Pengertian Hutan Mangrove

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh didaerah pantai dan sekitar muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Mangrove merupakan suatu tempat yang bergerak akibat adanya pembentukan tanah lumpur dalam daratan secara terus menerus oleh tumbuhan sehingga secara perlahan-lahan berubah menjadi semidaratan (Arief, 2003).  

Hutan mangrove adalah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ekosistem hutan mangrove bersifat kompleks dan dinamis, namun labil. Dikatakan kompleks karena ekosistemnya di samping dipenuhi oleh vegetasi mangrove, juga merupakan habitat berbagai satwa dan biota perairan (Anwar dan Gunawan. 2006). Bersifat dinamis karena hutan mangrove dapat tumbuh dan berkembang terus serta mengalami suksesi sesuai dengan perubahan tempat tumbuh alaminya. Dikatakan labil karena mudah sekali rusak dan sulit untuk pulih kembali seperti sediakala.


Sebagian besar jenis-jenis mangrove tumbuh dengan baik pada tanah berlumpur, terutama di daerah dimana endapan lumpur terbentuk. Substrat berlumpur ini sangat baik untuk tegakan Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Jenis-jenis lain seperti Rhizopora stylosa tumbuh dengan baik pada substrat berpasir, bahkan pada pulau karang yang memiliki substrat berupa pecahan karang dan kerang. Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba tumbuh pada pantai yang berpasir, atau bahkan pada pantai berbatu. Pada kondisi tertentu, mangrove dapat juga tumbuh pada daerah pantai bergambut, kondisi ini ditemukan di utara Teluk Bone (Noor, Khazali dan Suryadiputra. 2006).

Mangrove mengatasi kadar salinitas dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya secara selektif mampu menghindari penyerapan garam dari media tumbuhnya, sementara beberapa jenis yang lainnya mampu mengeluarkan garam dari daun (Tjandra dan Ronaldo. 2011).

Ekosistem hutan mangrove memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang penting dalam pembangunan, khususnya di wilayah pesisir. Meskipun demikian, kondisi hutan mangrove di Indonesia terus mengalami kerusakan dan pengurangan luas dengan kecepatan kerusakan yang sangat tinggi, hal ini dipicu dengan meningkatnya populasi penduduk yang telah mendorong terjadinya pengalih fungsian lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan hutan menjadi lahan pertanian. Serta kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang  keberadaan mangrove dalam mendukung kehidupan belum dipahami oleh masyarakat, yang mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove.

(Baca Juga : Pengertian Hutan Rakyat)

Hutan mangrove sering disebut rawa penuh nyamuk. Populasi nyamuk di ekosistem ini sangat melimpah, termasuk nyamuk yang diketahui sebagai vector penyakit (Tjandra dan Ronaldo. 2011). Dengan adanya perombakan hutan mangrove menjadi lahan pertanian dan perikanan, maka banyak musuh alami yang kehilangan sumber makanan yang kemudian mati atau menjadi punah. Sembel (2010) menyebutkan berkurang atau matinya musuh alami karena terjadi penyederhanaan ekosistem alami menjadi ekosistem pertanian dapat menyebabkan terjadinya ledakan populasi hama.  

Buku Referensi :

Anwar, C., dan Gunawan, H. 2006. Peran Ekologis dan Sosial Ekonomis Hutan Mangrove Dalam Mendukung Pembangunan Wilayah Pesisir. Peneliti Pada Kelti Konservasi Sumberdaya Alam Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Bogor. Bogor.

Arief, A. 2003. Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. Kanisius. Yogyakarta.

Noor, Y.R.., dan Khazali, M., dan Suryadiputra. I.N.N.. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetland International Indonesia Programme. Bogor.

Sembel, D.T.. 2011. Komposisi Nyamuk-Nyamuk Penular Penyakit Demam Berdarah, Chikungunya dan Malaria di Kota Manado. Laporan Penelitian Iptek dan Seni. Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Tjandra, E., dan Ronaldo, Y. 2011. Mengenal Hutan Mangrove. Pakar Media. Bogor.
 

(Lihat Juga : Jabon Merah ( Anthocephalus macrophyllus) 

Jabon Merah ( Anthocephalus macrophyllus )

Pohon jabon merupakan jenis pohon penghasil kayu yang dewasa ini sementara gencar dikembangkan masyarakat Indonesia karena memiliki pertumbuhan yang cepat. Jabon yang dikenal dibedakan atas dua jenis antara lain jabon putih (Anthocephalus cadamba Roxb.) dan jabon merah [Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil.]. Jabon merah lebih dikenal dengan nama lokal samama (Maluku), karumama (Sulawesi Utara), yang memiliki nama latin Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil dan termasuk dalam famili Rubiaceae (kopi-kopian). Saat ini, jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, kayu lamina dan industri perkayuan lainnya. Jabon merah dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 50-1000 meter dpl. Jabon Merah adalah pohon kayu yang bentuk batang lurus yang hampir tak bercabang, tinggi batang dapat mencapai 40 meter, dengan tinggi bebas cabang 30 meter dan diameter batang 40-50 cm. Jabon merah memiliki ciri tersendiri yaitu disamping termasuk jenis yang cepat tumbuh atau fast growing spesies jabon merah juga mampu menggugurkan ranting dan daun bagian bawah atau pruning secara alami sehingga dapat tumbuh lurus meninggi tanpa cabang (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi, 2011).  

Jabon merah merupakan jenis tumbuhan dikotil yang dimana akarnya berbentuk akar primer, pertumbuhan dari akar primer tergantung dari maristem apikalnya. Pembelahan sel berlangsung dengan sangat aktif pada bagian maristem ini, bagian maristem pada batang dilindungi oleh tudung akar, yang berperan penting dalam pemanjangan akar (Fahn, 1992 dan Hidayat, 1995). Faktor yang mempengaruhi pemanjangan akar adalah hasil fotosintat dari daun.  Selain tumbuh memanjang akar juga tumbuh secara radial. Pada akar tanaman dikotil terdapat kambium vaskuler yang terletak diantara pembuluh floem dan xilem, kambium inilah yang berperan dalam pertambahan diameter akar (pertumbuhan radial) (Lakitan, 1996). 


Botani

Tanaman jabon termasuk ke dalam suku kopi-kopian. Tanaman jabon merah merupakan salah satu jenis tanaman hutan yang pertumbuhannya sangat cepat dan mampu tumbuh di hutan tropis dengan ketinggan maksimum 1.000 meter di atas permukaan laut (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi, 2011). Tanaman ini menyukai daerah yang banyak mengandung air (lembab), seperti di tepi sungai atau rawa.

Klasifikasi Jabon Merah

Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Class                : Magnoliopsida (berkeping dua)
Ordo                : Rubiales       
Family             : Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus              : Anthocephalus
Spesies            : Anthocephalus macrophyllus (Havil)

 Penyebaran Jabon Merah

Penyebaran alami dari jabon merah  di Indonesia hanya berada di daerah Maluku, sebagian Sulawesi dan Papua yang dikenal dengan sebutan samama. Sementara itu, penyebaran jabon merah di luar Indonesia tersebar merata mulai dari India, Nepal, Bengal, Vietnam, Assam, Ceylon, Thailand, Semenanjung,  Malaya, Serawak, Sabah, Filipina, Cina, Australia dan Papua Nugini (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi.  2011).

Karakter Fisik Jabon Merah

a.  Batang

Jabon merah dapat tumbuh tinggi mencapai 40 - 45 m, dengan tinggi bebas cabang kurang lebih 30 m di atas permukaan tanah dan diameter batang dapat mencapai 50 - 60 cm pada umur 5 - 6 tahun (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi, 2011).

Batang jabon merah berwarna merah kehitaman. Warna kayunya kemerah-merahanan dan bertekstur halus. Kekerasan batang jabon termasuk kelas keras II dan kelas awet III dengan warna serat kayu semu merah.

b.  Daun 

Daun jabon merupakan daun tunggal, permukaan daun  berbulu dengan arah duduk daun pada batang saling berhadapan, ukuran panjang daun dapat mencapai 15 - 50 cm dan lebar daun 8 - 25 cm (Mansur, 2010). Daun berbentuk lonjong dan lancip dengan tulang daun berwarna merah dan memiliki daun penumpu. Kuncup daun muda berbentuk kelopak.

c. Buah

Warna buah cokelat muda kemerah-merahan berdiameter 3 - 4 cm. Biji jabon merah berukuran 0,3 – 0,4  mm lebih besar dibandingkan dengan jabon putih, berwana coklat kemerahan (Sanyoto, 2011).

Sumber Referensi :

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Perumbuhan dan Perkembangan Tanaman. RajaGrafindo Persaja. Jakarta. 218 h.


Mulyana, D.; C. Asmarahan, dan I. Fahmi. 2011. Panduan Lengkap Bisnis dan Bertanam Kayu Jabon. PT Agromedia Pustaka. Jakarta. 142 h  
 
(Lihat Juga : Pengertian Kayu Serta Pengelolaanya)

Pengertian Kayu Serta Pengelolaanya

A.  Sifat Kayu sebagai Material Konstruksi

Kayu merupakan bahan produk alam, hutan. Kayu merupakan bahan bangunan yang banyak disukai orang atas pertimbangan tampilan maupun kekuatan. Dari aspek kekuatan, kayu cukup kuat dan kaku walaupun bahan kayu tidak sepadat bahan baja atau beton. Kayu mudah dikerjakan – disambung dengan alat relatif sederhana. Bahan kayu merupakan bahan yang dapat didaur ulang. Karena dari bahan alami, kayu merupakan bahan bangunan ramah lingkungan.

Karena berasal dari alam kita tak dapat mengontrol kualitas bahan kayu. Sering kita jumpai cacat produk kayu gergajian baik yang disebabkan proses tumbuh maupun kesalahan akibat olah dari produk kayu. Dibanding dengan bahan beton dan baja, kayu memiliki kekurangan terkait dengan ketahanan-keawetan. Kayu dapat membusuk karena jamur dan kandungan air yang berlebihan, lapuk karena serangan hama dan kayu lebih mudah terbakar jika tersulut api.



Kayu merupakan bahan yang dapat menyerap air disekitarnya (hygroscopic), dan dapat mengembang dan menyusut sesuai kandungan air tersebut. Karenanya, kadar air kayu merupakan salah satu syarat kualitas produk kayu gergajian. Jika dimaksudkan menerima beban, kayu memiliki karakter kekuatan yang berbeda dari bahan baja maupun beton terkait dengan arah beban dan pengaruh kimiawi. Karena struktur serat kayu memiliki nilai kekuatan yang berbeda saat menerima beban. Kayu memiliki kekuatan lebih besar saat menerima gaya sejajar dengan serat kayu dan lemah saat menerima beban tegak lurus arah serat kayu.

B.  Penebangan, Penggergajian dan Pengawetan

Produksi kayu gergajian (lumber), batang kayu segi empat panjang (balok) yang dipakai untuk konstruksi dimulai dari penebangan pohon di hutan alam dan hutan tanaman industri. Kayu gelondongan (log) hasil tebang diangkut ke pabrik penggergajian. Untuk menghasilkan produk kayu gergajian yang baik dan efisien terdapat teknologi penggergajian yang harus diketahui dalam kaitannya dengan penyusutan kayu saat pengeringan. Terdapat 3 metoda penggergajian, lurus (plain sawing), perempat bagian (quarter sawing) dan penggergajian tipikal (typical sawing).

Sesuai proses pertumbuhan kayu, kayu bagian dalam merupakan kayu yang lebih dulu terbentuk dari kayu bagian luar. Karenanya kayu bagian dalam mengalami susut lebih kecil dari kayu luar. Tanpa memperhitungkan susut tersebut, hasil gergajian akan menghasilkan bentuk kurang berkualitas.

C.  Pengeringan Kayu

Kayu baru tebang memiliki kadar air yang tinggi, 200% - 300%. Setelah ditebang kandungan air tersebut berangsur berkurang karena menguap. Mulanya air bebas atau air di luar serat (free water) yang menguap. Penguapan ini masih menyisakan 25% - 35% kandungan air. Selanjutnya penguapan air dalam serat (bound water). Kayu dapat di keringkan melalui udara alam bebas selama beberapa bulan atau dengan menggunakan dapur pengering (kiln). Kayu dapat dikeringkan ke kadar sesuai permintaan. Kadar air kayu untuk kuda - kuda biasanya harus kurang dari atau sama dengan 19 persen. Kadang diminta kadar air kayu hingga 15% (MC 15). Namun karena kayu bersifat higroskopis, pengaruh kelembaban udara sekitar kayu akan mempengaruhi kadar air kayu yang akan mempengaruhi kembang susut kayu dan kekuatannya.

D.  Pengawetan Kayu

Proses ideal olah produk kayu selanjutnya adalah pengawetan. Pengawetan dapat dilakukan dengan cara merendam atau mencuci dengan maksud membersihkan zat makanan dalam kayu agar tidak diserang hama. Sedangkan cara lain adalah dengan pemberian bahan kimia melalui perendaman dan cara coating atau pengecatan.

E.  Cacat Kayu

Pada sebuah batang kayu, terdapat ketidak teraturan struktur serat yang disebabkan karakter tumbuh kayu atau kesalahan proses produksi. Ketidak teraturan atau cacat yang umum adalah mata kayu, yang merupakan sambungan cabang pada batang utama kayu. Mata kayu ini kadang berbentuk lubang karena cabang tersambung busuk atau lapuk atau diserang hama atau serangga. Cacat ini sudah tentu mengurangi kekuatan kayu dalam menerima beban konstruksi.Cacat akibat proses produksi umumnya disebabkan oleh kesalahan penggergajian dan proses pengeringan penyusutan. Cacat ini dapat berupa retak, crooking, bowing, twisting (baling), cupping dan wane (tepian batang bulat) karena penggergajian yang terlalu dekat dengan lingkaran luar kayu.


(Lihat Juga : Jabon Merah ( Anthocephalus macrophyllus)

Deskripsi Tumbuhan Berdasarkan Family

Family :   Magnoliaceae

Ciri-ciri umum

· Tumbuhan berkayu, daun tunggal, tersebar.
· Bunga banci atau kelamin tunggal, aktinomorf, hiasan bunga dapat dibedakan antara kelopak dengan mahkotanya, tetapi tidak jarang terdapat tenda bunga dalam jumlah besar yang tersusun secara spiral tanpa perbedaan yang jelas antara kelopak dan mahkotanya.
·  Benang sari banyak, tersusun dalam spiral.
·  Bakal buah banyak, tersusun dalam spiral terletak di ujung sumbu bunga
·  Buah kandaga, buah kurung, atau buah buni, yang terkumpul merupakan buah ganda.
·  Biji dengan banyak endosperm dan lembaga kecil.
·  12 marga, + 100 jenis
·  Contoh : Magnolia macrophylla, Michelia alba

Family    :    Anonaceae

Ciri-ciri umum

·  Tumbuhan berkayu, daun tunggal, tersebar atau berseling tanpa daun penumpu.
·  Bunga tunggal, aktinomorf, biasanya berbilangan 3, sering kali mempunyai 2 lingkaran daun mahkota
·  Benang sari banyak, bakal buah 1 sampai banyak bebas satu sama lain, masing-masing berisi banyak atau 1 bakal biji.
·  Buah kebanyakan berupa buah buni, kadang-kadang berupa buah ganda.
·  Biji dengan endosperm berbelah dengan lembaga kecil.
·  80 marga, 800 jenis, daerah tropis.
·  Contoh  :  Anona muricata(sirsak), A. squamosa(srikaya), A. Reticulata(buah nona), Cananga odorata (bunga kenanga), Stelechocarpus burahol(kepel).

Family :  Myristicaceae

Ciri-ciri umum

· Tumbuhan berkayu, daun tunggal, tersebar atau berseling.
·  Bunga kecil dengan tenda bunga yang berbilangan 3, berkelamin tunggal, aktinomorf, berumah 2.
·  Tenda bunga berlekatan, benang sari banyak(20), tangkai sari banyak membentuk buluh, kepala sari menghadap ke luar.
·  Bakal buah tunggal dengan 1 bakal biji yg anatrop dan terletak pada dasar bakal buah, mempunyai 2 integumen.
·  Buah berdaging, bila masak membuka dengan 2 katup
·  Biji dengan salut biji yang disebut ”macis”, endosperm dan perisperm berbelah, lembaga kecil
·  15 marga, 250 jenis, daerah tropis
·  Contoh   :  Myristica fragrans(pala)

Family:   Nymphaeaceae

Ciri-ciri umum

·  Tumbuhan air, tumbuh di rawa-rawa atau daerah yang tergenang air, terapung atau mempunyai akar yang dapat mencapai dasar air
·   Daun terapung di permukaan air atau tenggelam, tetapi ada juga yang muncul di atas air
·   Bunga terpisah-pisah, aktinomorf dengan tenda bunga berbilangan 3 sampai banyak yang berfungsi sebagai kelopak, atau hanya 6 daun tenda bunga yang tersusun dalam 2 lingkaran
·  Bersifat steril dan berubah menjadi bagian-bagian yang menyerupai daun-daun mahkota.
·  Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, berjumlah 3 atau banyak, bebas satu sama lain, atau berlekatan
·  Buah kurung atau menyerupai buah buni. Biji mempunyai salut biji, kebanyakan dengan endosperm dan perisperm, lembaga lurus
·  Contoh   :   Nymphaea lotus, Nelumbo nucifera

