Kerapatan Tajuk Pohon

Kerapatan tajuk dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam
Pengetahuan tentang kerapatan tajuk pohon menjadi modal dasar dalam menata pola penanaman dalam menggabungkan antara beberapa jenis tanaman di satu areal atau menggabungkan jenis-jenis tanaman kehutanan dan tanaman pertanian. Hal ini juga akan berhubungan erat terhadap bentuk-bentuk tajuk pohon sehingga pengetahuan tentang bentuk tajuk pohon pun harus diketahui sehingga manajemen jarak tanam terhadap analisis pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat memperoleh hasil yang efektif dan efesien.
Kerapatan tajuk dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :
1.    Tajuk Ringan (Jarang)
Yaitu apabila cahaya matahari bisa masuk atau menembus permukaan tanah lebih dari 75 %. Pohon dengan tajuk jarang sangat baik bila dijadikan tanaman tumpang sari, karena tanaman di strata bawahnya masih mendapat suplai cahaya. Salah satu contohnya adalah Paraserianthes falcataria (sengon).
2.    Tajuk Sedang
Yaitu apabila cahaya matahari bisa masuk atau menembus sampai ke permukaan tanah sekitar 25-75 %. Dengan persentasi cahaya tersebut, bagi tanaman yang toleran masih mampu bertahan hidup. Pohon dengan tajuk sedang sebisa mungkin jangan digunakan sebagai tanaman sela atau pengisi. Dikhawtirkan space (ruang) bagi tanaman pangan menjadi lebih sempit dan lebih banyak bagian yang ternaungi.
Contoh tanaman dengan tajuk sedang adalah Eucalyptus deglupta (leda) dan Acacia mangium (akasia).
3.    Tajuk Berat (rapat)
Yaitu apabila cahaya matahari bisa masuk atau menembus sampai ke permukaan tanah sekitar 25 % bahkan kurang. Pohon bertajuk rapat ini sangat dominan dalam pemanfaatan ruang pekarangan terutama pada strata atas. Akibatnya strata dibawahnya sedikit kesulitan mendapat suplai cahaya.
Buku Referensi :
Mahendra, F. 2009. Agrofestri. Sistem agroforestri dan aplikasinya. Graha ilmu. Yogyakarta.


EmoticonEmoticon