Kanda Hapri dan Mengulas Kembali Kajian Ekopol

Oleh : Tri Saleh

Green-Black Kotamobagu, - Ekonomi politik adalah materi perdana yang disampaikan oleh kanda Hapri Mokoagow, pada kajian rutin dua pekan sekali yang digagas HMI-MPO Cab. Kotamobagu. Pada kajian tersebut terlihat sungguh menarik. Sebab, pada dasarnya pemateri (Hapri Mokoagow) mengupas akar persoalan dan mengolaborasikan teori serta praktik-praktik pemberlakuan dahulu dan kebelakangan pada sistem ekonomi politik indonesia bahkan di daerah.
Sedikitnya, mengulas, bahwa pada kajian tenyata kanda Hapri memulai dengan bagaimana definisi, praktik dan pembawaan tentang perbedaan mazhab dari sebagian tokoh-tokoh teori ekonomi politik di era zaman abad 18-19, sampai pada sistem pandangan pemberlakuan negara terhadap mengaplikasi serta merealisasi teori ekonomi politik melalui keterlibatan pemerintah, pengusaha, buru dan rakyatnya di era jaman moder kekinian.
Sebelumnya, memulai dengan definisi para tokoh yang disebut serta dipapar diantaranya; Davit Rchardo, Adam Smith, Karl Max dan sebagian tokoh ekonomi politik lainya, kini menyerap perbedaan nomenklatur atas referensi pembeda antara kelompok kiri (kotemporer) dan kelompok kanan (klasik) yang mengulas cocologi sistem teori ekonomi politik yang banyak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan kritik yang menghasilkan solusi serta saran kepada lembaga dan  pemerintah di negara indonesia.
Diketahui, secara ringkas dan garis besar, bahwa ekonomi dan politik berasal dari bahasa Yunani. Ekonomi berasal dari kata "oikos" yang berarti aturan dan "nomos" yang berarti rumah tangga. Sedangkan politik berasal dari kata "polis” yang berarti  negara atau kota. Berdasarkan maknanya yang secara empiris tidaklah sama, namun dalam perkembangan dunia kedua kata tersebut menjadi hal yang berkaitan dan saling mempengaruhi. Sebab, Tindakan politik tidak terlepas dari kepentingan ekonomi, begitu pulah sebaliknya sebuah kebijakan ekonomi tidak terlepas pula dari kepentingan politik. Dengan demikian, ekonomi politik yang dimaksudkan untuk mengungkapkan kondisi dimana produksi atau konsumsi diselenggarakan negara-negara.
Namun, mengupas kelanjutan maksud dari teori tersebut, dimana sebelumnya, dua perbedaan mazhab teori ekonomi politik seperti Davit Rchardo bersama Adam Smith yang menganut mazhab ekonomi politik klasik dan Karl max dengan pandanganya melahirkan berbagai keseruan pendapat, seperti terlihat menentang keras teori klasik dengan menggunakan gagasan pisau analisa teori kotemporer hingga wajib di kemukakan sebelum melintas pada sistem dan pandangan ekonomi politik indonesia saat ini.
Adam Smith dan David Ricardo merupakan tokoh teori ekonomi klasik yang menjadi dasar dari pendekatan teori Ekonomi Politik Klasik. Dalam teori Ekonomi Politik Klasik dinyatakan bahwa pasar memiliki kemampuan untuk mengelola dirinya sendiri (dalam artian kuat atau strong sense). Pandangan seperti ini seringkali dijadikan sebagai dasar dalam menjalankan kebijakan pasar bebas. Bahkan para ekonom klasik ini adalah yang pertama kalinya memandang perekonomian sebagai sebuah sistem yang secara prinsip terpisah dari politik dan rumah tangga. Segala bentuk investasi menurut mereka harus ada hasil yang nyata (return of investment).
Menurut pendapat para ekonom klasik ini, siapapun - termasuk negara sekalipun  dalam melakukan investasi harus berpikir dulu berapa yang akan dihasilkan dari investasi yang akan ditanamkan. Return of investment ini telah menjadi pijakan dasar bertindak dalam berinvestasi. Para ekonom klasik tetap menganggap bahwa politik sebagai sesuatu yang penting, namun tindakan-tindakan yang terkait dengan politik jangan terus-menerus mengintervensi pasar, biarkan pasar berjalan apa adanya sehingga keuntungan akan diperoleh dari pasar yang bekerja secara alami ini. Apabila mekanisme pasar bekerja secara alami, dimana perekonomian diserahkan kepada pasar tanpa intervensi politik, maka akan berdampak pada tumbuh dan berkembangnya perekonomian secara makro. Teori ekonomi klasik berpendapat bahwa peran pemerintah sebenarnya terbatas hanya pada masalah penegakan hukum. Dimana menjaga keamanan dan pembangunan infrastruktur.
Disisi yang berbeda, Ekonomi Politik Kontemporer yang dimaksud Karl Max, adalah ekonomi politik yang membahas tentang bagaimana sistem ekonomi itu bekerja, dapat bekerja, harus dibuat bekerja, dan memungkinkan dirinya bekerja. Meskipun demikian, Ekonomi Politik Kontemporer bukanlah sciencetivic economics yang merupakan himpunan dari value free generalization tentang cara-cara sistem ekonomi itu bekerja. Ekonomi politik di sini membicarakan prinsip-prinsip umum dalam bidang ekonomi.
Ekonomi Politik Kontemporer berpijak pada teori Karl Marx, yang menyatakan bahwa ekonomi itu selalu bersifat politik. Faktor-faktor politik itu disebabkan oleh dinamika dari proses ekonomi kapitalis, dan proses itu mewarnai pertarungan-pertarungan politik berskala besar dalam sejarah. Untuk membuktikan bahwa cara kerja dari perekonomian kapitalis membawa dampak politik, Marx mengajukan kritik terhadap pandangan ekonomi klasik tentang pasar yang meregulasi dirinya sendiri. Karl Marx melakukan kritik ini bukan dengan tujuan untuk membenarkan konsep kapitalisme yang dikendalikan negara, melainkan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa kapitalisme tidak dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama. Kegagalan pasar didefinisikan dengan menggunakan konsep pilihan pribadi dan penggunaan sumber daya secara efisien. Menurut pemikiran kaum neo klasik, “ekonomi” adalah transaksi-transaksi swasta yang dilakukan untuk memaksimalkan kegunaan yang didapatkan individu, sementara “politik” adalah penggunaan kewenangan publik untuk mencapai tujuan yang sama juga.
