Menunggu Bis

Oleh : Riri Yua (Azma)
Riri Yua (Azma)
Di tepi jalan
Aku sedang tuli 
Tak mendengar dan pura-pura tak mendengar ada kerisik dedaunan mengumpat menyalahkan angin karena kejatuhannya
Aku hanya sedang duduk menanti
Di tepi jalan
Aku sedang buta
Tak melihat dan pura-pura tak melihat
Ada debu menempel pada sepatu
Mengisahkan cerita pagi dalam hujan
Aku hanya diam berdiri menunggu
Di tepi jalan
Aku sedang lupa
Kaki dan tangan menjelma riuh
Mereka ribut dan berkelahi dalam sunyi
Aku hanya melirik sepi ke kanan, memanjangkan leher
Di tepi jalan
Aku 
Menanti bis
Ada kenangan dari bisik angin
Ada ragu dari lukisan debu
Ada gigil darimu
Di sini Aku, di tepi jalan
Menunggu bis
Merindumu.


Azma, 27 Januari 2016
(Baca Juga Karya Riri Yua (Azma) : Menunggu Bis)

Daun

Oleh : Muzakir Rahalus

Muzakir Rahalus

Yang paling setia adalah daun
Telinga manusia. Menangkap sepi
Menjadi puisi.

Yang paling jujur adalah daun
Telinga manusia. Menjaring bunyi
Dari sunyi.

Yang paling bijak adalah daun
Telinga manusia. Mendengar yang baik
Membumbung pahala.

Yang paling sakral adalah daun
Telinga manusia. Menyerap yang buruk
Menampung dosa.

Yang paling tabah adalah daun
Menyapa tanah dengan senyuman.

Kotamobagu, 24 Januari 2016

(Baca Juga Karya Muzakir Rahalus : KRITIK TERHADAP STATUS DI JEJARING SOSIAL)

Narkoba

Oleh : Siamir Marulafau

Siamir Marulafau

Tergulung ingatan dalam impian
hanyut lara dalam anganan
Terbuai Jiwa Dalam Khayalan
Otak Tak Jalan
Kantong-Katong Berbolongan
Jiwa Terancam
Masa depan suram
Pandangan Gelap Gulita
Mata Merah-Merah
Nafsu Tak Terkendali
Jasad kurus kering
Pikiran Morat Marit
Cakap Tak Menentu
Masa Depan Kabur
Bahaya narkoba mengancam
Tercekam Seumur Hidup
Tak Berguna Bagi Bangsa
Generasi Merusak
Di Ambang Pintu Syetan
Bergentanyangan Di Saat Fatamorgana


Siamir Marulafau, 23 Januari 2016

Blues untuk Timurku

Oleh : Sei Handayani


Kita serupa gelang di tangan kiriku yang kupaksa masuk meski akhirnya terlihat cantik. Nyeri di jemari, adalah rindu, main-mainan hatiku sendiri sebab ingin membunuh jarak.

"Merindulah dalam do'a" ya, kau pernah berucap begitu, menidurkan lukaku sebab jatuh cinta pada hitam bola matamu. Namun aku lupa bertanya, ketika rindu menjelma do'a, apa kau akan memelukku tanpa berhitung ruang?

"Kecupku, jadikan kenangan" ya, kau juga pernah berucap itu. Waktu itu, tak sempat kukatakan apapun, debar jantung meredam suaraku. Dalam hati saja kuucapkan "aku akan mengingatmu, bukan mengenangmu".

Medan, 21 Januari 2016

(Baca Juga Karya Sei Handayani : Negeri di Timur)

Ketika Sepi

Oleh : Sei Handayani


Kueja sepi sebagai rindu
Ditusuknya aku berkali-kali
Duh, tak mati-mati


Maka kucari kau di segala puisi
Di tiap liris yang tertulis
Di semua warna yang terlukis


Medung-gedung tumbuh
Kisah-kisah menubuh
Pohon rubuh
Dedaunan luruh


Mungkin kau pergi menjelma apapun
Namun luka menetap
Kenangan mengendap


(Baca Juga Karya Sei Handayani : Negeri di Timur)

