Pengertian Pemanasan Global,Penyebab,Akibat dan Solusinya

Semua Tentang Global Warming atau Pemanasan Global - Mengingat pemanasan global merupakan permasalahan global saat ini. Oleh karena itu sosialisasi-sosialisasi serta distribusi pengetahuan tentang pemanasan globa atau Global Warming itu sendiri harus terus disampaikan sehingga dapat mengingatkan kita tentang fenomena alam yang terjadi hingga saat ini terkait dengan pemanasan global.
Pada dasarnya fenomena-fenomena alam yang terjadi disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor alami dan faktor tidak alami (campur tangan manusia). Pembahasan tentang pemanasan global kali ini akan melihat kedua hal tersebut.
Pengertian pemanasan global (global warming)
Pengertian pemanasan global adalah naiknya suhu rata-rata di permukaan bumi. Ada sebagian para ahli yang mencantumkan angka suhunya tapi disini saya tidak mencantumkan suhunya sebab bagi saya intinya suhu rata-rata yaitu suhu dimana manusia tidak merasakan panas yang berlebihan. Pemanasan global disebabkan oleh gas rumah kaca (GRC) yang yang terperangkap di atmosfer bumi hal itu disebut efek rumah kaca (ERK).
Efek rumah kaca (ERK) pada dasarnya adalah fenomena bumi yang wajar karena dengan adanya efek rumah kacalah kita merasakan hangat di bumi. Efek rumah kaca adalah proses tertahannya pantulan panas bumi di atmosfer. Bumi menghasilkan dua energi yaitu cahaya dan energi panas, panas dari sinar matahari ke permukaan bumi akan dipantulkan kembali ke atmosfer bumi hingga ke luar angkasa karena jika tidak dipantulkan bumi akan hancur karena panas matahari yang tersimpan puluhan bahkna ratusan tahun di bumi akan berdampak buruk pada bumi.

Pengertian Pemanasan Global (Global Warming), Penyebab, Akibat dan Solusinya
Sekali lagi efek rumah kaca adalah siklus alami alam, nah penyebab meningkatnya panas inilah yang disebabkan oleh gas rumah kaca yang bertebaran di atmosfer bumi dalam skala besar. Gas rumah kaca di antaranya Gas-gas yang dimaksud antara lain adalah Karbon diokasida (CO2), Metana (CH4), Nitrous Oksida (N2O), Hydrofluorokarbon (HFCs), Perfluorokarbon (PFCs) dan Sulfur heksaflorida (SF6). Gas-gas rumah kaca inilah yang menahan sebagian besar pantulan panas dari bumi sehingga panas di atmosfer meningkat dari rata-rata. Itulah sehingga pengertian pemanasan global adalah naiknya suhu rata-rata di permukaan bumi.
Penyebab terjadinya pemanasan global (Global Warming)
1.    Proses Vulkanik Gunung Berapi
Letusan gunung akan mengeluarkan material berupa batu, pasir dan abu vulkanik termasuk juga natural aerosol. Apa itu aerosol ? Natural aerosol merupakan campuran cairan dan padatan yang terdapat pada abu vulkanik gunung berapi. Material batu dan pasir yang dikeluarkan oleh gunung berapi saat meletus akan jatuh ke permukaan bumi namun natural aerosol atau abu vulkanik masih akan melayang di atmosfer bumi sebelum sampai di permukaan bumi. Lamanya abu vulkanik di atmosfer tergantung dari besar kecilnya kekuatan letusan gunung tersebut.
Proses jatuhnya abu vulkanik ke permukaan bumi terbagi atas 2 bagian yaitu jatuhan awal dan jatuhan yang tertunda
Jatuhan awal
Jatuhan awal merupakan jatuhan yang jatuh (turun) tidak lama setelah terjadinya letusan gunung berapi. Jatuan awal tergolong jatuhan lokal karena sebaran jatuh abu vulkanik yang tidak terlalu jauh dari gunung berapi yang meletus. Faktor angin yang bertiup mempengarui letak jatuhan. Jatuhan awal ini relatif tidak berpengaruh pada kenaikan panas global, kecuali kenaikan panas lokal sekitar gunung berapi.
Jatuhan tertunda
Jatuhan tertundalah yang berpotensi dapat menyebabkan pemanasan global karena abu vulkanik yang masih berada di atmosfer bumi akan membentuk selimut yang dapat menahan energi panas matahari yang di pantulkan dari permukaan bumi sehingga terperangkap di atmosfer bumi.
2.    Pembusukan sampah organik secara alami