Ekonomi Politik Kontemporer merupakan studi mengenai sistem ekonomi sebagai cara untuk mengatasi masalah ekonomi fundamental secara praktis dan yang menerapkan seni-seni dari ekonomi praktis. Ekonomi Politik Kontemporer banyak membahas persoalan ketidak-adilan sistem ekonomi internasional berkenaan dengan masalah pemerataan pendapatan, kemiskinan, pertumbuhan, dan struktur sosial lainnya. Ekonomi Politik Kontemporer menelaah berbagai variabel sosial lainnya, menentukan dan berpengaruh terhadap kegiatan perekonomian khususnya yang terjadi pada masyarakat tradisional terutama di Dunia Ketiga, termasuk telaah yang dilakukan oleh aliran radikal maupun Neo Marxist.
Ekonomi Politik Kontemporer mengacu pada manajemen persoalan ekonomi negara, yang mengaitkan hubungan antara tujuan negara (public ends) dengan kepentingan pribadi (private interests). Ekonomi Politik Kontemporer merupakan studi tentang mekanisme yang dapat digunakan masyarakat untuk menjalankan perekonomian sosialnya, yang meliputi peralatan (tools), lembaga (institutions), sumberdaya manusia yang mampu menciptakan barang (goods) dan jasa (services).
Nah, pertarungan dua pandangan pemikiran yang berbeda antara Davit Richardo, Adam Smith dan Karl Max, ternyata bisa kita telaa bersama-sama sesuai analisa seusai kajian yang di jelaskan Kanda Hapri. Ternyata dua tokoh pemikir ekonomi politik klasik dan ekonomi politik kotemporer, pada zaman kekinian (Modern) pemikiran yang mereka sumbangkan dapat menjadi alat referensi untuk membedah sistem ekonomi politik yang terjadi di Indonesia bahkan sampai menjadikan alat pengukur rentetan sistem ekonomi politik pada skala Internasional, nasional, regional dan skala lokal.
Kenapa tidak, sederhana. Sebab kita ketahui bersama Di Indonesia, walaupun sebenarnya pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal telah dimulai sejak pertengahan 1980-an, antara lain melalui paket kebijakan deregulasi dan debirokratisasi pelaksanaannya secara massif, telah menemukan momentumnya setelah Indonesia dilanda krisis moneter pada pertengahan 1997.
Menyusul kemerosotan nilai rupiah, Pemerintah Indonesia kemudian secara resmi mengundang IMF untuk memulihkan perekonomian Indonesia. Sebagai syarat untuk mencairkan dana talangan yang disediakan IMF, pemerintah Indonesia wajib melaksanakan paket kebijakan Konsensus wasihington melalui penanda-tanganan Letter Of Intent (LOI), yang salah satu butir kesepakatannya adalah penghapusan subsidi untuk bahan bakar minyak yang sekaligus memberi peluang masuknya perusahaan multinasional s
seperti Shell. Begitu juga dengan kebijakan privatisasi beberapa BUMN, diantaranya Indosat, Telkom, BNI, PT. Tambang Timah dan Aneka Tambang.
Belajar dari sejarah, apa yang dijalankan pemerintah tentang pandangan ekonomi politik di indonesia era pertengahan moneter tahun 1997, membuat masyarakat menjadi genting. Namun negara dalam hal ini pemerintah telah seluas-luasnya bebas memberikan ruang terhadap sistem ekonomi politik yang berviruskan sistem kapitalisme yang dirampok dan dikuasai para kaum kapital dari negara luar indonesia, hingga masuk mendobrak seluruh hasil Sumber Daya Alam (SDA) indonesia, serta menanam beni-beni produk kapitalis dari negara luar dan di jual sebebasnya di indonesia. Bahkan tidak hanya itu, melihat semodern sekarang ini, kaum kapital pun telah menduduki tanah negara indonesia untuk dijadikan infestasi dan kepentingan pribadi mereka. Sehingga munculah pemahaman bahwa indonesia suda menggapai penyakit sistem demokrasi neoliberalisme.
Sementara, materi ekonomi politik yang di motori kanda Hapri, juga membangkitkan semangat peserta forum. Sampai-sampai sebagian peserta forum menanyakan dan mengelaborasikan dengan berbagai macam basic analitis secara praktis seperti; analisa hukum yang menggunakan regulasi bahwa bagaimana sistem ekonomi politik indonesia, apakah sekarang ini telah di dominasi dengan susunan aturan-aturan yang 'kurang jelas' melalui konstitusi?
Ternyata jawaban dari pemateri benar adanya ketidak jelasan melalui sikap konstitusi negara kita. Sebab, ia melihat ternyata adanya kebebasan para neolib yang membangitkan korporasi melalui pasar bebas yang di digerakan para kapitalis-kapitalis melalui campur tangan pemerintah, kini tidak ada ketegasan regulasi yang diatur pada undang-undang keuangan negara. Dinilainya, isi dan penjabaran terhadap undang-undang tentang keuangan negara indonesia telah dengan sepenuhnya memberi ruang antara ketidakdisiplinan perilaku menjalankan sistem ekonomi politik indonesia. Karena, sebagian besar labah keuntungan bukan sebesar-besarnya dimiliki negara demi kesejahteraan rakyat melainkan kesejahteraan para korporasi asing.
Mengakhiri telaa kajian ekonomi politik yang dijelaskan oleh kanda Hapri Mokoagow tentunya dengan bermacam ragam menimbul analisa, teori, pertanyaan serta kritik tentunya juga tidak luput dari saran dan solusi untuk mengoptimalisasikan kerancuhan sistem ekonomi politik di negara kita. Seperti menyimpulkan penjelasannya bahwa ternyata dari semua untuk menciptakan masyarakat yang sejahterah dari sisi pertumbuhan ekonomi, harus melakukan penggabungan antara keterlibatan sikap menegakan ketegasan sistem regulasi setiap kelompok antar lembaga, pemerintah, masyarakat, pengusaha, buru dan petani. Dengan begitu ketelitian fenomena dan nomena akar mulut sistem ekonomi politik tercipta bukan karena semata-mata lahir dari dari setiap komuditi yang berlabel keuntungan per-individu.
 