Pagi yang Ribut

Oleh : Retno Ka
Batu-batu yang terlempar semalaman itu, kian meletup-letup serupa
kembang api di penghujung tahun saat permukaan subuh muncul
Jangan pedulikan, Katamu
Bagaimana bisa tidak peduli?
Batu-batu itu mengenai ubun-ubunku
membuat lembek seperti nasi basi
membuat leleh seperti lilin berapi
Segenap nama menempa diri
Memahat nyawanya jadi berhala
Aku tak menuhankan, selain mereka mengaku setan
Dan setan, Setan mana yang mengaku dirinya sesat?
Kembali pada puisi:
Puisi itu bernama setan
setan-setan yang ribut berjejal
berkecambah seperti biji-biji
membelah diri seperti bakteri
Lantas batu,
batu adalah anak-anak
anak setan dari manusia
dan manusia dari setan
batu yang bernyawa dan bernama
Salah satu dari nama itu kalian
yang merebut pagiku dan mencipta bising paling ribut
Kenapa tidak menghindarkan ubun-ubunmu? Tanyamu
Sebab batu-batu tumbuh dalam kepalaku
Batu itu
Nama itu
Setan itu
Dan bukan Tuhanku
Pasar Baru, 21 Januari 2016.
Ka.

Ini dia Perbedaan Ukuran Kertas A4 dan A4s

Dikalangan mahasiswa atau dalam dunia pekerjaan cenderung berhubungan berkas atau dokumen-dokumen dalam pekerjaan. Kali ini admin akan share tentang perbedaan ukuran kertas A4 dan A4s dua ukuran kertas ini sering digunakan dalam lingkup kesekretariatan. Pengalaman admin sendiri sewaktu duduk di bangku kuliah, para dosen menerapkan aturan dalam pembuatan Skripsi diharuskan menggunakan ukuran kertas A4s.


Pertanyaanya apa sih perbedaan A4 dan A4s ?

Nah langsung saja ini dia perbedaanya A4  berukuran 210 x 297 mm sedangkan  A4 s berukuran 215x297 jadi perbedaan yang nyata nampak yaitu pada lebar kertas dan  perbedaanya adalah  5 mm.

Menurut admin pada dasarnya yang menggunakan kertas berukuran A 4s juga sebenarnya menggunakan kertas A4 semua itu dilakukan untuk mendapatkan ukuran yang tepat.

Misalnya dalam hal pembuatan Skripsi atau Laporan-laporan didunia pekerjaan yang biasanya dilakukan penjilidan (laminating), nah dalam proses laminating akan dilakukan pemotongan ditiap ujung kertas untuk merapikan maka dalam proses merapikan ujung-ujung kertas pasti ada akan mengalami perubahan ukuran dan ukuran yang akan diperoleh pada penjilidan yaitu kurang lebih ukuran kertas A4 itu sendiri.

Bukan Puisi

Riri Yua (Azma )
Jika yang Aku tulis ini bukanlah puisi
Lipat saja halaman buku lalu lanjutkan ke halaman berikutnya
Cari bagaimana cara puisi itu terlahir
Mungkin harus ada air mata kerinduan
Atau bercerita tentang mata air pada bocah telanjang dada di terminal.

Jika yang Aku tulis ini masih bukan puisi
Kau boleh merobek halaman ini lalu melipatnya menjadi pesawat kertas
Dan terbangkanlah

Biarkan melayang dengan bebas menyapa angin dan biarkan pula ia terjatuh entah ke lembah entah ke atas meja para filsuf yang sedang asik dengan rokoknya sambil mengisahkan bagaimana cara qais mati.

Biarkan tergeletak di sana menjadi pendengar bisu.
Jika yang Aku tulis ini tetaplah bukan Puisi,
Entahlah ...

Pun sesungguhnya Aku tidak mengerti apa itu puisi
Dan sebenarnya Aku pun tidak pernah berpuisi
Sebab engkaulah yang selalu menjelma puisi, kekasih.

Azma, 19 Januari 2016


Jejak Kehidupan ( Antara Harapan dan kenyataan )

Sebuah tulisan lama pada tahun 2010 yang sengaja Admin Share kembali tanpa merevisinya. Ini adalah tulisan asli dimana saat itu Admin sendiri baru mulai belajar untuk untuk menulis dan yang terpikir saat itu adalah menulis tentang sedikit jejak kehidupan admin hehe. Pada saat itu juga Admin masih berstatus Mahasiswa semester 3 di Jurusan Kehutanan Universitas Sam Ratulangi Manado.
  