Family   :   Crassulaceae

Ciri-ciri umum

·         Tumbuhan berupa semak atau terna, dengan daun tunggal atau majemuk, tanpa daun penumpu
·         Bunga tersusun dalam bunga majemuk yang bersifat simosa, aktinomorf, kebanyakan banci, kelopak dan mahkota berbilangan 5
·         Benang sari sama banyaknya dengan daun mahkota atau 2 x lipat
·         Bakal buah 3 atau lebih, bebas atau sebagian berlekatan, dengan sisik kecil pada pangkalnya
·         Bakal biji banyak tersusun dalam dua baris pada kampuh perut, masing-masing mempnyai 2 integumen
·         Buah bumbung dengan biji-biji yang kecil tanpa endosperm.
·         Contoh  :  Crassula columnalis

Family  :  Rosaceae

Ciri-ciri umum

·   Terna atau tumbuhan berkayu, dau tunggal atau majemuk, duduk tersebar atau berkarang, mempunyai daun penumpu yang melekat pada pangkal tangkai daun
·    Bunga banci, aktinomorf, hiasan bunga berbilangan 5, ada yang berbilangan 3,4,6, atau 8, jelas dapat dibedakan antara kelopak dan mahkota
·    Dasar bunga rata, bentuk cawan, atau piala, di bagian tengah kadang-kadang cembung. Hiasan bunga dan benang sari terdapat pada tepi dasar bunga
·    Bakal buah 1 – banyak, bebas atau berlekatan, kadang-kadang berlekatan dengan sumbu bunga, sehingga bakal buah tenggelam
·    Buah dapat berupa buah keras, kurung, bubung, atau apel, kadang-kadang pada dasar bunga membesar dan tebal berdaging
·    Biji dengan sedikit atau tanpa endosperm
·    Contoh   :  Rosa gallica(m awar), Pyrus malus(apel), Prunus persica(persik/delima)

Family  :  Leguminosae

Ciri-ciri umum

·  Ciri khasnya terdapatnya buah yang disebut buah polong, yaitu :

Ø  Buah yang berasal dari 1 daun buah dengan atau tanpa sekat-sekat semu,
Ø  biji-biji terdapat pada kampuh perut, bila masak, kering, pecah, sehingga biji terlontar keluar atau buah terputus-putus menjadi beberapa bagian menurut sekat-sekat semunya
Ø  Ada pula buah berdaging dan tidak pernah pecah.

Family   :  Mimosaceae

Ciri-ciri umum

·         Bunga banci, aktinomorf, mempunyai kelopak berbilangan 4 – 5 berlekatan, mahkota terdiri atas daun-daun mahkota yang sama jumlahnya dan bebas satu sama lain
·         Benang sari 2 x lipat jumlah daun mahkota, atau banyak
·         Bunga terangkai dalam bunga majemuk berbentuk tongkol yang seringkali tanpak seperti satu bunga saja
·         Bakal buah menumpang, beruang satu.
·         Bakal biji dua baris pada dinding bakal buah
·         Buah, merupakan buah polong yang bila masak menjadi kering dan terputus putus menjadi beberapa bagian
·         Biji dengan sedikit atau tanpa endosperm.
·         Contoh : Mimosa pudica (putri malu), Parkia speciosa(petai ), Pithecellebium lobatum(jengkol)

Family :  Papilionaceae

Ciri-ciri umum

·         Terna semak, perdu, atau pohon dengan daun tunggal atau majemuk
·         Bunga banci, zigomorf, kelopak berbilangan 5, pada pangkal berlekatan.
·         Mahkota bentuk kupu-kupu terdiri atas 5 daun mahkota dengansusunan yang khas :
Ø  1 paling besar disebut bendera(vexillum)
Ø  2 disamping sama besar disebut2 disamping sama besar disebutsayap(alae)
Ø  3sempit, berlekatan disebutlunas(carina)
·         Benang sari biasanya 10, berberkas 2, 1 bebas yang 9 lainnya dengan tangkai sari yang berlekatan, kepala sari membuka dengan celah membujur
·         Buah polong yang bila masak menjadi kering dan pecah, tetapi ada yang tidak pecah melainkan terputus-putus dalam bagian yang berisi 1 biji
·         Biji tanpa atau dengan sedikit endosperm
·         Contoh : Pisum sativum (kacang kapri), Arachis hypogaea (kacang tanah),Sesbania grandiflora(turi)

Family   :   Caesalpiniaceae

Ciri-ciri umum

·         Tumbuhan berupa perdu atau pohon, daun majemuk menyirip, atau menyirip ganda
·         Bunga mempunyai mahkota bentuk kupu-kupu, tetapi ke 5 daun mahkotanya bebas
·         Benangsari 10, biasanya bebas atau berlekatan dengan bermacam-macam cara
·         Buah polong yang jika masak menjadi kering dan pecah, atau berdaging dan tidak membuka, sering bersayap
·         Biji dengan endosperm tipis atau tanpa endosperm, lembaga besar
·         Contoh : Caesalpinia pulcherrima (kembang merak), Cassia alata(ketepeng), Delonix regia(flam boyan), Tamarindus indica(asam )

Family   :   Sonneratiaceae

Ciri-ciri umum

·         Tumbuhan berupa pohon, daun tunggal bertepi rata, duduk berhadapan, tanpa daun penumpu
·         Bunga membentuk kelompok-kelompok yang terdiri atas 3 bunga, besar, aktinomorf, banci atau berkelamin tunggal
·         Dasar bunga bentuk lonceng, di tepinya terdapat 4-8 tajuk daun kelopak yang kaku seperti belulang
·         Daun mahkota sama banyaknya dengan daunkelopak, atau tidak ada
·         Benang sari banyak, tertanam pada kelopak dalambeberapa lingkaran
·         Bakal buah tenggelam, berlekatan dengan dinding dasar bunga, beruang banyak atau 4, mempunyai 1 tangkai putik
·         Buah kandaga atau buah buni dengan 4 sampai banyak ruang, berisi banyak biji
·         Biji tanpa endosperm

Marga Sonneratia

Ciri khusus
·         Mempunyai akar pasak yang berfungsi sebagai akar nafas (pneumatofor)
·         Merupakan salah satu komponan vegetasi mangrove
·         Contoh : Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Sonneratia acida(bogem)
Suku   :   Rhizophoraceae

Ciri-ciri umum
·         Pohon atau perdu, dengan daun tunggal yang kaku, duduk tersebar atau berhadapan pada buku-buku yang membengkak, mempunyai daun penumpu yang letaknya antar tangkai daun, mudah runtuh
·         Bunga kebanyakan banci, aktinomorf dengan sumbu bunga berbentuk piala.
·         Kelopak terdiri atas 4 – 8 daun kelopak, kadang-kadang 3-16 . mahkota terdiri atas daun mahkota yang jumlahnya sama dengan daun kelopak.
·         Benang sari 8 – banyak, semuanya fertil, letaknya berhadapan dengan daun mahkota
·         Bakal buah tenggelam, berlekatan dengan sumbu bunga, beruang2 – 6, berisi 2 – banyak bakal biji, mempunyai 1 tangkai putik

Ciri khusus
·         Buahnya waktu masak tidak membuka, beruang 1-5, tiap ruang berisi 1 biji dengan atau tanpa endosperm yang sering sudah berkecambah selagi masih dalam buah yang belum terlepas dari pohon dan sampai keluar akar, vivipari
·         Mempunyai akar lutut, untuk beradaptasi dgn tempat tumbuh yang berlumpur
·         Merupakan komponen vegetasi mangrove
·         Contoh : Rhizophora apiculata( bakau),  Bruguiera caryophylloides( tancang)

Family  :  Myrtaceae

Ciri-ciri umum

·         Pohon atau perdu, daun tunggal, bersilang berhadapan pada cabang-cabang mendatar seakan-akan tersusun dalam 2 baris pada 1 bidang, tanpa daun penumpu
·         Bunga banci dan aktinomorf Kelopak dan mahkota masing-masing terdiri dari 4-5 daun kelopak dan daun mahkota
·         Benang sari banyak, kadang-kadang berkelompok berhadapan dengan daun mahkota, tangkai sari dengan warna cerah (menjadi bagian bunga yang menarik)
·         Bakal buah tenggelam, mempunyai 1 tangkai putik, beruang 1 sampai banyak dengan 1-8 bakal biji dalam tiap ruang
·         Buah bermacam-macam, pada ujungnya masih jelas tampak kelopak yang tidak gugur, sisa tangkai putik dan sisa-sisa benang sari yang tertinggal di dalam kelopak
·         Biji dengan sedikit atau tanpa endosperm
·         Contoh : Eugenia aromatica( cengkeh), Eugenia cumini (duwet, jamblang), Eugenia equea (jambu air), Psidium guajava (jambu biji)

Family : Brassicaceae (Cruciferae)