Pengantar Taksonomi Tumbuhan

Pengantar Taksonomi Tumbuhan. Taksonomi berasal dari dua kata yaitu takson atau susunan dan nomos yang berarti hukum jadi Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan makhluk hidup. Pada intinya kalau berbicara Taksonomi berarti tidak terlepas dari Identifikasi, Klasifikasi dan Penamaan terhadap Makhluk Hidup.


Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur, kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun, ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarang dengan Carolus Linnaeus.

Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel sehingga suatu organisme baru tetap dapat dimasukkan dalam sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi.

Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. 

Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil ini kemudian dibagi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil lagi sehingga pada akhirnya terbentuk kelompok- kelompok kecil yang beranggotakan hanya satu jenis makhluk hidup

Baca Juga : Morfologi Umum Rumput

Pembagian klasifikasi yang umum digunakan sebagai berikut :

 1.Kingdom adalah kelompok terbesar dan paling umum, misal tumbuhan, hewan, atau jamur.
 2.Divisi adalah organisme yang jelas berhubungan dekat atau tingkatan takson tertinggi di dunia.
 3.Kelas adalah sebuah kelompok dari ordo-ordo dalam satu filum.
 4.Ordo adalah sebuah kelompok dari famili-famili yang jelas berhubungan dekat.
 5.Famili adalah sebuah kelompok dari genus-genus yang jelas berhubungan dekat.
 6.Genus adalah sebuah kelompok spesies-spesies yang mempunyai persamaan dan berhubungan dekat.
 7.Spesies adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan untuk menghasilkan keturunan yang fertil. (Beberapa spesies dibagi-bagi lagi menjadi subs-pesies atau varietas).

