Pengantar Silvikultur

Silvikultur adalah salah satu bidang ilmu dalam dunia kehutanan, baik dalam dunia perguruan tinggi maupun dalam dunia pemerintahan atau para pengusaha dan perusahaan di bidang kehutanan. Meskipun terlihat telah diterapkan dalam berbagai dunia pekerjaan namun yang namanya ilmu pengetahuan selalu berkembang biak seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Disamping itu pengetahuan-pengetahuan dasar tentang Silvikultur wajib untuk diketahui dan dipahami sehingga dalam mengaplikasikannya dapat berjalan dengan baik dan benar.



Berikut adalah pengertian Silvikultur yang dapat kita bahas sebagai berikut :

Silvikultur berasal dari dua kata yaitu Sylvo, Sylvi atau Sylva yang berarti hutan dan kultur atau culture yang berarti budaya atau budidaya jadi Silvikultur dapat dikatakan sebagai budidaya hutan atau ilmu yang mempelejari tentang teknik pengelolaan tanaman, baik itu tanaman kehutanan atau tanaman pertanian secara umum. Kenapa Pertanian secara umum..?? sebab kalau berbicara Pertanian secara umum berarti di dalamnya sudah termasuk Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan sehingga kita sering mengenal agroforestri dalam dunia Kehutanan. Silvikultur bisa dikatakan seni menghasilkan dan memelihara hutan dengan menggunakan pengetahuan silvik untuk memperlakukan hutan serta mengendalikan susunan dan pertumbuhannya.
  
Baca : Pengertian Silvikultur 

Ilmu Silvikultur juga mempelajari tentang cara-cara mempermuda hutan baik secara alami dan buatan, serta pemeliharaan tegakan Pohon sepanjang hidupnya. 

Banyak hal yang dipelajari dalam silvikultur, misalnya tentang pemupukan, Persemaian, Pemeliharaan, Penjarangan, Pemangkasan dan masih banyak lagi. 

Silvikultur dalam  kehutanan adalah seperti agronomi dalam pertanian yaitu berkaitan dengan upaya-upaya penerapan teknologi untuk  jenis-jenis tanaman yang diusahakan. Metode-metode untuk pembangunan dan pemeliharaan komunitas pepohonan dan vegetasi lain yang bermanfaat bagi manusia.

Menurut Daniel, dkk., (1992), tindakan silvikultur tidak hanya untuk  mendapatkan produk yang kuantitas dan kualitasnya terbaik, tetapi juga harus mampu memberikan keuntungan yang maksimal.

Menurut Smith (1986), pengetahuan yang berkaitan dengan silvika (ekologi), fisiologi tumbuhan, perlindungan hutan, ilmu tanah merupakan ilmu-ilmu yang harus dipelajari oleh rimbawan karena erat keterkaitannya dengan pelaksanaan tindakan-tindakan silvikultur. Pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh secara langsung dari praktek-praktek silvikultur di lapangan langsung yang merupakan hasil-hasil penelitian yang tidak formal juga dapat merupakan suatu wahana untuk dapat memahami dan membuktikan kebenaran pengetahuan formal yang telah ada, serta untuk menerapkan dan membuktikan ide-ide baru dalam praktek di lapangan.  

Baca Juga : Klasifikasi Keanekaragaman Hayati 


EmoticonEmoticon