Pengertian Etnobotani

Indonesia memiliki budaya pengobatan tradisional termasuk penggunaan tumbuhan obat sejak dulu dan dilestarikan secara turun-temurun. Dalam pemanfaatan tanaman obat ini setiap daerah memiliki cara yang berbeda-beda sebagaimana yang dikemukakan oleh Rifai (1998), kelompok etnik tradisional di Indonesia mempunyai ciri-ciri dan jati diri budaya yang sudah jelas terdefinisi, sehingga diduga kemungkinan besar persepsi dan konsepsi masyarakat terhadap sumberdaya nabati di lingkungannya berbeda, termasuk dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. 

Chandra (1990) dalam Soekarman dan Riswan (1992) menyebutkan bahwa  etnobotani  berasal  dari  dua  kata,  yaitu  etnos  (berasal  dai  bahasa  Yunani)  yang   berarti   bangsa   dan   botanyyang   berarti   tumbuh-tumbuhan.
Etnobotani merupakan ilmu  botani   mengenai   pemanfaatan   tumbuhan dalam  keperluan  sehari-hari dan adat suku  bangsa.  Studi  etnobotani  tidak  hanya  mengenai  data  botani  taksonomis saja,  tetapi juga menyangkut pengetahuan botani yang bersifat  kedaerahan,berupa  tinjauan  interpretasi  dan  asosiasi  yang mempelajari hubungan timbal  balik  antara  manusia  dengan  tanaman, serta  menyangkut pemanfaatan tanaman tersebut lebih diutamakan untuk kepentingan budaya dan kelestarian sumber daya alam (Dharmono, 2007).
Menurut  Purwanto  (1999) etnobotani  adalah  suatu  bidang  ilmu  yang cakupannya   interdisipliner   sehingga   terdapatlah   berbagai   polemik   tentang kontroversi   pengertian   etnobotani.   Hal   ini   disebabkan   karena   perbedaan kepentingan   dan   tujuan   penelitiannya.   Seorang   ahli   ekonomi   botani yang memfokuskan tentang potensi ekonomi dari suatu tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat lokal. Sedangkan seorang antropolog mendasarkan pada aspek sosial, berpandangan  bahwa  untuk  melakukan penelitian  etnobotani  diperlukan  data tentang persepsi masyarakat terhadap dunia tumbuhan dan lingkungannya. 
Purwanto (1999) menggambarkan   dengan   jelas   tentang   etnobotani walaupun  masih  secara  sederhana,  yaitu  suatu  bidang  ilmu  yang  mempelajari hubungan timbal  balik  secara  menyeluruh  antara  masyarakat  lokal  dan  alam lingkungannya meliputi sistem pengetahuan tentang sumber daya alam tumbuhan.
Martin (1998)  menambahkan  etnobotani  merujuk  pada  kajian  interaksi  antara manusia,   dengan   tumbuhan.   Kajian   ini   merupakan   bentuk   deskriptif   dari pendokumentasian   pengetahuan botani tradisional yang  dimiliki   masyarakat setempat    yang  meliputi kajian botani, kajian etnofarmakologi, kajian etnoantropologi, kajian etnoekonomi, kajian etnolinguistik dan kajian etnoekologi.
Pengobatan tradisional merupakan bagian dari sistem budaya masyarakat yang potensi manfaatnya sangat besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Sebagai langkah awal yang sangat membantu untuk mengetahui suatu tumbuhan berkhasiat obat adalah dari pengetahuan masyarakat tradisional secara turun temurun (Dharma, 2001).


EmoticonEmoticon