 Baca Juga : Jenis Pohon Penghasil Gaharu

Pengantar Silvikultur

Silvikultur adalah salah satu bidang ilmu dalam dunia kehutanan, baik dalam dunia perguruan tinggi maupun dalam dunia pemerintahan atau para pengusaha dan perusahaan di bidang kehutanan. Meskipun terlihat telah diterapkan dalam berbagai dunia pekerjaan namun yang namanya ilmu pengetahuan selalu berkembang biak seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Disamping itu pengetahuan-pengetahuan dasar tentang Silvikultur wajib untuk diketahui dan dipahami sehingga dalam mengaplikasikannya dapat berjalan dengan baik dan benar.



Berikut adalah pengertian Silvikultur yang dapat kita bahas sebagai berikut :

Silvikultur berasal dari dua kata yaitu Sylvo, Sylvi atau Sylva yang berarti hutan dan kultur atau culture yang berarti budaya atau budidaya jadi Silvikultur dapat dikatakan sebagai budidaya hutan atau ilmu yang mempelejari tentang teknik pengelolaan tanaman, baik itu tanaman kehutanan atau tanaman pertanian secara umum. Kenapa Pertanian secara umum..?? sebab kalau berbicara Pertanian secara umum berarti di dalamnya sudah termasuk Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan sehingga kita sering mengenal agroforestri dalam dunia Kehutanan. Silvikultur bisa dikatakan seni menghasilkan dan memelihara hutan dengan menggunakan pengetahuan silvik untuk memperlakukan hutan serta mengendalikan susunan dan pertumbuhannya.
  
Baca : Pengertian Silvikultur 

Ilmu Silvikultur juga mempelajari tentang cara-cara mempermuda hutan baik secara alami dan buatan, serta pemeliharaan tegakan Pohon sepanjang hidupnya. 

Banyak hal yang dipelajari dalam silvikultur, misalnya tentang pemupukan, Persemaian, Pemeliharaan, Penjarangan, Pemangkasan dan masih banyak lagi. 

Silvikultur dalam  kehutanan adalah seperti agronomi dalam pertanian yaitu berkaitan dengan upaya-upaya penerapan teknologi untuk  jenis-jenis tanaman yang diusahakan. Metode-metode untuk pembangunan dan pemeliharaan komunitas pepohonan dan vegetasi lain yang bermanfaat bagi manusia.

Menurut Daniel, dkk., (1992), tindakan silvikultur tidak hanya untuk  mendapatkan produk yang kuantitas dan kualitasnya terbaik, tetapi juga harus mampu memberikan keuntungan yang maksimal.

Menurut Smith (1986), pengetahuan yang berkaitan dengan silvika (ekologi), fisiologi tumbuhan, perlindungan hutan, ilmu tanah merupakan ilmu-ilmu yang harus dipelajari oleh rimbawan karena erat keterkaitannya dengan pelaksanaan tindakan-tindakan silvikultur. Pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh secara langsung dari praktek-praktek silvikultur di lapangan langsung yang merupakan hasil-hasil penelitian yang tidak formal juga dapat merupakan suatu wahana untuk dapat memahami dan membuktikan kebenaran pengetahuan formal yang telah ada, serta untuk menerapkan dan membuktikan ide-ide baru dalam praktek di lapangan.  

Baca Juga : Klasifikasi Keanekaragaman Hayati 

Artworker

Karya: Saroya Rizkiya Anggi

Genre: Drama romantis (semoga) 

Saroya Rizkiya Anggi

Awalnya, aku menganggapnya sebagai pengganggu usaha menyepiku yang susah payah pindah dari kota ke kaki gunung demi mencari inspirasi untuk proyek besar sebagai seniman patung. Teman sesama seniman dari luar negeri meminta untuk berpartisipasi di pameran yang akan diadakannya dua bulan lagi dan aku bahkan belum punya konsep yang matang di kepalaku. Sebagai laki-laki, proyek ini adalah pertaruhan harga diri. Sudah beberapa percobaan yang kubuat tapi semuanya sampah. Aku prustasi. Tepat ditengah kebingungan mengejar waktu itu, aku melihatnya berjingkat-jingkat ditengah semak belukar di depan rumah yang hanya, entah sudah berapa lama dia mencoba melepaskan diri dari sana, hingga akhirnya badannya roboh. Kaget, dengan cepat diriku berlari menolongnya. Dan saat itulah pertemuan pertamaku dengannya.
Rusti, begitu dia menyebut namanya. Kalau tidak mengaku bahwa dia janda, aku tak akan pernah tahu kenyataan itu. Wajahnya tak tampak seperti orang yang sudah menikah. Rambut ikal hitam sebahu, kulit coklat, tapi wajahnya bersih dan punya senyuman yang manis. Temperamen suaminya yang gampang meledak, membuat Surti tak tahan. Bahkan keguguran akibat kondisi psikologis yang kacau karena masalah itu membuatnya trauma mengandung lagi. Hingga saat bercerai, Surti tak pernah benar-benar merasakan menjadi seorang ibu. Dia memohon-mohon agar tidak mengatakan keberadaannya pada siapapun. Di tempat ini janda merupakan aib, bentuk kegagalan memalukan yang dipercaya akan memberikan kutukan berupa bencana alam dan paceklik pada desa sehingga tak ada satupun janda yang diizinkan untuk tinggal di sini. Rusti bersembunyi di tempat rahasia agar dia masih bisa diam-diam menjenguk orang tuanya ketika penduduk desa terlelap.
Sejak pertemuan itu, Surti sering datang. Pagi buta jam 3 membelah hutan kecil di sekeliling rumah sambil membawa obor. Dia tak takut, sudah biasa. Waktu yang tepat untuk pergi kemanapun yang disuka, karena tak ada seorangpun yang akan memergokinya. Kadang Surti membawa ketela pohon yang tumbuh liar disekitar hutan. Menemaniku ngopi, sementara tanganku menatah batu untuk proyek itu, dia mengajakku mengobrol menanyakan ini itu dan melihat karya-karya lamaku.
“Wuah…,” Surti menganga di depan benda yang diangkatnya tinggi-tinggi, “ini patung siapa? Mirip denganku,” kuingat katanya suatu hari ketika dia mengunjungiku. Aku menertawakan ekspresi terkejutnya yang tampak lugu, tapi aku setuju pendapat Surti bahwa patung ibuku itu mirip dengannya, walaupun ingatan tentang ibu sudah lama kabur. Patung itu kubuat ketika usiaku 20 tahun, tepat setelah bibi memberikan satu-satunya foto yang dimilikinya padaku. Walaupun tak pernah sekalipun mengatakan, bibi pasti tahu bahwa aku merindukan sosok perempuan itu.
Ibu kehilangan ayah dalam kecelakaan tepat saat usiaku 6 tahun, dan setelah itu, kehidupan keluargaku berubah seperti neraka. Ibu meninggalkanku pada bibi, pergi ke tempat yang tak kuketahui dan mengunjungiku seminggu sekali. Sebulan berlalu keadaan seperti itu, tiba-tiba ibu pulang dalam keadaan tak bernyawa. Aku tak tahu apa yang terjadi tapi jenazah ibuku penuh luka memar dan sayatan. Rasa ngeri saat melihatnya membuatku langsung mendekap erat boneka kesayanganku, benda pemberian ibu satu-satunya. Setiap kali ditanya tentang hari itu, aku berpura-pura tak mengingatnya sambil diam-diam mengabaikan bayangan yang masih jelas berkelebatan.
Sudah seminggu Surti tak berkunjung. Ketiadaan pengganggu itu meninggalkan perasaan aneh yang menyiksa. Aku kesepian. Khawatir diriku jika dia sudah diusir penduduk desa dan tak sempat pamit. Kulirik peti kayu yang berisi karya yang akan kukirimkan ke luar negeri. Kuselesaikan semalam, tadinya akan kuperilhatkan pada Surti sebelum berpindah tangan, tapi dia menghilang.
Tercenung aku melamunkan bemacam-macam hal, sampai tiba-tiba mataku menangkap sosok yang kukenal. “Surti!” teriakku, “i…ini siang hari kenapa kamu kesini?” kataku gugup sambil menghampiri Surti yang berdiri di halaman. Wajah Surti berubah. Begitu di hadapannya, dia mencengkram lenganku kuat. Wajahnya penuh keringat, dengan nafas tidak santai dan matanya yang memandang tak tentu arah aku tahu dia sedang ketakutan.
“Apa yang terjadi? Ayo kita ke dalam, kamu tidak boleh diluar terlalu lama, bagaimana kalau ada yang melihatmu?” setengah kutarik tangannya. Surti bertahan, dia menggeleng cepat.
