Februari, di Ujungnya.

Oleh : Sei Handayani



Aku ingin bertemu seseorang yang istimewa hari ini. Lebih istimewa dari matahari yang terbit lewat bahu kirimu.

Seseorang dengan mata yang teduh dan bulan sabit yang kerap rebah di atas dagunya. Seseorang yang memanggil namaku dengan jelas dan lembut. Seseorang yang akan menyalami tanganku beserta segala masa lalu yang pernah menyalamiku.

Aku tidak berharap ia memelukku hari ini, sebab pelukan akan membuat hari menjadi singkat. Aku ingin berlama-lama menatap wajahnya, menikmati suara, bentuk bibirnya kala tertawa, melirik lengannya yang menarik dan mengagumi isi kepalanya. Lalu, dalam diam, kutuliskan puisi tentangnya, puisi paling syahdu, tak kan terlupa siapapun yang membaca.

Aku ingin bertemu seseorang yang istimewa hari ini. Lebih istimewa dari matahari yang terbit lewat bahu kirimu.

Medan, 29 Februari 2016 

(Baca Juga Karya Sei Handayani : Negeri di Timur)

Mengeluh itu Manusiawi

Jejak cerita berjalan dalam irama detik, menyusuri lorong-lorong waktu yang terus bergerak. Langkah demi langkah menari bebas seakan sembari terdiam dalam senyuman demi menyentuh beragam jalan dan lorong menuju keabadian. Dia, Dia, Dia Dialah Sang Pemilik Keabadian dalam keharmonisan cinta. Multi rasa dan usaha bercermin dari segala arah maka Kita akan berada dalam batas nafas dan kesadaran untuk berpelukan dengan kenyataan.


Manusia tak sempurna sebab kesempurnaan hanya milik Sang Maha Pemilik Kesempurnaan itu sendiri, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Problematika kehidupan yang datang silih berganti merupakan bentuk kewajaran dalam kontek normal dinamika kehidupan yang selalu bersahabat dengan wajah zaman yang terus berganti. Beragam bentuk kehidupan di dunia ini selalu diberikan pilihan. Oleh sebab itu, kita sering mendengar sebutan-sebutan Hidup adalah Pilihan. Kita yang memilih baik atau kurang baik jalan hidup dan menikmati segala bentuk nikmat Tuhan yang tak terhingga di dunia ini.


Hidup adalah berusaha dan berdoa sembari dihiasi dengan nilai-nilai kesabaran meskipun sabar itu ada batasnya namun yang harus kita lakukan adalah selalu berusaha untuk memperluas batasanya dengan cara belajar untuk mengontrol dan mengendalikan rasa sabar itu sendiri. Begitu pula dengan marah yang juga ada batasnya oleh karena itu kita diharuskan untuk bisa memamahi dan mengendilakan kemarahan yang tak bisa dipungkiri menyatu dengan raga ini. Sama halnya dengan sedih, sama berlakunya dalam bentuk pengendalian dalam diri, ingat ! segala sesuatu yang berlebihan itu susah untuk mendatangkan kenyamanan, baik kenyaman jiwa maupun raga.


Beragam karakter manusia lahir dalam genetika dan campur tangan lingkungan sebab manusia memiliki sifat bawaan dari garis keturunan dan manusia juga merupakan produk dari lingkungan sekitar maka manusia di ingatkan untuk selalu dapat mengendalikan langkah-langkah kehidupan dalam bingkai kebijaksanaan.

Beragam problematika kehidupan selalu mengampiri dengan sentuhan yang berbeda-beda. Multi karakter yang hadir dalam rumah realita menjadikan kita selalu berusaha untuk tegar, sabar dan jangan putus asa. Namun tak dapat dipungkiri setegar apapun kita, sesabar apapun kita, sebijaksana apapun kita, kita tidak pernah lumut dari sifat mengeluh.

Mengeluh kepada orang tua, saudara dan teman bahkan mengeluh kepada Sang Pencipta. Kenapa begini ? dan kenapa begitu ? banyaknya pertanyaan berbanding lurus dengan keluhkesah yang direspon dari pemikiran dan tindakan. 


