Pengertian Pendidik


Pendidik adalah seorang yang digugu dan ditiru, karena dipercaya dan diyakini apa yang disampaikannya. Sebagai seorang yang digugu dan ditiru, maka pendidik memiliki peran yang sangat dominan bagi seorang peserta didik. Para ahli pendidikan di seluruh dunia sepakat bahwa tugas pendidik ialah mendidik dan mengajar. James W. Brown, mengemukakan bahwa tugas dan peranan pendidik antara lain menguasai dan pengembangkan materi pelajaran, merencana dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan peserta didik.


Menurut Moh. Uzer Usman pendidik adalah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlihan khusus sebagai pendidik. Pendidik dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, pendidik memegang peranan penting. Hampir tanpa kecuali, pendidik merupakan satu di antara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat. Memang benar, ada masyarakat yang mengakui pentingnya peranan pendidik itu dengan cara yang lebih kongkret daripada masyarakat yang lain. 

Baca Juga : Praktek Kependidikan Dalam Kelas 
 
Banyak orang tua yang kadang-kadang merasa cemas akan kemampuan pendidik anak-anak mereka itu sewaktu mereka menyaksikan anak-anak mereka berangkat sekolah. Dan pendidik-pendidik, setelah beberapa bulan pertama mengajar, pada umumnya sudah menyadari betapa besar pengaruh-pengaruh terpendam yang mereka miliki terhadap pembentukan akal budi para peserta didik mereka.
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan  pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari peserta didik, pendidik, dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papan tulis, dan kapur, fotografi, slide dan film, audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan  terdiri dari ruangan kelas, perlengkapan audio visual, juga komputer. Prosedur, meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian dan sebagainya.
Tidak semua pendidik membutuhkan pertolongan. Benar jugalah pernyataan bahwa “Pendidik itu dilahirkan, bukan dibentuk”. Beberapa orang memang benar-benar dilahirkan sebagai pendidik. Mereka itu adalah orang yang tidak pernah memikirkan caranya mengajar, meskipun demikian mereka itu pendidik-pendidik yang sangat hampir baik menurut ukuran apapun.
Orang-orang semacam itu tidak banyak memerlukan pertolongan dalam memperbaiki pengajaran mereka. Mereka sungguh-sungguh boleh dikatakan pendidik-pendidik yang berbakat, tidak dapat diragukan lagi mereka itu mampu memberikan inspirasi. Pendidik yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntunan masyarakat yang semakin berkembang.
Dalam arti khusus dapat dikatakan bahwa pada setiap diri pendidik itu terletak tanggung jawab untuk membawa para peserta didiknya pada suatu kedewasaan atau taraf  kematangan tertentu. Dalam permasalahan ini pendidik di tuntut untuk bisa membawa peserta didik bisa mengerti dan memahami pelajaran agama Islam dengan baik dan benar.
Proses dalam pengertiannya di sini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu sama lainnya saling berhubungan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. Yang termasuk komponen belajar mengajar antara lain tujuan instruksional yang hendak dicapai, materi pelajaran, metode mengajar, alat peraga pengajaran, dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai tidaknya tujuan
Dalam proses seorang pendidik memerlukan komponen-kompenen bantuan seperti yang disebutkan di atas untuk digunakan secara maksimal dalam proses belajar mengajar agar bisa berlajan dengan baik dan lancar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Komponen-komponen itupun meliputi referensi bahan ajar seperti buku, alat peraga, ruangan kelas yang memadai dan nyaman dan lingkungan yang bersih dan baik untuk digunakan agar motivasi belajar peserta didik bisa muncul. Pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak pendidik sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik . Konsep pembelajaran menurut Corey adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelolah untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus pendidikan.

Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungannya. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas. Dalam kaitan ini, proses belajar dan perubahan merupakan bukti hasil yang diproses. Belajar tidak hanya mempelajari mata pelajaran, tetapi juga penyusunan, kebiasaan, persepsi, kesenangan atau minat, penyusuaian sosial, bermacam-macam keterampilan lain, dan cita-cita.    

 Baca Juga : Cara Menggunakan Bahan Pelajaran dan Mengenal Peserta Didik 

          Dengan demikian, seseorang dikatakan belajar apabila terjadi perubahan pada dirinya akibat adanya latihan dan pengalaman melalui interaksi dengan lingkungan. Mengajar menurut William H. Burton adalah upaya memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada peserta didik agar terjadi proses belajar. Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang cukup berat.
Berhasilnya pendidik pada peserta didik sangat bergantung pada pertanggungjawaban pendidik dalam melaksanakan tugasnya. Mengajar merupakan suatu perbuatan atau pekerjaan yang bersifat unik, tapi sederhana. Dikatakan unik karena hal itu berkenaan dengan manusia yang belajar, yakni peserta didik, dan yang mengajar, yakni pendidik, dan berkaitan erat dengan manusia di dalam masyarakat yang semuanya menunjukkan keunikan. Dikatakan sederhana karena mengajar dilaksanakan dalam keadaan praktis dalam kehidupan sehari-hari, mudah dihayati oleh siapa saja.
Mengajar pada prinsipnya membimbing peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan peserta didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar. Pengertian ini mengandung makna bahwa pendidik dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar peserta didik dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang ada di kelas, maupun yang ada di luar kelas, yang menunjang kegiatan belajar mengajar.
Semakin akurat para pendidik melaksanakan fungsinya, semakin terjamin tercipta dan terbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan. Dengan kata lain, potret dan wajah diri bangsa di masa depan tercermin dari potret diri para pendidik masa kini, dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengan citra para pendidik di tengah-tengah masyarakat. 
Sejak dulu dan mudah-mudahan sampai sekarang, pendidik menjadi panutan masyarakat. Pendidik tidak hanya diperlukan oleh para peserta didik di ruang-ruang kelas, tetapi juga diperlukan oleh masyarakat dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapai masyarakat.
Tampaknya masyarakat memposisikan pendidik pada tempat yang terhormat dalam kehidupan masyarakat, yakni di depan memberi suri tauladan, di tengah-tengah membangun, dan di belakang memberi dorongan dan motivasi. Ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.





EmoticonEmoticon