“Danang, tolong aku…tolong aku…” itu yang kutangkap dari gerak bibir Surti yang lemah. Belum sempat aku mencerna kata-katanya, terdengar suara gaduh mendekat, menyibak semak di sekeliling rumah dengan belati yang mereka bawa. Warga desa.
Mereka mendekat dengan langkah cepat, wajah mereka yang merah padam, merengut, tanpa senyum, memunculkan urat-urat kecil di sekeliling dahi. Menakutkan. Sigap, laki-laki bertangan kekar berkulit hitam merampas Surti yang berlindung di belakangku.
“Apa yang kalian lakukan?!” teriakanku menggema. Tanpa berbicara, mereka menyeret Surti. Terlihat kesakitan, Surti mencoba melepaskan diri, menangis sambil sesekali menatap dengan tatapan pilu. Tak terima, aku menghalangi mereka sekuat tenaga. Mencobaku merebut Surti kembali, tapi kemudian terlempar oleh tendangan keras yang mengenai ulu hati. Aku muntah darah. Mereka lebih banyak. Lebih kuat. Pemimpin mereka memberikan aba-aba, lalu dua orang berbadan besar memegangiku, menghalangi menyelematkan Surti.
“Lepaskan dia! Kalian tidak boleh membawanya!” Jangan!”
Warga desa semakin banyak berdatangan. Kata-kata itu memberondong keluar dari mulutku terus menerus. Semakin banyak orang yang menahanku, memegangi seluruh tubuh. Aku kelesotan di tanah, berusaha lepas sampai lemas. Ditengah tenaga yang makin habis, aku melihat peristiwa memilukan bagaimana samar-sama Surti semakin diseret menjauh, sambil berkali-kali menengok, memohon pertolongan. Aku merasa tak berdaya, air mata mengalir. Semakin kencangku berteriak serak memanggil namanya. Perasaan sesak di dada menyebar seketika, mengingat bahwa manusia tak berguna ini belum sempat mengakui perasaan pada wanita yang gagal diselamatkannya. Aku terbatuk-batuk hebat mengeluarkan cairan merah dari mulut, badan remuk redam, kepalaku sakit. Penglihatanku semakin kabur hingga akhirnya tak jelas lagi. Gelap.
****
Dua orang laki-laki berseragam turun dari motor. Berjalan mendekati rumah kayu tanpa tetangga di kiri kanannya, memandang rumah sedehana itu dengan wajah takjub. Hampir satu jam mereka berkendara menembus hutan, kalau bukan karena arahan dari penduduk desa. Tak akan ketemu rumah tersembunyi ini.
Pemandangan yang indah dan udara yang bersih, memang membuat tempat ini amat cocok untuk orang yang ingin mengasingkan diri. Sejarah ketidakramahan zaman dulu dimana penduduk desa ini pernah memandang janda sebagai virus ebola hingga tak pernah menerimanya menetap di desa untungnya sudah berakhir sejak 24 tahun yang lalu. Sekarang praktek itu tak berlaku. Membuat semua orang bernafas lega.
Rumah ini dulu ditinggali oleh keluarga kecil, lalu tiba-tiba ditinggalkan pemiliknya begitu saja bertahun-tahun lamanya, tapi dua bulan lalu ada seorang laki-laki berusia tiga puluhan yang mengaku anak pemilik rumah itu tinggal dan menetap di sana. Semuanya tampak baik-baik saja hingga suatu hari pencari serangga menemukan laki-laki itu terkapar, meronta-ronta memanggil nama seseorang dalam kondisi setengah sadar.
Begitu masuk, mereka disuguhi pemandangan studio seni. Alat-alat pahat dan patung-patung berserakan dimana-mana. Mereka berkutat di rumah itu sekitar dua jam. Mengambil buku-buku diary dan dokumen yang dirasa memberikan informasi yang diperlukan.
“Kenapa boneka ini tergeletak di sini?” tanya laki-laki bertubuh kurus setelah tak sengaja kakinya menginjak boneka dari kain belacu penuh tambal yang tergeletak di halaman, tepat saat mereka akan meninggalkan rumah kayu itu. Ketika membalik badan boneka berambut keriting itu, mereka menemukan bordiran dari benang woll yang tampaknya membentuk sebuah kata. Begitu membacanya, dua petugas itu saling memandang.
Salah seorang dari mereka mulai mengeluarkan setumpuk kertas yang dibawa. Memeriksa lagi dokumen berisi data-data dari “tamu” bernama Danang Danarhadi yang kemarin di bawa ke tempat kerjanya. Di dalam dokumen itu tertulis beberapa daftar istilah seperti halusinasi, delusi, pikiran kacau, perubahan perilaku yang kotak disampingnya telah dibubuhi tanda centang. Menurut data yang sudah dikumpulkan, boneka itu merupakan hadiah pemberian seorang ibu pada anaknya. Walaupun tak dikatakan, jelas sekali terlihat kalau boneka itu bikinan tangan. Benda penting, petugas rumah sakit itu memutuskan untuk memasukkan boneka yang terukir nama “Surti” itu ke dalam tas, berkumpul bersama barang-barang yang mereka bawa dari dalam rumah, sambil mengingat-ingat penyakit tamu barunya yang didiagnosis menderita skizofrenia.