Mengeluh itu manusiawi sebab kembali lagi bahwa manusia tidak sempurna dan manusia memiliki beragam rasa yang salah satunya yaitu sedih. Memang dalam menjalani hidup dan kehidupan dianjurkan untuk lebih banyak bersyukur dari pada mengeluh sebab kita kadang sering melihat kelebihan orang lain akan tetapi kita jarang atau tidak pernah melihat kekurangan orang lain. Kita mungkin masih mendapatkan makanan secukupnya tapi bagaimana dengan orang-orang lain yang mungkin kekurangan makanan. Dengan melihat kebawah, kepada orang-orang yang kurang mampu maka kita akan bersyukur tetapi bila kita melihat orang-orang yang lebih serba kecukupan dari kita maka yang ada hanyalah keluhan.


Sama halnya dalam menghadapi beragama macam tantangan dalam hidup dan kehidupan, setegar apapun kita pasti ada suatu titik dimana kita akan mengeluh dengan tantangan tersebut. Namun bagi Admin keluhan itu manusia dan sah-sah saja, keluhan akan menjadi masalah jika kita larut dan tenggelam dalam keluhan kita sendiri sehingga membuat kita sulit untuk berbikir bijak dalam mengahadapi berbagai macam tantangan kehidupan dengan solusi-solusi alternatif yang baik. Keluhan itu wajar sebab dengan mengeluh juga dapat melepas dan menyegarkan pikiran yang lelah. Namun selalu yang harus kita ingat pahami dan berusaha untuk tetap jalankan yaitu perbanyaklah rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan perbanyak syukur akan lebih memupuk rasa sabar dan rasa bijaksana kita dalam sentuhan ketegaran menjalani hidup dan kehidupan yang berlangsung dan pada akhirnya kita juga akan dapat berguna buat orang lain.

Pulau Gantenae di Kepulauan Joronga

Gantenae adalah sebuah nama yang diberikan kepada sebuah pulau kecil yang indah di Desa Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Kenapa Admin mengatakan pulau yang indah ? Sebab pulau kecil yang di hiasi oleh pasir putih dan diteduhkan dengan pohon Cemara membuat pulau tersebut tampak indah dari kejauhan sehingga membuat penasaran bagi siapa saja yang lewat disitu untuk menginjakan kaki di pasir putih dan memanjakan mata dengan pemandangan pohon Kasuari yang berjejer di tepi pantai.

Pulau Gantenae

Pulau Gantenae sendiri dimanfaatkan oleh masyarakat desa Kukupang untuk membudidayakan Kerang Mutiara. Proses pembudidayaan itu sendiri di fasilitasi oleh sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Jadi, setiap harinya masyarakat dari desa Kukupang melakukan aktifitas mereka menggunakan perahu motor menuju pulau Gantenae tersebut.

Untuk menuju ke pulau Gantenae memang cukup perjalanan yang cukup panjang yaitu mulai dari Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara dari situ anda dapat menggunakan kapal motor menuju ke Kabupaten Halmahera Selatan tepatnya di kota Babang perjalanan menuju kota Babang pun hanya dapat dilalui lewat perjalanan laut sebab di Maluku Utara sendiri termasuk dalam daerah kepulauan. Namun, anda jangan khawatir karena transportasi laut menuju kota babang Halmahera Selatan sangat lancar dan setiap hari selalu lancar.

Gambar Google Earth

Setibanya di Kota Babang Halmahera Selatan, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju desa Kurunga atau Desa Kukupang sebab kedua desa tersebut sangat dekat dengan Pulau Gantenae tersebut meskipun dalam hitungan jarak tempuh masih lebih berdekatan dengan desa Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga. 

Kedua Desa tersebut dapat di tempuh dengan kapal motor maupun spee boat dengan lama perjalanan sekitar 6 jam yang menjadi lebih menambah pengalaman dalam melakukan perjalanan karena perjalanan kapal motor atau speed boat tersebut juga akan singgah di beberapa desa sebelum sampai di desa Kurunga atau Kukupang. 

