Ato Basahona Share

follow us

Puisi : Pagi yang Ribut

Oleh : Retno Ka


Batu-batu yang terlempar semalaman itu, kian meletup-letup serupa

kembang api di penghujung tahun saat permukaan subuh muncul

Jangan pedulikan, Katamu

Bagaimana bisa tidak peduli?

Batu-batu itu mengenai ubun-ubunku

membuat lembek seperti nasi basi

membuat leleh seperti lilin berapi


Segenap nama menempa diri

Memahat nyawanya jadi berhala

Aku tak menuhankan, selain mereka mengaku setan

Dan setan, Setan mana yang mengaku dirinya sesat?


Kembali pada puisi:

Puisi itu bernama setan

setan-setan yang ribut berjejal

berkecambah seperti biji-biji

membelah diri seperti bakteri

Lantas batu,

batu adalah anak-anak

anak setan dari manusia

dan manusia dari setan

batu yang bernyawa dan bernama


Salah satu dari nama itu kalian

yang merebut pagiku dan mencipta bising paling ribut

Kenapa tidak menghindarkan ubun-ubunmu? Tanyamu

Sebab batu-batu tumbuh dalam kepalaku

Batu itu

Nama itu

Setan itu

Dan bukan Tuhanku


Pasar Baru, 21 Januari 2016.

Ka.

You Might Also Like: