satu faktor terjadi, maka faktor lainnya dapat terjadi, dengan demikian terjadinya pencemaran lingkungan tidak dapat dihindari.
Contoh-contoh faktor-faktor yang sangat mengganggu lingkungan hidup antara lain:
1.    Faktor Industrialisasi
a.      Pertambangan, transportasi, penyulingan dan pengolahan bahan hingga menghasilkan barang yang dapat digunakan.
b.      Pertambangan, transportasi, penyulingan dan penggunaan bahan bakar untuk menghasilkan energi.
c.      Sisa-sisa buangan yang dihasilkan sebagai hasil sampingan selama proses-proses di atas.
2.    Faktor Urbanisasi
a.      Pembukaan hutan untuk perkampungan, industri dan sistem
transportasi.
b.      Penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/sampah dan hasil?samping selama proses-proses di atas.
3.    Faktor Kepadatan Penduduk
a.      Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal/perumahan.
b.      Meningkatnya kebutuhan pangan dan kebutuhan energi.
c.      Meningkatnya kebutuhan barang-barang konsumsi dan bahan-bahan untuk hidup.
4.    Faktor Cara Hidup
a.      Penggunaan barang kebutuhan secara berlebihan sehingga terbuang percuma.
b.      Tuntutan akan kemewahan.
c.      Pemborosan energi.
5.    Faktor Perkembangan Ekonomi
a.      Meningkatnya penggunaan bahan sumber, misal BBM, hasil hutan.
b.      Meningkatnya sisa-sisa buangan sebagai hasil sampingan produksi barang-barang kepentingan dalam pabrik dan meningkatnya bahan pencemar.

Makalah Komposisi dan Jenis Media serta Fungsi dalam Kultur Jaringan Tanaman Kehutanan

Makalah Komposisi dan Jenis Media – Media serta Fungsi dalam Kultur Jaringan pada tanaman Kehutanan

Peranan Bioteknologi Dalam Perkembangan Ekonomi Kehutanan Di Indonesia

Paper Peranan Bioteknologi Dalam Perkembangan Ekonomi Kehutanan Di Indonesia Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini, bioteknologi telah mengalami perkembangan sangat pesat. Di beberapa negara maju, bioteknologi mendapatkan perhatian serius dan dikembangkan secara intensif dengan harapan dapat memberi solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi manusia pada saat ini maupun yang akan datang yang menyangkut; kebutuhan pangan, obat-obatan, penelitian, yang pada gilirannya semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup umat manusia

Paper Peranan Bioteknologi Dalam Perkembangan Ekonomi Kehutanan Di Indonesia
Sebagai ilustrasi; penemuan-penemuan baru dibidang immunologi (ilmu yang mempelajari sistem kekebalan tubuh) telah berhasil diproduksi antibodi-monoklonal (MAb) secara massal. Penemuan MAb dengan metode klonasi (clone), memiliki kelebihan antara lain: peka (sensitivitas), khas (spesifitas), dan akurat. Selain itu, MAb dapat pula digunakan untuk memberikan jasa pelayanan dalam berbagai hal seperti: diagnosis suatu penyakit dengan akurat, pencegahan dan pengobatan penyakit. Kontribusi MAb telah dapat dirasakan manfaatnya khususnya dalam dunia riset (research) seperti: 

17 Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Hutan

A. Kerusakan hutan akibat ulah manusia (human destructions)
1. Illegal logging (Penebangan liar).
Penebangan liar bukan saja dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan sebagai tindakan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga. Kegiatan ini juga dilakukan oleh para pengusaha, bahkan pengusaha yang mendapat ijin HPH/IUPHHK juga melakukan penebangan liar di luar areal yang telah ditentukan. Penebangan liar yang terjadi dilakukan pada lahan hutan produksi, hutan lindung, sampai ke dalam kawasan konservasi termasuk di dalamnya kawasan Taman Nasional, Suaka Margasatwa, dan Suaka alam pun ikut ditebang. Untuk masalah penebangan liar ini harus dipikirkan dan dicari jalan keluarnya secara serius cara penanggulangan, agar hutan tidak dibabat sampai habis.

Ringkasan Valuasi Ekonomi Sumber daya Hutan

1. Pentingnya Penilaian (Valuasi) Ekonomi Sumberdaya Hutan
Untuk memahami manfaat SDH maka perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang dapat dihasilkan oleh SDH tersebut. Penilaian manfaat barang dan jasa SDH sangat membantu seorang individu, masyarakat atau organisasi dalam mengambil suatu keputusan penggunaan SDH.