Dalam melakukan perjalanan Admin sarankan agar persiapkan alat dokumentasi sebaik-baiknya karena kalian akan melewati gugusan pulau-pulau yang menarik dalam perjalanan nantinya, apalagi kalau sudah sampai di Kepulauan Joronga.

 
Setelah tiba di Desa Kurunga atau Kukupang Admin sarankan beristirahatlah dan nanti esok harinya barulah melakukan perjalanan ke Pulau Gantenae. Perjalanan menuju pulau mengunakan tranportasi laut yaitu perahu motor para nelayan yang disewakan.


Semoga tulisan bermanfaat buat kalian semua, sebagai bentuk informasi yang di share di blog ini. Apabila ada yang mau bertanya atau memberikan saran, silahkan melalui kolom komentar di bawah atau bisa juga lihat video perjalanan Admin di bawah ini

Silahkan lihat video Pulau Gantenae di Kepulauan Joronga DISINI



Terimakasih.


(Baca Juga Pesona Pulau Sambiki di Kepulauan Sula)

Sebut Saja Puisi

Oleh : Moksa


sebelum kopiku habis
dan ampasnya tandas
aku berpikir menulis
sebait kata-kata tak
sampai buta, namun
cukup kau sebut puisi

lalu kupandangi tehmu
itu mulai bercumbu
dengan angin, dan suara
namanya sunyi berlalu
dan beberapa sepi di tepi

percakapan tanggung
sekaligus canggung,
lalu lahir ini, apa ini
tak tahulah, terserahlah
cukupkan saja ini
sebutlah puisi buatmu

Aoska

Jakarta, 2016

Memahami Evaluasi Pendidikan

Evaluasi Pendidikan

Pengukuran, penilaian dan evaluasi merupakan kegiatan yangbersifat hierarki. Artinya ketiga kegiatan tersebut dalam kaitannya denganproses belajar mengajar tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan dalampelaksanaannya harus dilaksanakan secara berurutan.
Pengukuran.Pengukuran dapat diartikan dengan kegiatan untuk mengukursesuatu. Pada hakekatnya, kegiatan ini adalah membandingkansesuatu dengan atau sesuatu yang lain (Anas Sudijono, 1996: 3) Jikakita mengukur suhu badan seseorang dengan termometer, ataumengukur jarak kota A dengan kota B, maka sesungguhnya yang sedang dilakukan adalah mengkuantifikasi keadaan seseorang atautempat kedalam angka.
Karenanya, dapatdipahamibahwa pengukuranitu bersifat kuantitatif.Menurut Mardapi (2004: 14) pengukuran pada dasarnya adalahkegiatan penentuan angka terhadap suatu obyek secara sistematis.Karakteristik yang terdapat dalam obyek yang diukur ditransfermenjadi bentuk angka sehingga lebih mudah untuk dinilai.aspek-aspek yang terdapat dalam diri manusia seperti kognitif, afektif danpsikomotor dirubah menjadi angka.
Karenanya, kesalahan dalammengangkakan aspek-aspek ini harus sekecil mungkin. Kesalahanyang mungkin muncul dalam melakukan pengukuran khususnyadibidang ilmu-ilmu sosial dapat berasal dari alat ukur, cara mengukurdan obyek yang diukur.Pengukuran dalam bidang pendidikan erat kaitannya dengan tes.Hal ini dikarenakan salah satu cara yang sering dipakai untukmengukur hasil yang telah dicapai siswa adalah dengan tes. Selaindengan tes, terkadang juga dipergunakan nontes. Jika tes dapatmemberikan informasi tentang karakteristik kognitif dan psikomotor,maka nontes dapat memberikan informasi tentang karakteristik afektif obyek.
Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation; dalam bahasa Arab: al-Taqdir; dalam bahasa Indonesia berarti: penilaian. Akar katanya adalah value; dalam bahasa Arab: al-Qimah; dalam bahasa Indonesia berarti nilai. Dengan demikian secara harfiah, evaluasi pendidikan (educational evaluation = al-Taqdir al- Tarbawiy)dapat diartikan sebagai Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan intrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan.
Ada tiga hal yang saling berkaitan dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yaitu evaluasi, pengukuran dan tes.Ketiga istilah itu sering disalah artikan sehingga tidak jelas makna dan kedudukannya. Gronlund mengemukakan evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis dan intrepretasi informasi/data untuk menentukan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Pengukuran adalah suatu proses yang menghasilkan gambaran berupa angka-angka mengenai tingkatan ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh individu (siswa). Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis untuk mengukur suatu sampel prilaku.

A.      Evaluasi pendidikan adalah:

1)        Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan;
2)        Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan.
Pengukuran yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan measurement dan dalam bahasa Arabnya adalah muqayasah, dapat diartikan sebagai kegiatan yag dilakukan untuk “mengukur’ sesuatu. Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan sesuatu dengan atau atas dasar ukuran tertentu. Pengukuran yang bersifat kuantitatif itu, dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1)        Pengukuran yang dilakuka bukan untuk menguji sesuatu: misalnya, pengukuran yang dilakuka oleh penjahit pakaian mengenai panjang lengan, panjang kaki, leher bahu, ukuran pinggang dsb.
2)        Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu; misalnya, pengukuran untuk menguji daya tahan per baja terhadap tekanan berat, pengukuran untuk menguji daya tahan nyala lampu pijar, dsb.
3)        Pengukuran untuk menilai, yang dilakukan denga jalan menguji sesuatu; misalnya, mengukur kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai rapor yang dilakukan dengan menguji mereka dalam bentuk tes hasil belajar. Pengukuran jenis ketiga inilah yang biasa dikenal dalam dunia pendidikan.
“Penilaian” berarti menilai sesuatu. Sedangkan menilai itu mengandung arti: mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang pada ukuran baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh dan sebagainya. Jadi penilaian itu sifatnya adalah kualitatif.Sedangkan “evaluasi” adalah mencakup dua kegiatan yang telah dikemukakan terdahulu, yaitu mencakup “pengukuran” dan “penilaian”. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu. Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai itu, dilakukanlah pengukuran, dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian, dan pengujian inilah yang dalam dunia kependidikan dikenal dengan istilah tes.

B.       Aspek evaluasi hasil belajar dilakukan terhadap tiga bidang yaitu:

1)        Kemampuan /pengetahuan kognitif
2)        Aspek sikap/ afektif
3)        Dan keterampilan/psikomotorik.

C.      Pada umumnya ada tiga sasaran pokok evaluasi yaitu:

1.      Segi tingkah laku, artinya segi-segi yang menyangkut sikap, minat, perhatian, keterampilan murid sebagai akibat dari proses belajar mengajar.
2.      Segi pendidikan, artinya penguasaan pelajaran yang diberikan oleh guru dalam proses belajar mengajar.
3.      Segi yang menyangkut proses belajar mengajar yaitu bahwa proses belajar mengajar perlu diberi penilaian secara obyektif dari guru. Sebab baik tidaknya proses belajar mengajar akan menentukan baik tidaknya hasil belajar yang dicapai oleh murid.
Evaluasi pendidikan yang dilatarbelakangi oleh pertanyaan: kapan, atau pada bagian manakah evaluasi itu seharusnya dilaksankan. Dari segi ini evaluasi pendidikan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
1)   Evaluasi formatif (al-imtihan al-yaumiy)
Dimaksud dengan evaluasi formatif ialah evaluasi yang dilaksankan di tengah-tengah atau pada saat berlangsungnya proses pembelajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan program pelajaran atau subpokok bahasan dapat diselesaikan, dengan tujuan mengetahui sejauh mana peserta didik “telah terbentuk”, sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan.
2)   Evaluasi sumatif (imtihan al-Nisf al-sanawiy)
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilaksanakan setelah sekumpulan program pelajaran selesai diberikan (berakhir); dengan kata lain: evaluasi yang dilaksankan setelah seluruh unit pelajaran selesai diajarkan. Adapun tujuan utama dari evaluasi sumatif ini adalah untuk menentuka nilai yang melambangkan keberhasilan peserta didik, setelah mereka menempuh program pengajaran dalam jangka waktu tertentu.

D.      Tujuan Evaluasi Pendidikan

1.        Tujuan Umum

Secara umum, tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan ada dua, yaitu:
a.         Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain tujuan umum dari evaluasi dalam pendidikan adalah untuk memperoleh data pembuktian, yang aka menjadi petunjuk sampai dimana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler, setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jagka waktu yang telah ditentukan.
b.        Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selam jangka waktu tertentu. Jadi tujuan umum yang kedua dari evaluasi pendidikan adalah untuk mengukur da menilai sampai dimanakah efektivitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik.
2.        Tujuan Khusus
Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:
a.         Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan. Tanpa adanya evaluasi maka tidak mungkin timbul kegairahan atau rangsagan pada diri peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya masing-masing.
b.        Untuk mencari dan menemukan factor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidak berhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

E.       Ruang lingkup (SCOPE) evaluasi pendidikan di sekolah

Secara umum, ruang lingkup dari evaluasi dalam bidang pendidikan di sekolah mencakup tiga komponen utama, yaitu:
1.      Evaluasi program pengajaran
Evaluasi atau penilaian terhadap program pengajaran aka mencakup tiga hal, yaitu:
a)    Evaluasi terhadap tujuan pengajaran,
b)   Evaluasi terhadap isi program pengajaran
c)    Evaluasi terhadap strategi belajar mengajar
2.      Evaluasi proses pelaksanaan pengajaran
Evaluasi mengenai proses pelaksanaan pengajaran akan mencakup:
a)    Ksesuaian antara proses belajar mengajar yang berlangsung, dengan garis-garis besar program pengajaran yang telah ditentukan
b)   Kesiapan guru dalam melaksanakan program pengajaran
c)    Kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
d)   Minat atau perhatian siswa di dalam mengikuti pelajaran
e)    Keaktifan atau partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung
f)    Peranan bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa yang memerlukannya
g)   Komunikasi dua arah antara guru dan murid selama proses pembelajaran berlangsung
h)   Pemberian dorongan atau motivasi terhadap siswa
i)     Pemberian tugas-tugas kepada siswa dalam rangka penerapan teori-teori yang diperoleh di dalam kelas
j)     Upaya menghilangkan dampak negative yang timbul sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan disekolah.
3.      Evaluasi hasil belajar
Evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik ini mencakup:
a)    Evaluasi mengenai tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan-tujuan yang khusus ingin dicapai dalam unit-unit program pengajaran yang bersifat terbatas.

b)   Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan-tujuan umum pengajaran.

Contoh Laporan Simulasi Pembelajaran

A.    Hakekat dan pengertian strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB)

Telah dijelaskan bahwa salah satu kelemahan proses pembelajaran yang dilaksanakan para guru kita adalah kurang adanya usaha pengembangan kemampuan berfikir siswa. Dalam setiap proses pembelajaran pada mata pelajaran apapun kita lebih banyak mendorong agar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran. Strategi pembelajaran yang dibahas pada bab ini adalah strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Strategi pembelajaran ini pada awalnya dilancang untuk ilmu pengetahuan sosial, (ips).
Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa selama ini ips dianggap sebagai pelajaran hafalan. Namun demikian, tentu saja dengan berbagai penyesuaian. Topik, strategi pembelajaran yang akan dibahas ini juga dapat diterapkan pada mata pelajaran lain. Berdasarkan hasil penelitian, selama ini ips di anggap sebagai pelajaran kelas dua. Para orang tua siswa berpendapat ips merupakan pelajaran yang tidak terlalu penting dibandingkan dengan pelajaran lainnya, seperti ipa dan matematika (sanjaya, 2002), hal ini merupakan pandangan yang keliru. Sebab, pelajaran apapun diharapkan dapat memberikan siswa baik untuk terjun ke masyarakat maupun untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
           Kekeliruan ini juga terjadi pada sebagian besar para guru. Mereka berpendapat bahwa ips pada hakikatnya adalah pelajaran hafalan yang tidak menantang untuk berfikir.

B.     Prosedur atau langka-langka aplikasi strategi pembelajaran

CRITICAL INCIDENT (pengalaman penting)

1.      Sampaikan kepada peserta didik topik/materi yang akan dipelajari dalam pertemuan ini.
2.      Beri kesempatan beberapa menit kepada peserta didik untuk mengingat-ingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi yang ada.
3.      Tanyakan pengalaman apa yang menurut mereka tidak terlupakan.
4.      Sampaikan materi dengan mengaitkan pengalaman-pengalaman peserta didik dengan materi yang akan anda sampaikan.
Strategi ini dapat digunakan dengan maksimal pada mata kuliah/mata pelajaran yang bersifat praktis, seperti pada mata kuliah metodologi pengajaran dijurusan-jurusan keguruan. Sebagai contoh adalah dalam mata kuliah metodologi pengajaran dengan topik kelemahan metode ceramah. Disini guru/dosen dapat bertanya kepada peserta didik.
“Dari pengalaman anda belajar semenjak dari sekolah dasar sampai sekarang, apa yang anda rasakan jika seorang dosen/guru menyampaikan materi pelajaran dengan ceramah?
Dari jawaban” yang muncul guru/dosen bisa memulai kegiatan belajar dengan mengaitkan pengalaman-pengalaman” peserta didik dengan topik yang diajarkan.

C.    Metode Ceramah

Cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan ialah cara mengajar dengan ceramah. Sejak dahulu guru dalam usaha menularkan pengetahuannya pada siswa, ialah secara lisan atau ceramah.cara ini kadang-kadang” membosankan; maka dalam pelaksanaannya memerlukan ketrampilan tertentu, agar gaya penyajiannya tidak membosankan dan menarik perhatian murid. Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.

D.    Metode Diskusi

Tehnik diskusi adalah salah satu tehnik belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru disekolah. Didalam diskusi ini proses interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar-menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif tidak ada yang fasif sebagai pendengar saja. Mengajar dengan teknik diskusi ini berarti:
a.       Kelas dibagi dalam beberapa kelompok.
b.      Dapat mempertinggi partisipasi siswa secara individual
c.       Dapat mempertinggi kegiatan kelas sebagai keseluruhan dan kesatuan
d.      Rasa sosial mereka dapat dikembangkan, karena bisa saling membantu dalam memecahkan soal, mendorong rasa kesatuan.
e.       Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat
f.       Merupakan pendekatan yang demokratis
g.      Memperluas pandangan
h.      Menghayati kepemimpinan bersama-sama
i.        Membantu mengembangkan kepemimpinan
Namun, demikian teknik ini juga ada kelemahannya seperti:
a)      Kadang-kadang bisa terjadi adanya pandangan dari berbagai sudut bagi masalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembicaraan menjadi menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang. Untuk mengatasi hal ini instruktur harus menguasai benar-benar permasalahannya, dan mampu mengarahkan pembicaraan, sehingga bisa membatasi waktu yang diperlukan.
b)      Dalam diskusi menghendaki pembuktian logis, yang tidak terlepas dari fakta-fakta, dan tidak merupakan jawaban yang hanya dugaan atau coba-coba saja. Maka pada siswa dituntut kemampuan berfikir ilmiah, hal mana itu tergantung pada kematangan, pengalaman dan pengetahuan siswa.
c)      Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
d)     Peserta mendapat informasi yang terbatas
e)      Mungkin dikuasai orang-orang yang suka berbicara
f)       Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal

E.     Metode Tanya  Jawab

Menyampaikan pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban, atau sebaliknya siswa diberi kesempatan bertanya dan guru yang menjawab pertanyaan.
a)      Kelebihannya
Ø  Sebagai ulangan pelajaran yang telah lalu
Ø  Sebagai selingan dalam menjelaskan pelajaran
Ø  Untuk merangsang siswa agar perhatian mereka lebih terpusat pada msalah yang sedang dibicarakan.
Ø  Untuk mensarankan proses berfikir siswa
b)      Kekurangannya
Ø  Waktu yang digunakan dalam pelajaran tersita dan kurang dapat dikantor dan secara baik oleh guru karena banyaknya pertanyaan yang timbul dari siswa.
Ø  Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian siswa bila mana sterdapat pertanyaan atau jawaban yang tidak berkenaan dengan sasaran yang dibicarakan.
Ø  Jalannya pengajaran kurang dapat terkoordinir secara baik.