Sistem Penginderaan Ruas Dirgantara

Ruas dirgantara adalah salah satu dalam penginderaan jauh yang memungkinkan wahana udara beroperasi untuk melakukan penginderaan permukaan bumi. Berbeda dengan ruas antariksa yang merupakan salah satu unsur dalam sistem penginderaan jauh tempat wahana penginderaan bumi (baik berupa satelit maupun pesawat ruang angkasa) menetap dalam jalur orbit tertentu. Orbit tersebut dapat berupa orbit geostasioner, selaras surya (sunsynchronous) maupun orbit khusus  dan memungkinkan wahana untuk menatap menetap dalam orbit dalam jangka lama, ruas dirgantara membatasi kemampuan wahana untuk mampu mengangkasa dalam jangka terbatas dan bergantung dengan kondisi cuaca. Wahana yang dapat dipergunakan dalam ruas dirgantara antara lain : pesawat udara berawak, pesawat udara tak berawak, balon udara layang-layang dan sebagainya. 

Berikut ini kita hanya akan melihat salah satu wahana yaitu wahana pesawat udara sebab wahana pesawat udara sebagai wahana yang sangat lazim dan mampu membawa beberapa jenis penginderaan yang antara lain :
    1.   Potret Udara
Potret Udara adalah salah satu wahana penginderaan jauh tertua dan masih dimanfaatkan sampai saat ini. Generasi awal potret udara mempergunakan media film untuk merekam kenampakan permukaan bumi. Teknologi potret udara kemudian berkembang menjadi piranti digital sehingga media rekam berubah dari film menjadi harddisk atau media rekam sejenisnya.
    2.   Video Udara
Konsep video udara secara mendasar sama dengan konsep kamera video pada umumnya. Perbedaan yang utama adalah kamera ini diarahkan ke bawah pesawat pengangkut serta dihubungkan dengan piranti GPS untuk menandai koordinat lokasi. Sistem ini sesuai untuk kegiatan pengintaian atau pemantauan yang berkaitan dengan penegakan hukum.
    3.   Radar Udara
Radar udara atau Radio detection and Ranging adalah penginderaan yang bekerja pada spektrum gelombang mikro aktif. Penginderaan radar yang diangkut pesawat udara terdiri atas beberapa jenis, antara lain : SLAR, SAR dan Radar Interferometri. Masing-masing jenis memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Secara umum citra Radarmemiliki keunggulan dibanding potret udara dalam hal kemampuan menembus awan. Akan tetapi gambaran yang tampak pada citra radar tidak sesederhana potret udara sehingga pemanfaatanya tidak seluas potret udara.
    4.   Lidar
Lidar atau Light Detection and Ranging adalah sistem penginderaan yang bekerja serupa dengan radar. Jika sistem radar mempergunakan gelombang mikro maka Lidar mempergunakan spektrum cahaya. Penginderaan Lidar yang diangkut oleh pesawat udara akan memancarkan berkas cahaya dengan frekuensi tinggi dan merekam sinyal pantulanya. Rekaman sinyal pantulan ini berasal dari permukaan tanah dan pucuk tajuk. Perbedaan sumber sinyal pantul ini setelah dianalisis dapat dipergunakan untuk membuat peta DEM sekaligus tinggi liputan vegetasi yang berada di atasnya. Penginderaan Lidar juga dapat dimanfaatkan untuk pemetaan batimetri (kedalaman dasar laut)

