Pengertian Hutan Tanaman Industri (HTI)

Sejarah  pembangunan  hutan  di  Indonesia, khususnya hutan tanaman  telah  berlangsung  sejak  era  sebelum memasuki era  kemerdekaan.  Berbagai  kebijakan  ditetapkan  sebagai landasan  huku m  kegiatan pembangunan hutan tanaman. Pada dekade  1990, seiring dengan adanya  Peraturan Pemerintah  No.  7  tahun  1990,  maka dimulai  pembangunan  hutan  tanaman  yang  dilakukan secara terintegrasi  dengan industri kehutanan. 

Program Hutan Tanaman Industri ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas  dan  kualitas  lahan, menjamin ketersediaan bahan baku  kayu  bagi kepentingan industri serta penyerapan tenaga kerja  dan lapangan berusaha (Iskandar dkk., 2003).
Menurut Peraturan Menteri Kehutanan  No.  3  tahun  2008,  HTI adalah hutan  tanaman  pada  hutan  produksi  yang  dibangun  oleh  pelaku  usaha  kehutanan  untuk  meningkatkan potensi  dan  kualitas  hutan  produksi dengan  menerapkan silvikultur intensif  dalam  rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan. Hak  Pengusahaan HTI  adalah hak untuk mengusahakan  hutan  di  dalam  suatu  kawasan hutan yang kegiatannya mulai dari  penanaman, pemeliharaan, pemungutan, pengelolaan dan pemasaran.
Adapun  tujuan pembangunan HTI menurut Direktorat Bina    
Pengembangan Hutan Tanaman(2009) adalah sebagai berikut :
1.    Meningkatkan produktivitas hutan  produksi,dalam rangka   pemenuhan kebutuhan bahan baku industri perkayuan  dan penyediaan lapangan usaha (pertumbuhan ekonomi/pro-growth),  penyediaan lapangan kerja (pro-job),pemberdayaan ekonomi  masyarakat sekitar hutan  (pro-poor) dan perbaikan kualitas lingkungan hidup (pro-enviroment).
2.    Mendorong daya saing produk industri perkayuan (penggergajian,kayu lapis, pulp dan paper, meubel dan lain-lain) untuk kebutuhan dalam  negeri dan ekspor.


EmoticonEmoticon