Ciri-ciri umum

·         Berupa terna annual atau perrenial
·         Daun tunggal atau majemuk, duduk tersebar
·         Bunga banci, zigomorf atau aktinomorf, biasanya tersusun dalam tandan pada ujung batang
·         Kelopak terdiri atas 4 daun kelopak, tersusun dalam 2 lingkaran. Daun mahkota 4 berseling dengan daun mahkota
·         Benang sari 6 dalam 2 lingkaran
·         Bakal buah menumpang terdiri atas 2 daun
·         Bakal buah menumpang terdiri atas 2 daun buah yang berlekatan
·         Buah berupa buah lobak (siliqua) bila masak membuka dengan2 katup, atau terputus menjadi beberapa bagian.
·         Biji tanpa endosperm
·         Contoh : Brassica oleracea(kubis), Raphanus sativus(lobak)

Family :  Bombacaceae

Ciri-ciri umum

·         Tumbuhan berupa pohon, daun tunggal atau majemuk menjari, duduk tersebar dengan daun penumpu, mempunyai sisik atau rambut bintang
·         Bunga kadang-kadang besar dengan warna yang menarik, banci, aktinomorf.
·         Daun kelopak 4-5 biasanya berlekatan, dalam kuncup tersusun seperti katup
·         Daun mahkota 5 tersusun seperti genting, dan dalam kuncup seperti terpilin ke satu arah
·         Benang sari sama dengan jumlah daun mahkota (kebanyakan lebih) dan duduk berhadapan dengan daun mahkota. Bila jumlahnya banyak seringkali berlekatan membentuk buluh atau tersusun dalam berkas-berkas
·         Kepala sari beruang 1-2 atau lebih, serbuk sari dengan permukaan licin
·         Bakal buah menumpang sampai setengah tenggelam, beruang 2-5, tiap ruang berisi 2 – banyak bakal biji.
·         Buah kandaga, sering pecah dengan membelah ruang, sisi dalam kulitnya sering berambut. Bijidengan atau tanpa endosperm, sering bersalut.
·         Contoh : Ceiba pentandra (kapuk randu), Durio zibethinus(durian)

Family   :   Malvaceae

Ciri-ciri umum

·         Tumbuhan terna atau semak-semak, jarang berupa pohon.
·          Batang mempunyai serabut-serabut kulit, serta penutup permukaan organ-organ tertentu yang berupa rambut-rambut bintang atau sisik-sisik.
·         Daun tunggal bertepi rata atau berlekuk beraneka ragam, bertulang menjari, duduk tersebar, mempunyai daun penumpu
·         Bunga besar, banci, aktinomorf, daun kelopak 4-5 sedikit banyak berlekatan dengan susunan seperti katup, seringkali dilengkapi dengan kelopak tambahan dengan kelopak tambahan (epicalyx)
·         Daun mahkota 5, bebas satu sama lain, pada pangkal berlekatan
·         Benang sari banyak dengan tangkai sari berlekatan membentuk suatu kolom yang berongga
·         Bagian dasar bunga menonjol ke atas mendukung stamen dan putik, sehingga disebut ”androgynofor”
·         Bakal buah menumpang, buah kendaga atau buah berbelah.
·         Biji mempunyai endosperm, lembaga lurus atau bengkok.
·         Contoh : Gossypium herbaceum( kapas), Hibiscus tiliaceus(waru), Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu), Sida rhombifolia(sidaguri), Thespesia populnea (waru laut), Urena lobata(pulutan).

Family Ebenaceae

Kebiasaan dan bentuk daun. Pohon, atau semak-semak (atau jarang 'subshrubs'). Mesophytic. Daun alternatif (biasanya), atau sebaliknya, atau melingkar, biasanya spiral, kasar, petiolate, non-selubung; sederhana. Lamina seluruh; pinnately berurat, lintas-venulate. Daun exstipulate.

Daun anatomi. Lamina dorsiventral (biasanya), atau isobilateral; tanpa rongga sekretori. The mesofil dengan idioblasts sclerencymatous (khususnya di Diospyros), atau tanpa idioblasts sclerenchymatous. Minor daun urat tanpa floem sel transfer (Diospyros).

Anatomi batang. kambium Cork ini; awalnya mendalam, atau dangkal. Node unilacunar, atau tri-lacunar. penebalan sekunder berkembang dari sebuah cincin cambial konvensional. Xilem dengan tracheids serat; dengan kapal. Akhir-dinding kapal sederhana. Kapal tanpa lubang berpakaian. Primer meduler sinar sempit. Kayu bertingkat (beberapa Diospyros), atau sebagian bertingkat, atau tidak bertingkat (?) (?); Apotracheal parenkim.

Reproduksi jenis, penyerbukan. dioecious (kebanyakan), atau hermafrodit (jarang) Tanaman. Wanita bunga dengan staminodes, atau tanpa staminodes (kurang sering). Ginesium bunga jantan pistillodial, atau sisa, atau tidak ada.

Perbungaan, bunga, buah dan morfologi biji. Bunga soliter (terutama ketika perempuan), atau digabungkan dalam 'perbungaan'; di cymes. Para cymose unit utama perbungaan. Perbungaan aksiler; kecil cymes. Bunga bracteolate; kecil, teratur; (2 -) 3-5 (-7) merous; siklik, tetracyclic, atau pentasiklik. Gratis absen hypanthium.

Perianth dengan kelopak yang berbeda dan corolla, 6-14, 2 melingkar; isomerous. Kelopak 3-7; 1 melingkar, gamosepalous; tumpul-lobed; teratur; persisten; sering accrescent (sekitar buah), atau non-accrescent; imbricate, atau berkelopak. Corolla 3-7; 1 melingkar, gamopetalous, lobus berkerut, tubular, atau lonceng, atau urceolate, atau vas berbentuk; teratur; putih, atau kuning (atau krim), atau pink.

Androecium 3-28 (atau lebih?). anggota Androecial bercabang, atau tidak bercabang; bebas dari perianth, atau adnate (epipetalous di dasar tabung), atau bebas dari perianth dan adnate; bebas dari satu sama lain, atau koheren (sering dipasangkan, dengan percabangan); 1 melingkar, atau 2 melingkar, atau 3 melingkar, atau 4 melingkar. Androecium eksklusif dari benang sari subur, atau staminodes termasuk. Benang sari 3-28 (atau lebih?); Dimasukkan ketika epipetalous, dekat pangkal tabung corolla; berkurang dalam jumlah relatif ke perianth berdekatan dengan isomerous dengan perianth (jarang), atau diplostemonous untuk polystemonous (satu sampai empat kali jumlah cuping C); oppositisepalous. Anther dehiscing melalui pori-pori (apikal), atau dehiscing melalui celah membujur; introrse; tetrasporangiat. Endothecium tidak berkembang thickenings berserat (dalam Diospyros kali). Mikrosporogenesis simultan. The awal mikrospora tetrad tetrahedral, atau isobilateral, atau decussate. Dinding antera awalnya dengan lebih dari satu lapisan tengah. butir Pollen aperturate, 3 aperturate, colporate, 2-bersel.

Ginesium 2-5 (-16) carpelled. The 4-30 putik bersel. syncarpous ginesium; synovarious untuk synstylovarious; unggul (Lissocarpa yang dimaksud keluarga terpisah). Ovarium 2-5 (-16) lokulus (setiap locule sebagian dibagi oleh septum palsu). Locules sebagian sekunder dibagi 'septa palsu' oleh. Styles 2-5 (-8); gratis, atau sebagian bergabung; apikal. Stigma 2-8, 1-2 lobed, tipe kering; non-berpapila; Kelompok tipe II. Placentation apikal. Ovula 2 per locule (septa palsu memisahkan anggota masing-masing pasangan), gantung, apotropous; dengan raphe punggung; non-arillate; anatrop, bitegmik; tenuinucellate. integumen luar tidak berkontribusi mikropil. Endotelium dibedakan. Embrio-sac pengembangan tipe Polygonum. Polar nuclei fusing sebelum pemupukan (?), Atau tidak fusing. sel yg berlawanan terbentuk; 3; tidak berkembang biak; singkat. Pembentukan endosperm nuklir.

Buah berdaging (biasanya), atau non-berdaging (kadang-kadang kasar); dak merekah atau pecah (biasanya), atau pecah (jarang tardily begitu), sebuah berry, atau buah berbiji, atau kapsul (jarang). Kapsul katup. Benih endospermic. Endosperm memamah biak, atau tidak memamah biak; berminyak. Biji besar. Kotiledon 2. Embrio achlorophyllous (1 / 3); lurus atau melengkung.

Bibit. Perbenihan phanerocotylar, atau cryptocotylar.

Fisiologi, biokimia. Sianogen (?), Atau tidak sianogen. Alkaloid sekarang (jarang), atau tidak ada. Iridoids tidak terdeteksi. Proanthocyanidins ini, atau tidak ada; delphinidin, atau cyanidin dan delphinidin. Flavonol ini; kaempferol, atau kaempferol dan quercetin, atau kaempferol, quercetin, dan myricetin. Asam ellagic ini, atau (variabel dalam Diospyros) absen. Arbutin ada. Saponin / sapogenins hadir. Akumulasi aluminium tidak ditemukan. Gula diangkut sebagai sukrosa, atau sebagai oligosakarida gula sukrosa alkohol (dalam spesies yang berbeda Diospyros). C3 (?), Atau CAM. CAM dicatat secara langsung pada Maba (non-lezat, dan meragukan).

