Sejenak Hening dan Kimia Polimer

Oleh        : Muzakir Rahalus
Facebook : Muzakir Rahalus



tadinya dia duduk di tepi jendela kayu
sekarang dia terlentang di ranting kayu
kakinya memainkan jemari-jemari layu

tadinya siput yang di lagu
sekarang aku yang dirayu
dia di dalam kamar baru
menghitung-hitung ragu

di dinding banyak yang terlihat kotor
ada baju-baju korban curian motor
ada jam dinding yang lupa menghitung waktu
ada sepasang kaki yang lelah di dalam sepatu

tangannya begitu hening
wajahnya terlihat kuning
ada luka di dekat leher
bibirnya penuh polimer

di lantai, tertidur dua buku putih
di loteng, memancar cahaya putih
"Sejenak Hening"
lalu,
"Kimia Polimer."

sunyi bertamu
kantuk meramu
tak ada yang dibaca
kecuali kata-kata
Manado, 28 Juli 2015


EmoticonEmoticon