Sampah organik yang ditampung pada tempat pembuangan akhir sampah (TPA) akan mengalami proses pembusukan secara alami dan proses pembusukan secara alami tersebut sampah akan mengeluarkan gas metana (CH4). Sehingga dapat dikatakan pengumpulan dan penampungan  sampah di tempat pembuangan akhir hanya merupakan penyelesaian sementara yang terkait dengan kebersihan kota. Sampah yang dibiarkan terjadi pembusukan alami akan menjadi sumber pencemaran gas metana (CH4).

Gas metana merupakan salah satu komponen gas rumah kaca yang kekuatanya sekitar 21 kali lipat dibandingkan dengan karbon dioksida (CO2) dan ini jelas sangat berpengaruh terhadap pemantulan panas dari bumi. Pembusukan sampah organik dapat juga terjadi pada limbah pertanian, peternakan, dan lain sebagainya.

3. Pengaruh aktivitas Manusia


Gas-gas rumah kaca (GRK) sebagai kenaikan suhu efek rumah kaca (ERK) secara tidak langsung didistribusikan oleh aktivitas dalam pemanasan global, gas rumah kaca yang terjadi karena aktivitas manusia antara lain adala dari transportasi dan Industri.

Dampak Pemanasan Global

1.    Pergeseran musim

Kembali pada masalah musim di Indonesia yang hanya mengenal musim hujan dan musim kemarau yang di akibatkan adanya perubahan arah angin yang melewati khatulistiwa. Perubahan arah angin tersebut disebabkan oleh pergeseran kedudukan matahari dari lintang utara kelintang selatan dan sebaliknya. Musim hujan terjadi saat matahari bergerak dari khatulistiwa ke arah lintang selatan dan kembali lagi ke arah khatulistiwa yaitu pada bulan Oktober sampai bulan Maret.

Adapun musim kemarau terjadi pada saat kedudukan matahari bergerak ke arah lintang utara ke arah khatulistiwa dan kembali lagi ke arah khatulistiwa yaitu dari bulan April sampai September. Lama musim hujan dan musim kemarau secara normal yaitu berkisar 6 bulan. Bila terjadi pergeseran (perubahan) musim akibat adanya pemanasan global maka waktu musim hujan atau musim kemarau bisa lenih panjang atau lebih pendek dari pada waktu normalnya. Kalau hal itu terjadi, bencana banjir atau bencana kekeringan  yang di ikuti dengan bencana kelaparan akan menimpa umat manusia, seperti yang dialami penduduk Afrika belum lama ini.

2.    Banjir dan tanah longsor

Pada musim hujan angin banyak membawa uap air dari lautan Hindia yang akan dijatuhkan sebagian ke daratan Indonesia. Adanya perubahan suhu Atmosfer bumi karena pemanasan global jelas akan mempengaruhi arah angin dan ini berartia akan terjadi perubahan musim. Perubahan musim pada saat ini dapat dirasakan dengan adanya musim hujan yang berkepanjangan, sehingga sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor di berbagai belahan bumi. Banjir dan tanah longsor adalah bencana yang mengancam umat manusia  apabila tidak dilakukan penanggulangan pemanasan global.