Geografi, sitologi. Beriklim sedang (sedikit), atau sub-tropis untuk tropis (terutama). Lumba, terutama Indomalayan, dengan beberapa beriklim outlier. X = 15.

Taksonomi. Subkelas Dicotyledonae; Tenuinucelli. Dahlgren's Superorder Primuliflorae; Ebenales. Cronquist's Subclass Dilleniidae; Ebenales. APG angiosperma inti 3; eudicot inti; Superorder Asteranae; Order Ericales.

Spesies 500. Genera 2; Diospyros, Euclea.

Ekonomi menggunakan, sumber penting dll dari kayu (kayu hitam) dan buah (mabolo, kesemek).

Para Ebenaceae adalah keluarga tanaman berbunga, yang mencakup hitam dan kesemek. Keluarga memiliki sekitar 500 jenis pohon dan semak-semak dalam dua genera, Diospyros dan Euclea. Spesies kebanyakan hijau dan asli daerah tropis dan subtropis, dengan beberapa spesies gugur asli daerah beriklim sedang. Diospyros berisi 450-500 spesies dan distribusi lumba, dengan keragaman spesies terbesar di Indomalaya. Euclea berisi 20 spesies, asli ke Afrika, Kepulauan Comoro, dan Arab. Sebuah kelopak yang gigih pada buah adalah karakteristik dari keluarga.


Family Liliaceae


Kebiasaan dan bentuk daun. Herbal. tanaman 'Normal', atau beralih-tanaman; kadang-kadang phyllodineous. Daun berkembang dengan baik (biasanya), atau jauh berkurang (jarang). Tanaman non-lezat. Abadi, dengan agregasi basal daun, atau dengan tidak agregasi basal maupun terminal daun. Batang muda tidak melanggar mudah di node. Berumbi. Helophytic untuk xerophytic. Daun alternatif (hampir selalu), atau sebaliknya, atau melingkar, ketika alternatif, spiral (selalu?), Datar, atau dilipat, atau digulung, atau silinder, tetap, atau petiolate, selubung, atau non-selubung. Daun selubung dengan margin bebas. Daun sederhana; epulvinate. Lamina seluruh; linier lanset, atau bulat telur; paralel-veined; tanpa lintas-venula. Daun eligulate.

Umum anatomi. selain 'jenis Pteridophyta' eksklusif Akumulasi pati.

Daun anatomi. Stomata ini; anomocytic.

Lamina dorsiventral, atau sentris. The mesofil tanpa kristal kalsium oksalat (menurut Goldblatt 1995). Urat daun kecil tanpa floem sel transfer (2 genera). Kapal tidak ada.

Anatomi batang. Penebalan sekunder tidak ada. Xilem tanpa kapal. Sieve-tube P-tipe plastida; tipe II.

Anatomi akar. Akar dengan velamen (misalnya di Lilium), atau tanpa velamen. Xilem akar dengan pembuluh; kapal akhir-dinding scalariform.

Reproduksi jenis, penyerbukan. Subur bunga hermafrodit. Bunga berkelamin tunggal ada. Tanaman hermaprodit. nectaries Floral hadir. Sekresi nektar dari perianth (melalui nectaries pada basis tepal). Entomophilous penyerbukan.

Perbungaan, bunga, buah dan morfologi biji. Bunga soliter, atau digabungkan dalam 'perbungaan', dalam tandan, atau dalam pula pembungaan, atau dalam malai. The unit yg berbentuk gugusan utama perbungaan. Perbungaan scapiflorous, atau tidak scapiflorous, terminal, atau ketiak; espatheate. Bunga bracteate, atau ebracteate; ebracteolate (biasanya), atau bracteolate (kadang-kadang); kecil sampai besar; biasa (hampir selalu), atau agak tidak teratur, kadang-kadang agak zygomorphic, 3 merous, siklik; pentasiklik. Perigone absen tabung.

Perianth dari 'tepal' (biasanya), atau dengan kelopak bunga yang berbeda dan corolla, 6, bebas; 2 melingkar, isomerous, petaloid, atau sepaloid dan petaloid, tanpa bintik-bintik, atau melihat (umum), serupa pada kedua whorls, atau berbeda dalam dua whorls (segmen luar sering pamer yang lebih kecil dan kurang), variabel warna.

Buah berdaging, pecah, kapsul. Kapsul loculicidal. Benih endospermic. Endosperm berminyak. Biji bersayap (mis., Lilium), atau bersayap. Biji tanpa pati. dibedakan dengan baik (kecil) Embrio. Kotiledon 1 (tidak koleoptil-suka). Embrio achlorophyllous (dua spesies, mewakili Fritillaria dan Tulipa). Testa tanpa phytomelan; coklat atau pucat.

Fisiologi, biokimia. Tidak sianogen. Alkaloid ini, atau tidak ada. Proanthocyanidins absen. Flavonol sekarang (kebanyakan), atau tidak ada; quercetin, atau kaempferol dan kuersetin. Absen asam ellagic. Saponin / sapogenins sekarang, atau tidak ada. C3. fisiologi C3 dicatat secara langsung pada Zigadenus. Anatomi non-C4 tipe (Zigadenus).

Geografi, sitologi. Holarctic, Paleotropical, dan Neotropical. belahan bumi Utara, berpusat pada barat daya dan Himalaya Asia ke China. X = 12.

Taksonomi. Subkelas Monocotyledonae. Dahlgren et al. Superorder Liliiflorae; Liliales. APG 3 angiosperma inti; Superorder Lilianae; monokotil non-commelinid; Orde Liliales.

 Family Combretaceae.

Kebiasaan dan bentuk daun. Pohon, atau semak-semak, atau liana. Tanaman non-lezat. Mandiri, atau memanjat (umum), ketika memanjat, batang twiners, atau berebut (melalui kait mewakili basis tangkai daun persisten); Combretum melilit berlawanan arah jarum jam. Mesophytic untuk xerophytic (sering di savana), atau helophytic. Daun alternatif, atau sebaliknya, atau melingkar (jarang), spiral, atau distichous, atau empat peringkat; non-selubung; kelenjar-bertitik, atau tidak kelenjar-dihiasi; tanpa bau ditandai; sederhana. Lamina seluruh; pinnately berurat, lintas-venulate. Daun teliti menetapkan, atau exstipulate. margin Lamina seluruh. Daun tanpa meristem basal yang persisten. Domatia terjadi dalam keluarga (dari 11 genus dan spesies yang banyak); diwujudkan sebagai lubang, atau saku, atau jumbai rambut (kebanyakan).

Daun anatomi. sekarang Hydathodes (kadang-kadang), atau tidak ada.

dorsiventral Lamina (biasanya), atau sentris (jarang); dengan rongga yang keluar, atau tanpa rongga sekretori. rongga Sekretori mengandung lendir. Minor daun urat tanpa floem sel transfer (Combretum).

Anatomi batang. rongga Sekretori ini, atau tidak ada; dengan lendir. kambium Cork ini; awalnya mendalam, atau dangkal. Node unilacunar. Floem internal ini, atau tidak ada. penebalan sekunder berkembang dari sebuah cincin cambial konvensional, atau anomali, dari cincin cambial tunggal. 'Termasuk' floem sekarang (umum), atau tidak ada. Xilem dengan tracheids serat; dengan serat libriform, atau tanpa serat libriform. Kapal akhir miring horisontal ke dinding; sederhana. Kapal dengan lubang berpakaian (biasanya), atau tanpa lubang berpakaian. Parenkim kayu terutama paratrakeal.

Reproduksi jenis, penyerbukan. Tanaman hermafrodit, atau andromonoecious; vivipar (di hutan bakau), atau tidak vivipar.

Perbungaan, bunga, buah dan morfologi biji. Bunga dikumpulkan dalam 'perbungaan', dalam tandan, di paku, dan di kepala. Unit perbungaan utama biasanya yg berbentuk gugusan. Perbungaan biasanya yg berbentuk gugusan. biasanya kecil Bunga; teratur; 3-8 merous, siklik, tetracyclic, atau pentasiklik. Gratis hypanthium hadir.

Buah berdaging, atau non-berdaging; dak merekah atau pecah (biasanya), atau pecah, buah berbiji (biasanya, sering samaroid), atau (jarang) kapsul, atau Samara, atau kapsul-dak merekah atau pecah (?). The drupes dengan pyrenes dipisahkan (kadang-kadang dengan endocarp pemecahan longitudinal menjadi bagian yang tidak sama, misalnya Terminalia), atau dengan satu batu (biasanya). Penyebaran sering dengan air, oleh binatang atau oleh angin (angin-bubar bentuk bersayap). Buah biasanya berbiji 1 (oleh aborsi). Benih non-endospermic. Embrio juga dibedakan (dengan kotiledon biasanya membelit, kadang dilipat, kadang-kadang besar dan hemispherical). Kotiledon 1 (oleh concrescence), atau 2, atau 3; dilipat, atau digulung, atau terbelit (jarang planoconvex). Embrio chlorophyllous (2 / 2), atau achlorophyllous (1 / 1).