Jejak Kehidupan ( Antara Harapan dan kenyataan )

Setia orang pasti mempunyai cita-cita sejak masih kecil, begitu pula dengan saya. Sejak kecil cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang penegak hukum yaitu polisi. Saya ingin menjadi polisi karena munkin di lihat dari pakaianya yang menurut saya sangat bagus dan polisi juga bertugas untuk menagkap orang yang melanggar hukum. Itulah cita-cita seorang anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Seiring berjalanya waktu saya terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk meraih cita-cita saya yaitu dengan rajin sekolah,belajar dan berdoa. Waktu duduk di bangku SMA saya sudah mulai berlatih untuk kesiapan fisik supaya setelah lulus SMA nanti saya sudah siap fisik untuk mengikuti seleksi calon bintara polisi.

Kaos Warna Putih/Celana Pendek  adalah Admin saat semester 3 (2010)
Namun, setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) hati saya sangat kecewa dan bercampur emosi karena sewaktu mau mengikuti seleksi calon bintara polisi Ayah dan Kakak lelaki sulung yang juga seorang polisi tidak mengijinkan saya untuk mengikuti seleksi calon bintara polisi.Saya bingung mengapa mereka tidak mau mengijinkan saya untuk menjadi seorang polisi padahal waktu kecil ayah sudah mendukung dan mau dengan cita-cita saya untuk menjadi seorang polisi.Mulai saat itu saya menjadi benci dan marah kepada ayah dan kakak saya.Melihat sikap saya yang seperti itu mereka lalu menjelaskan alas an mengapa mereka tidak mau saya untuk menjadi seorang polisi.Alasan mereka adalah karena kami bersaudara Cuma dua orang laki-laki yaitu saya dan kakak saya yang sudah menjadi polisi maka yang mereka mau adalah saya menjadi pegawai kantoran saja,karena kakak sudah menjadi polisi biarlah kakak saya saja yang menjadi polisi.

Tapi tidak mudah bagi saya untuk menerima hal itu, meskipun saya sudah berusaha untuk menerimanya tapi di lubuk hati saya tidak mudah untuk menerima hal itu.Saya sudah berusaha untuk tetap masuk seleksi calon bintara polisi tapi karena tidak ada restu dan dukungan dari ayah dan kakak akhirnya saya pun tidak luls seleksi.Mulai saat itu, saya menganggap bahwa masa depan saya telah hancur.saya menjadi sangat benci terhadap ayah dan kakak saya .Sifat saya yang dulunya baik pun sudah mulai menjadi buruk, Saya yang tidak pernah mabuk akhirnya menjadi seorang pemabuk dan hidup saya sudah mulai tidak karuan siang malam kerjaan saya cuman mabuk-mabukan.

Melihat keadaan saya yang seperti itu, kakak membawa saya untuk tinggal bersamanya di daerah tempat dia bertugas.Setelah tinggal bersamanya beberapa minggu, saya pun di pekerjakan di kantor dinas pemerintahan sebagai pegawai honorer.Saya pun berusaha untuk mencintai pekerjaan saya waktu itu namun semuanya tidak berhasil dan saya tetap benci dengan pekerjaan saya, mungkin karena pengaruh dari cita-cita saya yang ingin menjadi polisi.Dengan keadaan yangseperti itu kebiasaan buruk saya yang sering mabuk-mabukan pun kembali terjadi dan hamper setiap hari saya mabuk.Yang lebih parahnya lagi bukan cuman itu, saya juga sering berkelahi dan membuat kekacauan.Akhirnya kakak saya pun menyuruh saya untuk kembali ke kampung karena tidak tahan dengan sifat dan tingkahlaku saya yang seprti itu dan pekerjaan sebagai pegawai honorer di kantor dinas pemeritahan pun saya tinggalkan.