Cara Membuat Grid Geografis dan UTM pada Peta

Cara Membuat Grid Geografis dan UTM pada Peta. Biasanya pada proses pembuatan peta sering teman-teman melihat grid atau garis yang menghubungkan titik koordinat yang sama. Nah, pada grid tersebut biasanya terdapat dua koordinat yang saya yakin pasti teman-teman sendiri yang membaca artikel sudah mengetahuinya, terdapat koordinat geografis dan koordinat UTM, untuk lebih jelasnya teman-teman silahkan bisa lihat pada
Jika teman-teman telah membaca Cara Membuat Grid pada Peta berarti teman-teman telah mengetahui proses awalnya dan artikel sekarang adalah lanjutan dari Cara Membuat Grid pada Peta tersebut.
Setelah teman-teman masuk pada Layers - Properti - Grid - New Grid dan sampai pada tampilan grid and graticules wizard (perhatikan gambar dibawah ini)


nah, pada tampilan gambar tersebut terdapat pilihan jika teman-teman memilih graticule maka tampilan angka gridnya adalah koordinat geografis dan jika teman-teman memilih measure grid maka tampilan angka koordinatnya adalah koordinat UTM. Baik, sekarang menggunakan graticule sebagai contoh kali ini. 
Untuk membuat Grid UTM maka teman-teman harus memilih measure grid maka tampilanya akan seperti ini ( perhatikan gambar dibawah)


dan jika teman-teman berencana akan membuat grid geografis maka teman-teman harus memilih graticule maka tampilanya akan seperti ini ( perhatikan gambar dibawah)


Pasti teman-teman bisa melihat perbedaan dari gambar – gambar tersebut terutama pada angka-angkanya dan selanjutnya teman-teman tinggal mengikuti arahan dari petunjuk tersebut dengan mengklik next sampai finish (perhatikan ganbar dibawah), seperti yang teman baca pada artikel sebelumnya (Cara Membuat Grid pada Peta)

Untuk lebih jelas lagi, silahkan lihat video tutorialnya DISINI
 
Sekian pembahasan kali ini, jika ada yang ingin share silahkan berkomentar di kolom komentar.
Terimakasih.

Cara Membuat Grid pada Peta

Cara Membuat Grid pada Peta. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan Selamat Malam sebab saya menulis artikel ini pada pada malam hari hehe.
Baik, kali ini saya akan share tentang cara membuat Grid pada peta dan perangkat lunak atau Softwear yang saya gunakan adalah ArcGIS versi 10.1, biasanya Grid ini dibuat pada layout peta, dimana grid itu sendiri adalah garis atau titik yang mengubungkan dua koordinat yang sama pada kiri dan kanan atau Bujur Timur (BT) dan  pada bagian atas dan bawah peta atau Lintang Utara (LU) baik itu koordinat geografis ataupun koordinat UTM (Universal Transverse Mercator). Namun, ada juga yang kadang tidak menggunakan garis atau titik. Pada dasarnya model Grid tergantung pada operator GIS atau orang yang membuat peta, kadang mereka menggunakan grid bentuk garis dan kadang juga mereka menggunakan grid bentuk titik dan ada juga yang tidak menggunakan garis atau titik dan hanya membiarkan kosong (tanpa bentuk garis atau titik).

Baca Juga : Cara Instalasi ArcGIS 10.1
Perhatikan Contoh Gambar di Grid di bawah ini :
Gambar Grid Garis

Gambar Grid Titik
Gambar Tanpa Garis dan Titik
Nah, diatas adalah contoh gambar yang teman-teman bisa lihat, berikut kita akan melangkah pada  cara membuat Grid pada layout peta :
Pada proses pembuatan ini berarti peta yang teman-teman buat pada biasanya sudah siap untuk dicetak karena biasanya setelah semua data dimasukan dan diolah barulah proses pembuatan grid ini dilakukan.
    1.   Langakah pertama
Klik kanan pada layers dan pilih properti ( peratikan gambar dibawah ini)


    2.   Langkah kedua
Pada tampilan properti pilih grid kemudian pilih new grid (perhatikan gambar dibawah)

    3.   Langkah ketiga
Akan muncul tampilan grid and graticules wizard (perhatikan gambar dibawah ini)

nah, pada tampilan gambar diatas terdapat pilihan, jika teman-teman memilih graticule maka tampilan angka gridnya adalah angka koordinat geografis dan jika teman-teman memilih measure grid maka tampilan angka koordinatnya adalah koordinat UTM. Baik, sekarang kita menggunakan graticule sebagai contoh kali ini.

Baca Juga : Cara Membuat Grid Geografis dan UTM pada Peta
    4.   Langkah
Setelah memilih garicule, silahkan teman-teman melanjutkan dengan memilih next dan next saja seterusnya sampai finish (perhatikan gambar dibawah)

Sekarang grid pada peta hasil buatan teman-teman telah jadi, apabila pada saat mencoba cara diatas dan belum berhasil silahkan diperhatikan secara baik semua proses diatas kembali atau bisa langsung sampaikan di kolom komentar dibawah.
Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Baca Juga : Mengenal Fitur Utama ArcGIS 10.1