Bibit. Perbenihan phanerocotylar, atau cryptocotylar.

Fisiologi, biokimia. Sianogen, Atau tidak sianogen. Alkaloid ini, atau tidak ada (kebanyakan). Iridoids tidak terdeteksi. Arthroquinones terdeteksi (Terminalia); polyacetate berasal. Proanthocyanidins ini,atau tidak ada, ketika ini, cyanidin. Flavonols ini, atau tidak ada; kaempferol, atau kaempferol dan quercetin, atau kaempferol, quercetin, dan myricetin. Asam ellagic sekarang (3 genus, 4 spesies). Saponin / sapogenins absen. Akumulasi aluminium tidak ditemukan. Gula diangkut sebagai oligosakarida sukrosa. Anatomi non-C4 tipe (Lumnitzera, Terminalia).

Geografi, sitologi. Sub-tropis dan tropis. Luas. X = 7, 11-13.

Taksonomi. Subkelas Dicotyledonae; Crassinucelli. Dahlgren's Superorder Myrtiflorae; Myrtales. Cronquist's Subclass Rosidae; Myrtales. APG angiosperma inti 3; eudicot inti; Superorder Rosanae, malvid; Order Myrtales.

Spesies 600. Genera sekitar 20; Anogeissus, Buchenavia, Bucida, Calopyxis, Calycopteris, Combretum, Conocarpus, Dansiea, Guiera, Laguncularia, Lumnitzera, Macropteranthes, Melostemon, Pteleopsis, Quisqualis, Strephonema, Terminalia, Terminaliopsis, Thiloa.

Family nacardiaceae

Kebiasaan dan bentuk daun. Pohon, atau semak-semak; jus berwarna laticiferous (misalnya di Anacardium), atau non-laticiferous dan tanpa; resinous. Mandiri, atau mendaki. Daun hijau, atau gugur; hampir selalu alternatif (berlawanan dalam Bouea), ketika alternatif, spiral; 'herba'; aromatik (resin), atau tanpa bau ditandai (?), sederhana, atau senyawa, ketika senyawa, Ternate, atau menyirip. Lamina pinnately berurat. Daun exstipulate. margin Lamina seluruh. Domatia terjadi dalam keluarga (dalam 8 genera); diwujudkan sebagai lubang, atau saku, atau jumbai rambut.

Daun anatomi. Abaxial papillose epidermis, atau tidak papillose.

Hipodermis bawah daun sekarang, atau tidak ada. Lamina dengan rongga yang keluar (tapi tidak terasa 'kelenjar-bertitik'). Rongga sekretori mengandung resin, atau mengandung lateks. Utama vena tertanam. Minor daun urat tanpa floem sel transfer (Odina (= Lannea)).

Anatomi batang. rongga Sekretori ini; dengan resin, atau dengan lateks. kambium Cork ini; awalnya biasanya dangkal. Nodes tri-lacunar. Vaskular primer jaringan sentrifugal. bundel Cortical absen. bundel medullary absen. Internal tidak ada floem. penebalan sekunder berkembang dari sebuah cincin cambial konvensional. 'Termasuk' floem absen. Xilem tanpa tracheids serat; dengan serat libriform; dengan kapal. Kapal akhir-sederhana (biasanya), atau scalariform, sederhana, dan reticulately dinding berlubang. Kapal tanpa lubang berpakaian. Primer meduler sinar sempit (kebanyakan), atau lebar, atau dicampur lebar dan sempit. Kayu berpori cincin untuk semi-ring porous (jarang), atau diffuse porous (biasanya); parenkim didominasi paratrakeal (sering jarang, jarang ada).

Reproduksi jenis, penyerbukan. Tanaman hermafrodit, atau berumah satu, atau dioecious, atau gynodioecious, atau polygamomonoecious.

Perbungaan, bunga, buah dan morfologi biji. Bunga dikumpulkan dalam 'perbungaan'; dalam malai. The unit yg berbentuk gugusan utama perbungaan. reguler Bunga; biasanya 5 merous; siklik, tetracyclic, atau pentasiklik. Gratis hypanthium sekarang (pendek), atau tidak ada. Hypogynous hadir disk; intrastaminal; annulus.

Perianth dengan kelopak yang berbeda dan corolla, atau sepaline, 3-5, atau 6-10; 1 melingkar, atau 2 melingkar; isomerous. Kelopak 3-5; 1 melingkar; basally gamosepalous. Cuping kelopak nyata lebih pendek daripada tabung untuk tajam lebih panjang dari tabung. Kelopak teratur; imbricate. Corolla saat ini, 3-5; 1 melingkar, polypetalous, atau gamopetalous (jarang, basally). Corolla lobus nyata lebih panjang dari tabung. Corolla imbricate.

Androecium 5-10 (-12). anggota Androecial bebas dari perianth, semua sama, atau nyata tidak adil; bebas dari satu sama lain, atau koheren, ketika koheren 1 adelphous (filamen kadang basally bawaan); 1 melingkar, atau 2 melingkar. Androecium eksklusif dari benang sari subur, atau staminodes termasuk. Staminodes saat ini, 1-9. Benang sari (1 -) 5-10 (-12); oppositisepalous. Anther dorsifixed (kebanyakan), atau basifixed (misalnya Spondias); serbaguna; dehiscing melalui celah membujur; introrse; tetrasporangiat. Endothecium mengembangkan thickenings berserat. Mikrosporogenesis simultan. The awal mikrospora tetrad tetrahedral. Dinding antera awalnya dengan lebih dari satu lapisan tengah (biasanya), atau awalnya dengan satu lapisan tengah (Rhus mysurensis); dari tipe 'dasar', atau dari jenis 'dicot'. Tapetum kelenjar. Pollen monosiphonous; gudang sebagai butir tunggal. butir Pollen aperturate; (2 -) 3 aperturate; colporate, 2-bersel.

Ginesium 1-3-5 (-6) carpelled. The bersel putik 1-5. semicarpous (jarang), atau synovarious, atau synstylovarious;; syncarpous ginesium superior (biasanya), atau sebagian rendah. Ovarium 1-5 lokulus. Gaya 1 (biasanya), atau 3-6 (Buchanania dengan sampai lima gaya dari karpel steril). Stigma 1-5; tipe basah; non-berpapila; Kelompok tipe IV. Placentation ketika parietal unilocular, atau basal, ketika bi-atau plurilocular basal. Ovula dalam rongga ketika unilocular, 1 tunggal; 1 per locule, gantung, atau mendaki, apotropous; dengan raphe ventral (ketika ereksi, yang micropyle inferior), atau dengan raphe punggung (ketika gantung, yang micropyle superior); non-arillate; anatrop; unitegmic, atau bitegmik; krasinuselat. integumen Luar berkontribusi mikropil, atau tidak berkontribusi terhadap mikropil. Endotelium tidak dibedakan. Embrio-sac pengembangan tipe Polygonum. Polar nuclei fusing sebelum pemupukan. sel yg berlawanan terbentuk; 3; tidak berkembang biak; singkat. Sinergid doyan. Hypostase sekarang, atau tidak ada. Pembentukan endosperm nuklir.

Buah berdaging (biasanya), atau non-berdaging (kadang-kadang), ketika dak merekah atau pecah kering; buah berbiji satu. Yang drupes dengan satu batu. Benih non-endospermic. Kotiledon 2. Embrio chlorophyllous (4 / 4), atau achlorophyllous (2 / 2); melengkung.

Bibit. Perbenihan phanerocotylar, atau cryptocotylar.

Fisiologi, biokimia. Tidak sianogen. Alkaloid ini, atau tidak ada (kebanyakan). Iridoids tidak terdeteksi. Arthroquinones terdeteksi (Lannea); polyacetate berasal. Proanthocyanidins sekarang (biasanya?), Atau tidak ada (Mangifera), ketika ini, delphinidin, atau cyanidin dan delphinidin. Flavonol ini; kaempferol dan quercetin, atau quercetin dan myricetin, atau kaempferol, quercetin, dan myricetin. Tidak ada asam ellagic (3 genus, 4 spesies). Arbutin ada. Saponin / sekarang (jarang), atau tidak ada sapogenins. Akumulasi aluminium tidak ditemukan. Gula diangkut sebagai sukrosa, atau sebagai sukrosa oligosakarida, atau sebagai gula sukrosa oligosakarida alkohol (tapi sukrosa selalu mendominasi). C3. fisiologi C3 dicatat secara langsung pada Rhus. Anatomi non-C4 tipe (Mangifera).