Di kampung saya bertemu dengan seorang kontraktor dari sebuah perusahaan swasta yang bekerja di bidang pembuatan jalan .Beliau pun mengajak saya untuk ikut bekerja di perusahaanya sebagai mekanik atau bagian perbengkelan.Namun selama bekerja kurang lebih tujuh bulan saya belum juga bisa melupakan keinginan saya untuk menjadi seorang polisi.Dengan keadaan seperti itu, kebiasaan mabuk saya pun kembali terjadi dan selama saya bekerja tidak menghasilkan apa-apa karena gaji yang saya peroleh hanya habis untuk membeli minuman keras, tidak lama kemudian saya pun berhenti bekerja karena tidak terdapat kecocokan di antara kami sebagai karyawan perusahaan.

Saya pun kembali ke kampung halaman dan menganggur  selama kurang lebih lima bulan.Yang saya sangat herankan disini tiba-tiba saja kakak perempuan saya yang berprofesi sebagai seorang guru, dia menawarkan kepada saya untuk masuk kuliah dan saya dengan senang hati saya langsung menerima tawaran yang di berikan oleh kakak saya.Padahal, waktu di bangku sekolah sama sekali tidak ada di pikiran saya untuk menjadi seorang mahasiswa.Mulai saat itu, saya yakin dan percaya kalau hidup ini penuh kejutan.Setiap orang pasti berharap akan sesuatu, adakalanya impian(harapan) itu akan menjadi kenyataan , namun tak jarang pula kita harus menerima kenyataan yang berbeda bahwa yang kita harapkan tidak terjadi atau malah hal sebaliknya yang terjadi.Kadang kenyataan tak seindah harapan dan kadang harapan butuh waktu untuk menjadi kenyataan.Kita memang tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap hasil yang kita dapatkan saat ini, kita harus selalu mempunyai keyakinan dan berusaha dengan sepenuh hati maka suatu saat harapan kita akan menjadi kenyataan.

Kakak perempuan meminta saya untuk menentukan pilihan dimana saya akan kuliah dan universitas apa yang akan saya pilih.Kembali lagi saya sangat heran karena tiba-tiba saja yang ada di pikiran saya adalah Manado, padahal saya belum pernah sampai di Manado bahkan sanaksaudara pun tidak ada di manado.Tapi Tuhan maha pengasih dan maha penyayang, setelah tiba di manado saya bertemu dengan seorang teman, kita berkenalanpun hanya lewat telepon dan baru ketemu di manado.Saya mendapat banyak informasi dari dia tentang perkuliahan, akhirnya sayapun mendaftar di fakultas pertanian jurusan kehutanan Universitas sam ratulangi.

Sekarang saya pun senang dengan perkuliahan dan semua masa lalu pun sudah saya lupakan termasuk cita-cita saya menjadi polisi.Sekarang sifat dan tingkahlaku saya sudah mulai membaik yaitu tidak merokok , meminum minuman keras dan sudah mulai taat beribadah.

Jadi hikmah yang saya peroleh adalah manusia hidup  kadang tidak sesuai dengan apa yang di rencanakan  dan di harapkan.Kadang apa yang di rencanakan tidaktercapai.Tapi jangan gampang  putus asa dan menyerah karena hidup masih panjang, hadapilah kenyataan yang ada dengan sebaik-baiknya karena dengan kenyataan yang ada sekarang kita buat cita-cita baru

Kita harus selalu bersyukur dengan kenyataan yang kita hadapi saat ini  dan kita juga harus tetap punya semangat hidup, yakinlah bahwa kenyataan saat ini adalah anugerah dari Tuhan yang harus kita jalankan dengan sebaik-baiknya.Dengan demikian kita akan sadar bahwa mungkin ada sesuatu yang salah atau belum maksimal  sehingga harapan itu menjadi kenyataan  dan dari hal tersebut kita akan berusaha lebih baik lagi.