F.     Saran atau rekomendasi tentang pengaplikasian strategi pembelajaran dalam konteks pembelajaran PAI disekolah atau Madrasah.

Ø  Sebagai guru PAI seharusnya,, lebih mengetahui tentang strategi pembelajaran, dan tidak hanya pada metode ceramah saja harus ada strateginya,, agar siswa itu tidak merasa bosan untuk belajar.
Ø  Guru seharusnya setiap mengajar mata pelajaran PAI, harus dengan menggunakan strategi pembelajaran. 

G.    Daftar Rujukan/diambil dari buku

Ø  Strategi Pembelajaran Aktif, Oleh: Hisyam Zaini Bermawy Munthe Sekar ayu Aryani, (Yogyakarta: pustaka insan madani, 2008. ha. 206-227
Ø  Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta: kencana, 2009, cet, ke-6, ha. 294



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran          :           
Satuan Pelajaran       :           
Kelas/Semester          :         
Pertemuan Ke           :          
Alokasi Waktu           :           

A.    STANDAR KOMPETENSI
(FIQIH)
1.      Meningkatkan pemahaman tentang  puasa

B.     KOMPETENSI DASAR
1.1  Memahami tentang  macam-macam puasa

C.    INDIKATOR
·         Mampu menyebutkan macam-macam puasa
·         Menjelaskan macam-macam puasa

D.    TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik diharapkan mampu :
·         Menyebutkan macam-macam puasa
·         Menjelaskan macam-macam puasa

E.     MATERI
Macam-macam Puasa
  • Puasa yang hukumnya wajib
    • Puasa Ramadan
    • Puasa karena nazar
    • Puasa kifarat atau denda
  • Puasa yang hukumnya sunah
    • Puasa 6 hari di bulan Syawal
    • Puasa Arafah
    • Puasa Senin-Kamis
    • Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak)
    • Puasa Asyura (pada bulan muharam)
    • Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam), tanggal 13, 14, dan 15
F.     METODE PEMBELAJARAN
Ceramah

G.    MODEL PEMBELAJARAN
Artikulasi
 Langkah-langkah :
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Guru mereview pelajaran sebelumnya
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
   Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi
   Macam-macam puasa
-      Guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
·         Apakah kalian tahu salah satu macam dari puasa ?
·         Pernahkah kalian berpuasa?.
·         Guru menunjuk seorang siswa yang mengetahui tentang macam-macam untuk memberikan opininya kepada teman-temannya di bawah bimbingan guru.
·         Setelah para siswa selesai mendengarkan secara klasikal, guru menunjuk beberapa siswa untuk menyebutkannya kembali.
·         Guru menjelaskan tentang macam-macam puasa.
Eksplorasi
-      Mendiskusikan macam-macam puasa
-      Mendiskusikan penjelasan tentang macam-mcam puasa
Konfirmasi
-      Perlu kita ketahui, puasa ada beberapa macam. Seperti puasa wajib, dan puasa sunnah.. kita sebagai umat muslim harus menjalankan apa yang di perintahkan oleh Allah SWT dan RasulNya, seperti berpuasaaaaaaa baik wajib maupun yang sunnah. Karena dengan berpuasa kita bisa lebih belajar untuk mengontrol hawa nafsu agar hidup dan ibadah kita kepada Tuhan bisa lebih maksimal.
c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi tentang hikmah yang terkandung dalam perilaku tersebut  sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah yang terkandung dalam perilaku tersebut .
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.

H.    SUMBER BELAJAR DAN MEDIA
a.       Sumber Belajar            : Buku Mata Pelajaran Fiqih, buku penunjang lainnya
b.      Media                          : Papan Tulis
c.       Mengakhiri pelajaran dengan salam penutup




I.       PENILAIAN
a.       Penilaian Afektif                   = Portofolio
b.      Penilaian Psikomotor            = Membaca
c.       Penilaian Kognitif                 = Test lisan       

Tanggal....
Mengetahui,                                                                                        Guru Mata Pelajaran
 Kepala Sekolah

..............................                                                                                     .............................