Geografi, sitologi. Sub-tropis untuk tropis (terutama). Tersebar luas di daerah tropis, juga Mediterania, E. Asia, Amerika. X = 7-16.

Taksonomi. Subkelas Dicotyledonae; Crassinucelli. Dahlgren's Superorder Rutiflorae; Sapindales. Cronquist's Subclass Rosidae; Sapindales. APG angiosperma inti 3; eudicot inti; Superorder Rosanae, malvid; Order Sapindales.

Spesies 600. Genera sekitar 70; Actinocheita, Anacardium, Androtium, Antrocaryon, Apterokarpos, Astronium, Baronia, Bonetiella, Bouea, Buchanania, Campnosperma, Cardenasiodendron, Choerospondias, Comocladia, Cotinus, Cyrtocarpa, Dracontomelon, Drimycarpus, Ebandoua, Euleria, Euroschinus, Faguetia, Fegimanra, Gluta, Haematostaphis, Haplorhus, Harpephyllum, Heeria, Holigarna, Koordersiodendron, Lannea, Laurophyllus, Lithrea, Loxopterigium, Loxostylis, Mangifera, Mauria, Melanochyla, Metopium, Micronychia, Montagueia, Mosquitoxylum, Nothopegia, Ochoterenaea, Operculicarya, Ozoroa, Pachycormus, Parishia, Pegia, Pentaspadon, Pleiogynium, Poupartia, Protorhus, Pseudoprotorhus, Pseudosmodingium, Pseudospondias, Rhodosphaera, Rhus, Schinopsis, Schinus, Sclerocarya, Semecarpus, Smodingium, Solenocarpus, Sorindeia, Spondias, Swintonia, Tapirira, Thyrsodium, Toxicodendron, Trichoscypha.

Ekonomi menggunakan, dll Termasuk buah-buahan komersial penting - jambu-mete (Anacardium, dan gagang bunga berdaging, 'mete-apel'), mangga (Mangifera), plum Jamaika, babi-plum, imbu (Spondias). Resin, minyak dan lak dari Toxicodendron.

Family Hernandiaceae

Kebiasaan dan bentuk daun. Pohon, atau semak-semak, atau liana; minyak esensial bantalan. Mandiri, atau mendaki. Daun alternatif, aromatik, sederhana, atau senyawa; peltate (sering, dalam Hernandia), atau tidak peltate, jika senyawa, palmate. Lamina dibedah, atau seluruh, ketika dibedah, palmatifid; palmately berurat, cross-venulate. Daun exstipulate.

Daun anatomi. Stomata ini; kebanyakan paracytic.

Lamina dengan rongga yang keluar, atau tanpa rongga sekretori. Rongga sekretori mengandung minyak, atau mengandung lendir. Cystoliths tampaknya tidak ada. The mesofil dengan bola sel minyak ether; sel lendir yang mengandung, atau tidak mengandung sel lendir.

Anatomi batang. kambium Cork ini; awalnya dangkal. Node unilacunar. Jaringan vaskular primer dalam silinder, tanpa bundel terpisah. bundel Cortical absen. bundel medullary absen. Internal tidak ada floem. penebalan sekunder berkembang dari sebuah cincin cambial konvensional. 'Termasuk' floem absen. Xilem dengan serat libriform. Akhir-dinding kapal sederhana. Kapal tanpa lubang berpakaian. Parenkim kayu paratrakeal. Sieve-tube P-tipe plastida, saya tipe (b).

Reproduksi jenis, penyerbukan. Tanaman hermafrodit, atau berumah satu.

Perbungaan, bunga, buah dan morfologi biji. Bunga dikumpulkan dalam 'perbungaan'; di cymes, teratur; siklik; tetracyclic.
Buah tidak berdaging, bersayap atau tertutup dalam amplop melambung berasal dari bracteoles bawaan. 1 buah berbiji. Benih non-endospermic. Kotiledon 2 (berdaging, berminyak, halus atau memamah biak). Embrio lurus.

Bibit. Perbenihan phanerocotylar, atau cryptocotylar.

Fisiologi, biokimia. Tidak sianogen. Alkaloid ini. Iridoids tidak terdeteksi. Arthroquinones terdeteksi (Illigera); polyacetate berasal. Proanthocyanidins absen. Flavonol ini; kaempferol dan kuersetin. Ellagic tidak ada (Hernandia) asam. Saponin / sapogenins absen. Akumulasi aluminium tidak ditemukan. Gula diangkut sebagai sukrosa (Hernandia).

Geografi, sitologi. Sub-tropis ke tropis.

Taksonomi. Subkelas Dicotyledonae; Crassinucelli. Dahlgren's Superorder Magnoliiflorae; Laurales. Cronquist's Subclass Magnoliidae; Laurales. APG angiosperma inti 3; Superorder Magnolianae; Order Laurales

Family Monimiaceae

Kebiasaan dan bentuk daun. Semak dan tumbuhan; minyak esensial bantalan; resinous (sering), atau tidak bergetah. Mesophytic. Daun yang berlawanan; kasar, petiolate, kelenjar-putus-putus (sering), atau tidak kelenjar-dihiasi; aromatik (sering, bersifat damar), atau tanpa bau ditandai; sederhana. Lamina seluruh; pinnately berurat, lintas-venulate. Daun exstipulate. margin Lamina seluruh, atau bergerigi. Daun tanpa meristem basal yang persisten. Domatia terjadi dalam keluarga (Tetrasynandra); terwujud sebagai kantong.

Daun anatomi. Stomata ini; umum paracytic.

Bawah daun hipodermis hadir. Lamina dorsiventral; seringkali dengan rongga sekretori. Sekretori rongga yang berisi resin. The mesofil dengan bola sel minyak ether. Minor daun urat tanpa floem sel transfer (Peumus).

Anatomi batang. kambium Cork ini; awalnya dangkal. Nodes unilacunar (dengan satu sampai beberapa jejak). bundel Cortical absen. bundel medullary absen. Internal tidak ada floem. penebalan sekunder berkembang dari sebuah cincin cambial konvensional. 'Termasuk' floem absen. Xilem dengan tracheids; dengan tracheids serat, atau tanpa tracheids serat; dengan serat libriform, atau tanpa serat libriform (serat sering septate). Kapal akhir miring dinding; scalariform, atau reticulately berlubang, atau sederhana (jarang). Kapal tanpa lubang berpakaian. Parenkim kayu apotracheal, atau paratrakeal, atau apotracheal dan paratrakeal (sangat variabel). Sieve-tube plastida P-type dan S-tipe, tipe I (a dan b).

Reproduksi jenis, penyerbukan. Tanaman hermafrodit, atau berumah satu, atau andromonoecious, atau gynomonoecious, atau dioecious, atau androdioecious, atau androdioecious, atau polygamomonoecious, atau polygamodioecious  'Umumnya berkelamin tunggal. Wanita bunga dengan staminodes, atau tanpa staminodes.

Perbungaan, bunga, buah dan morfologi biji. Bunga soliter (kadang-kadang), atau digabungkan dalam 'perbungaan'; di cymes. Para cymose unit utama perbungaan. perbungaan aksiler, atau terminal (jarang); cymes helicoid, cymose atau yg berbentuk gugusan. calyptrate, atau tidak calyptrate,, kecil dan menengah Bunga biasa, atau agak tidak teratur (maka agak miring), siklik, atau sebagian asiklik. The asiklik ginesium. Floral wadah cekung nyata. Gratis hypanthium hadir.

Buah (yaitu carpel itu) tidak berdaging; suatu agregat (dalam kepala). The karpel berbuah penggabungan ke dalam sinkarp sekunder (sering sering sebagian tertanam dalam wadah berdaging dan / tertutup oleh hypanthium), atau tidak bersatu. The dak merekah atau pecah carpel berbuah; achene sebuah. Buah tertutup dalam wadah berdaging untuk tertutup di hypanthium berdaging (sering), atau tanpa investasi berdaging. Penyebaran unit bunga. 1 buah berbiji. Benih endospermic. Endosperm tidak memamah biak; berminyak. Embrio achlorophyllous (1 / 1); lurus.

Bibit. Perkecambahan phanerocotylar.

Fisiologi, biokimia. Tidak sianogen. Alkaloid sekarang (umum), atau tidak ada. Iridoids tidak terdeteksi. Proanthocyanidins ini, atau tidak ada, ketika ini, cyanidin. Flavonol ini; kaempferol dan kuersetin. Tidak ada asam ellagic (3 genus, 3 spesies). Saponin / sekarang (jarang), atau tidak ada sapogenins. Aluminium akumulasi ditunjukkan. Gula diangkut sebagai sukrosa (dalam Peumus).

Geografi, sitologi. Sedang untuk tropis. Terutama selatan tropis - Amerika Tengah dan Selatan, Barat Daya dan Tenggara africa tropis, tropis dan Timur Australia, Polinesia, Selandia Baru.