Banjir dan tanah longsor merusak lingkungan hidup, banyak tanaman pangan pangan rusak akibat tergenang air bah. Selain itu, sejumlah besar pemukiman penduduk rusak akibat diterjang banjir tanah longsor, demikianpun dengan sarana umum seperti sekolah, tempat ibadah dan pasar.

3.    Kekeringan dan Bencana Kelaparan

Musim hujan yang berkepanjangan akan menyebabkan musim hujan yang berkepanjangan dibelahan bumi lainya. Musim kemarau yang berkepanjangan akan menyebabkan kekeringan dan kekurangan air yang berujung pada kegagalan panen. Sudah barang tentu hal ini berakibat bencana kelaparan yang diikuti dengan bencana penyakit. Keadaan ini sudah pernah terjadi di afrika dan menimbulkan banyak korban dan kematian. Bencana kekeringan, kesulitan air, gagal panen, bencana kelaparan, merebaknya berbagai penyakit yang menggigat banyak korban adalah bencana yang menimpa umat manusia akibat terjadinya pemanasan global, Kebakaran hutan dan meluasnya tanah gundul.

4.    Luas daratan kutub berkurang

Wilayah kutub Utara dan kutub Selatan terutama terdiri atas lapisan es yang semula adalah air laut yang membeku dari laut Arktik yang menjadi daratan kutub Utara dan laut Antartika yang menjadi daratan kutub selatan. Jadi, daratan yang ada pada kedua kutub tersebut adalah lapisan es yang tampak megapung di atas laut Arktik dan Antartika. Bagian yang mengapung dan tampak menhadi daratan hanya sebagian kecil dari bongkahan es raksasa. Kibat dari pemanasan global yang berlangsung makin berkembang maka es-es raksasa pun mulai mencair dengan perlahan dan yang menjadi korban adalah ekosostem yang ada baik hewan (beruang kutub), dan Manusia (suku eskimo).

5.    Tinggi permukaan air laut, kadar garam, dan suhu air laut berubah

Perubahan fisik air laut berupa tinggi permukaan air laut, kadar garam dan suhu air laut berubah karena pemanasan global. Perubahan tersebut diakibatkan karena melelehnya es kutub Utara dan kutub Selatan.Es yang memeleh menjadi air laut sudah barang tentu akan menambah volume air laut, sehingga permukaan air laut akan naik. Selain itu, kadar garam air laut berubah menjadi lebih rendah dari kadar semula. Perubahan kadar garam air laut jelas akan berpengaruh terhadap makhluk hidup yang ada dilaut.

Solusi Pemanasan Global

Solusi pemanasan global secara garis besar terbagi atas 2 yaitu secara teknis dan nonteknis :

1.     Tindakan Teknis

Tindakan teknis adalah suatu usaha penaggulangan dampak pemanasan global yang secara teknis dapat segera dilakukan untuk penyelamatan lingkungan,terutama berkaitan dengan dampak pemanasan global.

Pemanenan GRC CH4

Pada saat ini pembuangan sampah organik ditampung pada tempat pembuangan akhir (TPA) hal itu dapat menyebabkan terjadinya dekomposisi (pembusukan) secara alami. Proses pembusukan sampah tersebut akan mengeluarkan methan (CH4) yang merupakan gas runah kaca sangat berbahaya. Tempat pembuangan sampah yang membiarkan sampah mengalami pembusujan secara alami adalah masalah baru. Dengan masalah tersebut harus dilakukanya pemanenan gas rumah kaca CH4 yang keluar dari pembusukan sampah secara alamiah.Hasil panen gas CH4 tersebut dapat dimanfaatkan kepentingan rumah tangga atau kepentingan lain sebagai pengganti bahan bakar. Adapun prinsip pemanenan gas rumah kaca adalah penampungan limbahorganik kedalam converter atau digester. Setelah proses pembusukan limbah organik berjalan maka gas CH4 akan keluar dari proses pembusukan sampah. Gas methan yang keluar kmudian disalurkan ke wadah penampungan (tangki). Khusus. Gas methan yang terkumpul ini bisa menjadi bahan bakar. Cara mengubah limbah organik ini sudah banyak dilakukan dipedesaan bahkan ada beberapa tempat pembuangan akhir yang sudah disediakan alat dilgester ini.

