Bentuk Tajuk Pohon

Bentuk-bentuk  tajuk pada pohon atau pada tanaman pertanian sangat mempengaruhi dalam persaingan untuk mendapatkan cahaya matahari. Misalnya pada sistem tanam Agroforestri yang menggabungkan antara tanaman pertanian dan tanaman kehutanan, hal ini perlu diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi kompetisi yang berlebihan sehingga tidak merugikan petani dalam menigkatkan hasil panen. Dengan demikian maka muncul pengklasifikasian dalam sistem agroforestri (Baca : Macam- MacamKlasifikasi Agroforestri) dalam pengembangan agroforestri itu sendiri sehingga dapat menciptakan sistemm agroforestri yang semakin baik.

Tajuk pohon juga dapat menjadi karakter kunci (ciri khas) pohon tersebut sehingga orang dengan mudah dapat mengenali dalam identifikasi atau dalam dunia kehutanan sering disebut Analisis Vegetasi (Baca : Pengertian Analisis Vegetasi Menurut Ahli ).
Berikut ini adalah beberapa bentuk tajuk pohon antara lain :
1.    Bentuk Kerucut
Bentuk kerucut yaitu bentuk tajuk yang menyerupai kerucut, contohnya : Casuarina spp. (cemara) dan Pinus spp (pinus)
2.    Bentuk Silindris
Contohnya : Gnetum ganemon (melinjo, ganemo), Agathis dammara ( damar) dan Melaleuca leucadendron (kayu putih)
3.    Bentuk Pagoda
Bentuk pagoda yaitu bentuk tajuk yang percabangan bawah paling panjang sedangkan cabang atas lebih pendek. Arah percabangannya mendatar (plagiatrop). Contohnya : Alstonia scholaris (pulai), Ceiba pentandra (kapuk, randu) dan Terminalia catappa (ketapang).
4.    Bentuk Payung
Bentuk payung yaitu bentuk tajuk yang menyerupai payung. Contohnya : Paraserianthes falcataria (sengon), Parkia speciosa (petai) dan Delonix regia (flamboyan).
5.    Bentuk Bintang
Bentuk bintang yaitu bentuk tajuk yang menyirupai bentuk bintang, biasanya didominasi oleh famili palmae dan areca seperti kelapa, pinang dan aren. Terdapat juga Netroxylon sagu (sagu) dan Borassu spp. (siwalan).

Selain mengetahui bentuk tajuk kita juga harus mengetahui tentang kerapatan tajuk sebab kedua hal ini berhubungan erat dengan bentuk tajuk agar dalam mengatur pola penanaman dapat disesuaikan dengan jenis tanaman yang lebih baik

Untuk itu silahkan baca juga : Kerapatan Tajuk Pohon
Buku Referensi :
Mahendra, F. 2009. Agrofestri. Sistem agroforestri dan aplikasinya. Graha ilmu. Yogyakarta.


EmoticonEmoticon