Taksonomi. Subkelas Dicotyledonae; Crassinucelli. Dahlgren's Superorder Magnoliiflorae; Laurales. Cronquist's Subclass Magnoliidae; Laurales. APG angiosperma inti 3; Superorder Magnolianae; Order Laurales.

Spesies 150. Genera 26; Austromatthaea, Decarydendron, Dryadodaphne, Ephippiandra, Faikea, Hedycarya, Hennecartia, Hortonia, Kairoa, Kibara, Kibaropsis, Lauterbachia, Levieria, Macropeplus, Macrotorus, Matthaea, Mollinedia, Monimia, Palmeria, Parakibara, Peumus, Steganthera, Tambourissa (Ambora ), Tetrasynandra, Wilkiea, Xymalos.

Ekonomi menggunakan, dll Beberapa dibudidayakan sebagai tanaman hias (Hedycarya, Peumus), buah-buahan dapat dimakan dari Peumus, kayu komersial dari banyak anggota (misalnya kayu boldo Chili dari boldus Peumus).


Family Meliosmaceae

Kebiasaan dan bentuk daun. Pohon dan semak belukar. Daun hijau, alternatif, kasar, petiolate, sederhana, atau senyawa (?), Ketika sederhana, menyirip (imparipinnate, dengan selebaran berlawanan), atau unifoliolate ('sederhana' kapan?). Lamina saat campuran, seluruh. Daun exstipulate. margin Lamina (daun seluruh atau selebaran) seluruh, atau bergerigi.

Daun anatomi. Stomata ini; terutama terbatas pada satu permukaan (abaxial); anomocytic, atau paracytic.

Dorsiventral lamina. The mesofil yang mengandung kristal kalsium oksalat. Kristal mesofil druses.

Anatomi batang. kambium Cork ini; awalnya dangkal. Internal tidak ada floem. penebalan sekunder berkembang dari sebuah cincin cambial konvensional. 'Termasuk' floem absen. Xilem dengan tracheids; dengan tracheids serat (berbatasan lubang yang sangat kecil); dengan serat libriform (serat kadang septate). Akhir-dinding kapal sederhana, atau scalariform dan sederhana. Parenkim kayu paratrakeal.

Reproduksi jenis, penyerbukan. Tanaman hermafrodit, atau polygamodioecious.

Perbungaan, bunga, buah dan morfologi biji. Bunga dikumpulkan dalam 'perbungaan'; dalam malai. senyawa perbungaan malai. Bunga kecil, sangat tidak beraturan; zygomorphic; siklik. Gratis absen hypanthium. Hypogynous hadir disk; annulus (cupular, 3-8 dentate, gigi kadang-kadang terpecah dua belah)
Buah berdaging, dak merekah atau pecah, buah berbiji satu. Yang drupes dengan satu batu (biasanya satu lokulus, jarang bilocular). 1 buah berbiji. Benih non-endospermic. Embrio setidaknya kadang-kadang melingkar ('kadang-kadang lebih atau kurang spiral berkerut').

Fisiologi, biokimia. Tidak sianogen. Proanthocyanidins hadir.

Geografi, sitologi. Paleotropical dan Neotropical. Sub-tropis. Hangat Asia, Amerika. 2n = 32 (Meliosma).

Taksonomi. Subkelas Dicotyledonae; Crassinucelli. Dahlgren's Superorder Rosiflorae (ragu-ragu ditetapkan kembali dari Rutiflorae, cf Chase et al 1993.); Hamamelidales dekat (?). Cronquist's Subclass Magnoliidae; Ranunculales. APG angiosperma inti 3; eudicot perifer; cf. Superorder Proteanae; Orde Sabiales (sebagai sinonim dari Sabiaceae).

Hujan dan Surat Kepada Tenaga Pengumpul Data (TPD)

Oleh        : Tri Saleh 
Facebook : https://www.facebook.com/tri.saleh1?fref=ts

Para petarung Tenaga Pengumpul Data (TPD), Surveyor Populi Center yang terhormat. Dimanapun kita berada, maka pasti saya mengetahui bersama jejak kita. Kenapa...? Karena kita semua ada pada tusuk hujan yang menyelimuti bumi nyiur melambai. Hehehe..., jangan...? Maksud saya jangan berteduh karena tubuh kita memang sudah digodok para panglima semesta untuk tidak menjerit. Buang manja-manja itu dan biarkan hujan tetap menuntun perjuangan kita hari ini dan sampai besok. 

Skenario Tuhan telah mengatur dunia kita. Itu sebutan kata yang wajar akan makna. Bisa...! Mungkin bisa kita bertanya dan mengira-mengira kenapa hujan turun disaat bersamaan waktu dan tugas kita yang juga belum usai. Jangan keluh, ku kirimkan surat ini bersama hujan yang mengepung kita. 

 
Sumber Gambar : blog.stie-mce.ac.id 

Dengar wahai para pemburu data, berjalanlah tanpa batas dan temuilah warga yang terdata pada kertas putih yang bertintahkan hitam. Disitu adalah hasil yang bisa menentukan apakah kita sebagai Tenaga Pengumpul Data (TPD) mampu menembus serta menabrak tembok keniscayaan dunia yang telah melemahkan langkah kita pada jejak aspal. Entah...? dengan air yang meneteskan tangisan langit di sore ini. Teriaklah...! sekali lagi teriaklah. Teriak kepada dunia bahwa janganpun air hujan yang engkau tuangkan pada manusia, sekalipun kiamat maka umat-Mu siap sedia berjuang tanpa ada kata “ KALAH ” dan juga kata “ PASRAH “. Ayo...! Bergegas dan bergerak tunjukanlah bahwa kita BISA...!

Bisa bukan berarti kata yang melecehkan hukum Tuhan pada agama kita. Tetapi jejak yang mapan untuk menerobos jurang-jurang kemanjaan sehingga  kitapun manusia tidak ada terkesan laknat dan durhaka pada pencipta karena menentang kemanjaan dengan semangat sambil melontarkan kata 'KIAMAT'. Itu bukan maksud seutuhnya perbantahan tentang Tuhan. Sekali dan lagi ku ucapkan, semangat dan terobos lelahmu. Tuhan mu bukan satu-satunya alasan “KIAMAT” melainkan karena Berjuang, Maju, dan Semangat. Mari hening, ajakanku mengundang itu. Itu yang ku maksud...? Adalah bukan sabdah tetapi para tabiat kehidupan manusia, bagi yang sering memainkan irama tubuh yang melekat manja, tidaklah pantas. 

Entah siapa...? dan juga tak pulah ku sebut siapa-siapa. Namun yang merasa penuh “ Manja ” itulah manusia tegar yang pantas disebut doyan makan dan tak berfikir bagaimana berjuang mencari makan untuk melembungkan isi perutnya. Perut yang di hias penuh kemanjaan tanpa mengerti perjuangan. Itulah hening...! agar  kita tetap “ SEMANGAT “ dan tidak menjadi “ MANJA ". Majuuu...! Lov'U Seemuuuaaacch...Mmuuaaacch...Mmuuaaach. (Baca Juga Tulisan Tri Saleh : Nietzsche dan Profesi Sabotase Parah Tuan-Tuan)

Memahami Tentang Gaharu

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur. 

 Sumber Gambar : pengertian-definisi.blogspot.com



Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aguilaria sp. (Nama daerah : Karas, Alim, Garu dan lain-lain). Pohon Penghasil Gaharu (Aquilaria spp.) adalah species asli Indonesia. Beberapa species gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan adalah: Aquilaria. malaccensis, A. microcarpa, A. beccariana, A. hirta, A. filaria, dan Gyrinops verstegii. serta A. crassna asal Camboja.

Kegunaan Dan Manfaat Gaharu

Gaharu mengandung essens yang disebut sebagai minyak essens (essential oil) yang dapat dibuat dengan eksraksi atau penyulingan dari gubal gaharu. Essens gaharu ini digunakan sebagai bahan pengikat (fixative) dari berbagai jenis parfum, kosmetika dan obat-obatan herbal. Selain itu, serbuk atau abu dari gaharu digunakan sebagai bahan pembuatan dupa/hio dan bubuk aroma therapy. Daun pohon gaharu bisa dibuat menjadi teh daun pohon gaharu yang membantu kebugaran tubuh. Senyawa aktif agarospirol yang terkandung dalam daun pohon gaharu dapat menekan sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan efek menenangkan, teh gaharu juga ampuh sebagai obat anti mabuk.

Gaharu merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat di negara-negara Timur Tengah yang digunakan sebagai dupa untuk ritual keagamaan. Masyarakat di Asia Timur juga menggunakannya sebagai hio. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal untuk industri kosmetika seperti parfum, sabun, lotions, pembersih muka serta obat-obatan seperti obat hepatitis, liver, antialergi, obat batuk, penenang sakit perut, rhematik, malaria, asma, TBC, kanker, tonikum, dan aroma terapi.

(Lihat Juga : Beberapa Jenis Pohon Penghasil Gaharu )