Pemanfaatan Limbah Menjadi Pupuk Organik

Limbah organik yang di hasilkan Manusia atau antropogenic waste cukup banyak dan bila dimanfaatkan maka akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi yang mengahasilkan gas CH4. Agar tidak menghasilkan gas CH4 pemanfaatan limbah organik harus dilakukan dengan proses aerob sehingga gas yang keluar adalah CO2. Walaupun termasuk gas rumah kaca, gas CO2 masih lebih lunak atau potensi penyebab efek rumah kaca masih lebih rendah dari pada CH4. Daya potensi gas CH4 menyebabkan efek rumah kaca lebih kuat kira-kira 21 kali gas CO2.

Pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk organik harus dilakukan dengan cara aerob. Pupuk organik yang dihasilkan dapat digunakan untuk pemupukan sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman lainya. Pemakaian pupuk organik jauh lebih baik dari pada pupuk kimia (anorganik). Untuk mempercepat proses dekomposisi, ke dalam limbah organik diberi biodekomposer. Biodekomposer  banyak digunakan dalam proses pemanfaatan limbah organik menjadi kompos (pupuk tananaman).

Reboisasi dan penghijauan lahan gundul

Reboisasi dan penghijauan (baca : perbedaan reboisasi dan penghijauan) lahan gundul adalah bagian dari usaha konservasi alam atau pelestarian alam yang telah rusak akibat ulah manusia. Penghijauan lahan gundul dapat diharapkan dapat mengurangi bencana yang diakibatkan oleh pemanasan global Penghijauan lahan gundul berdampak antara lain :

Mengurangi bencana tanah longsor untuk daerah perbukitan dan mengurangi  abrasi laut untuk daerah lahan pantai, Menahan dan menyeimbangkan permukaan air tanah serta menahan industri air laut Memelihara keanekaragaman hayati.

2.     Tindakan non teknis

Adapun tindakan nonteknis yang dimaksud adalah melaksanakan perundang-undangan  yang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. Apabila perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup dapat dilaksanakan dengan baik, tentu akan meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang baik pula.

Gerakan Nasional

Gerakan nasional untuk mencegah pemanasan global harus dimulai dari sekarang. Agar gerakan nasional ini dapat secara serempak diikuti oleh segenap lapisan masyarakat, harus dimulai dan diberi contoh oleh pemerintah. Pemerintah selaku promotor gerakan nasional ini harus dapat memberi contoh program-program yang dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam waktu yang tidak relatif terlalu lama. Misalnya, pemerikasaan, pengawasan dan penertiban pengelolaan sampah dan pencemaran udara (polusi).

Gerakan Internasional

Apabila gerakan nasional dilakukan oleh setiap negara yang peduli terhadap masalah lingkungan hidup maka gerakan internasional akan lebih mudah untuk digalang secara bersama-sama. Gerakan internasional dapat diawali oleh negara-negara yang terletak pada suatu kawasan, kemudian di kembangakan ke kawasan lain. Sebagai contoh, negara-negara yang terletak pada suatu kawasan, seperti negara-negara anggota ASEAN ataupun negara-negara anggota SAC yang terdiri atas India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Srilanka, Dan Maladewa.

Seandainya negara yang terletak pada suatu kawasan mempunyai kepedulian yang sama terhadap masalah lingkungan hidup maka kerjasama bisa di tingkatkan antar kawasan. Contohnya kerjasama antar kawasan ASEAN dengan SAC dan dengan negara-negara teluk. Setelah kerja sama antar kawasan dicapai, selanjutnya dapat ditingkatkan lebih jauh menjadi kerjasama antar negara di seluruh dunia di bawah bendera PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).


EmoticonEmoticon