Karakteristik Kelompok pada Rancangan Acak Kelompok

Rancangan Acak Kelompok adalah suatu rancangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan percobaan ke dalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok. Rancangan Acak Kelompok Lengkap merupakan rancangan acak kelompok dengan semua perlakuan dicobakan pada setiap kelompok yang ada. Tujuan pengelompokan satuan-satuan percobaan tersebut adalah untuk membuat keragaman satuan-satuan percobaan di dalam masing-masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin. Tingkat ketepatan biasanya menurun dengan bertambahnya satuan percobaan (ukuran satuan percobaan) per kelompok, sehingga sebisa mungkin buatlah ukuran kelompok sekecil mungkin. Pengelompokan yang tepat akan memberikan hasil dengan tingkat ketepatan yang lebih tinggi dibandingkan rancangan acak lengkap yang sebanding besarnya (Yitnosumarto, 1993).

Berikut adalah contoh gambar kedudukan tanaman dalam penelitian dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) :


Pada setiap penulisan huruf A,B,C,D dan E adalah keterangan setiap perlakuan yang dilakukan.

Percobaan faktorial bukan merupakan suatu rancangan, melainkan suatu pola melakukan percobaan untuk mencoba secara serentak dari beberapa faktor dalam suatu percobaan. Adapun rancangan yang dipergunakan dalam percobaan faktorial tergantung pada keadaan lingkungan percobaan dan tujuan percobaan Percobaan faktorial mempelajari pengaruh dari dua faktor atau lebih. Masing-masing faktor terdiri dari dua taraf atau lebih, dimana semua taraf setiap faktor dikombinasikan menjadi kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan ini merupakan satu kesatuan perlakuan yang dicoba dengan suatu rancangan tertentu (Potcner, 2004).
       
Ada dua cara pencatatan atau pernyataan percobaan factorial yang digunakan, yaitu dengan huruf latin besar atau dengan angka arab. Misalnya percobaan factorial yang dimaksud melibatkan faktor A dan B dimana masing-masing faktor mempunyai 2 dan 3 level secara berturut-turut. Jelas bahwa yang dimaksud dengan perlakuan dalam percobaan factorial ini adalah perlakuan kombinasi, karena perlakuan-perlakuan tersebut merupakan kombinasi level-level faktor A dengan level-level faktor B. dank arena dalam percobaan factorial ini kita merancangkan perlakuan, maka rancangannya disebut Rancangan Perlakuan (Treatment Design) (Yitnosumarto, 1993).


EmoticonEmoticon