Pengertian Ekologi dan Ekologi Hutan

Share tentang Pengertian Ekologi dan Ekologi Hutan. Istilah ekologi dan ekologi hutan sangat kental di dunia kehutanan baik di perguruan tinggi (Fakultas Kehutanan), di perusahaan Kayu maupun di lingkup pemerintahan. Kita sering mendengar atau mempelajari tentang hal itu, namun tidak sedikit yang kemudian belum terlalu memahami perbedaan kedua istilah tersebut yaitu ekologi dan ekologi hutan, masih terdapat penafsiran yang beragapan bahwa kedua istilah tersebut memilki pengertian yang sama padahal kedua istilah tersebut memilki perbedaan meskipun masih dalam lingkup yang sama yaitu makhluk hidup dan lingkungan hidup.

Istilah Ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernest Haeckel, yaitu seorang ahli biologi berkebangsaan Jerman pada tahun 1869. Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu  oikos yang berarti rumah atau tempat tinggal atau tempat hidup atau habitat dan logos yang berarti ilmu, telaah, studi, atau kajian (Soemarwoto, 1983 ; Irwan, 1992 ; Resosoedarmo dkk., 1886). Oleh karena itu secara harfiah ekologi berarti ilmu tentang makhluk hidup dalam rumahnya atau ilmu tentang tempat tinggal makhluk hidup.
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (Soerianegara dan Indrawan, 1982 ; Resosoedarmo dkk., 1986). Menurut Irwan (1992),  ekologi adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Dapat juga didefinisikan bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap makhluk hidup. Bahkan menurut Irwan (1992), ada yang mengemukakan bahwa ekologi adalah ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang dan manusia dengan lingkungan tempat mereka hidup ; bagaimana kondisi kehidupannya  dan mengapa mereka ada atau hidup di lingkungan tersebut.
Kendeigh (1980) mengemukakan bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme yang satu dengan organisme yang lain serta lingkungannya. Hubungan timbal balik itu merupakan kenyataan yang telah terbukti sebagai respons organisme dalam cara-caranya berhubungan dengan organisme lain maupun dengan semua komponen lingkungannya. Hubungan timbal balik atau yang dikenal dalam pengetahuan ekologi sebagai interaksi anatara organisme dengan lingkungannya, sesungguhnya merupakan hubungan yang sangat erat dan kompleks, sehingga ekologi juga di sebut sebagai biologi lingkungan (Odum, 1993).
Lingkungan merupakan gabungan dari berbagai komponen fisik maupun hayati yang berpengaruh terhadap kehidupan organisme yang ada di dalamnya. Jadi, lingkungan di sini mempunyai arti luas mencakup semua hal yang ada di luar organisme yang bersangkutan, misalnya radiasi matahari, suhu, curah hujan, kelembapan, topografi, parasit, predator dan kompetitor (keideigh, 1980 ; Heddy, Soemitro dan Soekartono, 1986).
Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.
Adapun ekologi hutan adalah cabang dari ekologi yang khusus mempelajari ekosistem hutan. Hutan dipandang sebagai suatu ekosistem karena hubungan antara masyarakat tetumbuhan pembentuk hutan dengan binatang liar dan alam lingkungannya sangat erat. Oleh karena hutan yang dipandang sebagai suatu ekosistem dapat dipelajari dari segi autekologi maupun sinekologinya (Soerinegara dan Indrawan, 1982)

Lihat juga : Dasar-dasar Ilmu Kehutanan


EmoticonEmoticon