Jadi, kenyataan yang harus saya hadapi sekarang adalah saya seorang mahasiswa jurusan kehutanan fakultas pertanian universitas Samr Ratulangi Manado dan inilah saatnya saya untuk menjadi lebih baik.Saya yakin dan percaya kalau hidup ini penuh kejutan dan cita-cita saya sekarang adalah menyelesaikan kuliah dalam waktu singkat yaitu tiga tahun setengah dan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat,bangsa dan negara khususnya di bidang kehutanan 

(Baca Juga Artikel Menarik : Biarkan Rasa ini Jenuh)

Pengertian Sampah Berdasarkan Para Ahli

Sampah adalah kata yang tidak asing lagi bagi kita bahkan kadang secara sengaja atau tidak sengaja kita yang kadang membuat sampah itu sendiri. Oleh karena kata “Sampah” itu bukan hal baru bagi kita maka demi menambah pengetahuan kita tentang sampah maka marilah kita simak pengertian sampah menurut para ahli berikut ini sehingga harapan admin dengan bertambahnya pengetahuan kita tentang sampah maka kita akan semakin menambah dan memupuk kesadaran kita tentang rasa cinta akan lingkungan hidup.

Oke Langsung saja berikut beberapa pengertian sampah berdasarkan para ahli :

Menurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006).

Undang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 tahun 2008 menyatakan sampah adalah sisa kegiatan seharihari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat.

Sumber Gambar : http://spectrum-paint.com

Juli Soemirat (1994) berpendapat bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Azwar (1990) mengatakan yang dimaksud dengan sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri) tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk kedalamnya.

Manik (2003) mendefinisikan sampah sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang, yang dihasilkan oleh kegiatan manusia.

Sampah merupakan bahan padat buangan dan kegiatan rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan hotel, rumah makan, industri, atau aktivitas manusia Iainnya Bahkan, sampah bisa berasal dan puing-puing bahan bangunan dan besi-besi tua bekas kendaraan bermotor. Sampah merupakan hasil sampingan dan aktivitas manusia yang sudah tidak terpakai (Nurhidayat 2010).

Para ahli kesehatan masyarakat Amerika membuat batasan, sampah (waste) adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya. Dari batasan ini jelas bahwa sampah adalah hasil kegiatan manusia yang dibuang karena sudah tidak berguna.

Kalau menurut admin sendiri (bukan ahli ya... hehe) sampah adalah segala sesuatu yang tidak bermanfaat dalam jangka waktu tertentu sebab yang namanya sampah pasti dapat didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali.

Bagaimana dengan pengertian sampah menurut teman-teman ?

Nah dengan membaca dan memahami pengertian di atas semoga dapat menambah kesedaran kita dalam menjaga lingkungan hidup terutama di lingkungan sekitar kita dan menambah kreatifitas kita dalam memanfaatkan sampah agar dapat dimanfaatkan kembali.

Sekian dari Admin, semoga bermanfaat dan terima kasih.

(Baca Juga : Pencemaran Lingkungan Sekitar)

Negeri di Timur

Karya      : Sei Handayani
Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100010460583848&fref=photo

Sei Handayani
Kudengar kisah tentang negeri para Kolano. Ternate, Tidore, Jailolo, Bacan. Kie Makolano, Alam Makolano, Jiko Makolano, Dehe Makolano.
Di sana, kudengar, hidup mengalir dan berdaur. Dolo Balolo Himo-Himo, terngiang di tiap detak jantung, mengurat nadi.

Maka damai semestinya gambaran surga. Bermekaran bunga di antara aroma cengkeh, pantai dan gunung berbalas tasbih, kita berjajar dalam sujud dan puja.

Ino fu makatiyinga, doka gosora se balawa, om doro yo momote, fo magogoru se madudara. Marilah kita bersatu hati, bagaikan pala dan fulinya, masak bersama gugurpun bersama yang dilandasi rasa kasih dan sayang.

Suba Jou.

13 Januari 2016

Sebuah Dolo Balolo dari Halmahera

Puisi ini dibacakan pada Temu Karya "dadakers"Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Maluku Utara (HIPMMU) bersaudara "Damai untuk Ternate" di Taman Film Bandung, 13 Januari 2016. Sebuah kehormatan bisa membacakannya. Kebahagiaan bisa mengenal orang-orang dari Negeri Timur ( Sei Handayani )

Bedah Film Beatle in Seatle (pertempuran di Seatle)

Badan PBB (persikatan bangsa-bangsa) yang menangani masalah perekonomian dunia yaitu WTO atau Badan perdagangan dunia akan mengadakan konferensi tingkat tinggi di Negara Amerika Serikat pada kota seatle tepatnya di Caremount teater. Pada konferensi tersebut akan di hadiri oleh sekitar 30 negara di dunia ternasuk Indonesia yang termasuk dalam anggota badan perdagangan dunia yang akan menghadiri konferensi tersebut.


Namun di pihak lain ada sekelompok orang (pemberontak) dari pribumi yang menentang keras dilaksanakanya konferensi tersebut di antaranya adalah para kompone-komponen aktifis pecinta lingkungan hidup yang didalamnya juga termasuk para buruh dan berbagai elemen-elemen masyarakat namun dari pihak pemberontak terjadi kontradiksi ada yang berorasi denga jalan damai dan ada yang bertinda anarkis menghancurkan toko-toko disekitar tempat konferensi akan di adakan.

Rakya menolak terealisasinya konferensi tersebut karena badan perdangangan dunia atau WTO itu sendiri akan memainkan peran-peran kapitalisme diberbagai belahan dunia, konsoludasi yang terjadi antara negara-negara atau delegasi yang terlibat dalam rapat akbar tersebut tidak adanya konsensus dari rakyat karena pada saat itu seluruh rakyat dibelahan bumi memiliki satu persepsi dan pengharapan agar konferensi tersebut tidak terlaksana.

Sebelum diadakan konferensi para pejabat negara melaksanakan sidang pleno. Yang terlihat jelas dari ketidakadilan disini para penerjemah bahasa yang ada pada saat itu semuanya dikelurkan dari forum sehingga rapatpun di batalkan. 

Inisiatif dari badan perdagangan dunia (WTO)  apabila berhasil dilkasanakan konferensi pada saat itu maka akan terjadi tindak ekploitasi seluruh sumber daya alam secara besar-besaran itulah kenapa kaum pemberontak sangat menolaknya dan akan berlagsung  pada negara-negara dunia ke dua mauapun negara-negara dunia ketiga termasuk Indonesia. Sebab, hal itu hanya akan memberikan dampak yang negatif buat seluruh umat di dunia di antaranya pembalakan hutan, kelaparan di negara bagian afrika, degradasi lingkungan hidup.

Konferensi tingkat tinggi WTO yang akan dilaksankan di kota Seatle banyak memancing banyak pihak untuk hadir turun ke jalan, para pemberontak pun turun untuk menghalangi delegasi-delegasi negara dalam rangka menghadiri pelaksanaan konferensi. Banyak pendemo yang jadi korban anarkisme polisi dan aparat yang diturunkan ke jalan adalah pasukan garuda dari gedung putih atas permintaan walikota seatle. Yang sangat memprihatinkan adalah para pendemo yang damai tanpa huru-hara di bantai oleh polisi dengan gas air mata bahkan sampia terjadi kontak fisik.

Pembantai polisi terhadap para pendemo pun terus berlangsung dan mereka mencari otak atau pemimpin pemberontakan yaitu Jay. Dari hasil penyisiran polisi Jay pun berhasil di tangkap dan dipenjara bersamaan dengan para pengikutnya yang sudah duluan dibawa oleh polisi.Pengacara yang ingin membesankan mereka dihalau oleh walikota karena badan birokrasi di kota seatle semuanya menginginkan konferensi itu berlangsung. Sang pengacara kemudian berkontroversi dengan pemerintah seatle dengan berusaha membebaskan para pemberontak dari penjara, Akhirnya dengan penuh semangat perjuanganya para pemberontak pun bebas menghirup udara segar dan kembali melancarkan aksi-aksi meeka menentang keras konferensi tingkat tiggi WTO.

Meskipun selalu teraniyaya oleh pasukan garuda dari gedung putih tapi mereka selalu berjuang mempertaruhkan jiwa dan raga untuk kemaslahatan umat Manusia dunia. Akhirya sperjuangan pun mencapai titik klimaks atas dukungan semua pihak baik dari pers (media) dari seluruh elemen masyarakat dan sebagian oarang-orang di birokrasi konfrensi tingkat tinggi pun gagal dilaksanakan.

Kesimpulan


Kesimpulan yang saya dalam film tersebut adalah setiap perjuangan itu butuh pengorbanan baik materi, jiwa, raga dan penuh semangat yang terpenting adalah persatuan, kekonsistenan tujuan dan persepsi dalam wadah gerakan dengan niat kemanusiaan atau memanusiakan manusia.