Wanita Canda, Bias Menuju Ular Tangga ‘Sesat’

Oleh        : Tri Saleh 
Facebook : https://www.facebook.com/tri.saleh1?fref=ts

Aww...! Ternyata, hu...huu..., kupas kulit terangnya wanita adalah sebagian usai terukur pada pengalaman dadu-dadu ular tangga dan bagaikan game play station yang kontak terlihat pada program layar  TV-AV. Hmm...! Baik-buruk nya telah terukur pada gemetarnya Stick Saat jemari mengalunkan posisi. Protes..? Bismillah. Silahkan..! Tetapi, tunggu ya... penjelasan itu bukan semata-mata karena egois diri yang menimpah pada urai ketidaksukaan bagi kalian 'wanita' yang entah itu sebagai petanda kejelasan.


Foto : Tri Saleh

Dimana Ia, Hmm...! Yea sudah termaknai kadaluwarsanya. Buset. Maaf bukan cacian. Jijik loe...' maksud ku diperjelas. ' aku Jijik gaya loe...' siapa...? Yae Kamu pasti sebagian 'wanita'. Karena itu, sudahlah.. itu aku simpan. Semua termaknai karena pengalaman yang maaf, itu jujur usai terlampaui mapan. Terang perasaanku. bukan timpah persoalan. Itu ialah  yang tidak bisa berkaca. Karena bagiku, caramu  itu adalah lucu masalalu ku yang bosan teringat bagaikan traumatik pecandu saat pakai obat tanpa penyesalan.

Sudah puas. Kitakan bukan siapa-siapa. Sekedar lelaki dan wanita itu sebagai pengertian untuk bentuk penghargaan simbolis, ketika engau juga pasti ku yakin akan paham sebagaimana tingkat fikir membusuk. Hahaha...! Kamu, Ya kamu...! Wanita tak sadar akan permainan. Tutup mata yea..., aku adalah lelaki. Maaf aku bisik yea..? Terserah Iya atau tidak..! Yang jelas pahami. Mmm... ' seribuh kali lelaki terpeleset dalam jurang, tetap bangkit, disebut lelaki, jangan sebaliknya.

Kenapa...? Mau tau perempuan...? Ingat..! perempuan terjerumus pada jurang sekali, tak pantas disebut perempuan' maknai saja Itu kata yang punya arti. Sudah cukup saranku, modifikasi caramu karena terlihat 'objektif', kenapa...? Tidak pantas kamu perempuan seperti manusia yang punya gelar 'Hawa' ternyata tidak merubah sikap salahmu itu karena penuh alasan bangga oleh dinamika ego semata  ataupun tidak sadar banggamu bahwa mengira itu canda-tawah memanjakan sesat (Baca Juga Tulisan Tri Saleh : Oh Tuhan...! Hasrat Birahi dan Bulan Suci)

Studi Kritis Filsafat Islam dan Barat

Mengapa Manusia berfilsafat...?
 
Pertanyaan tersebut diatas menjadi basis dan titik awal manusia berfilsafat.Dalam kaitan ini perlu dijelaskan bahwa sepanjang sejarah kefilsafatan  di kalangan filsuf terdapat tiga hal yang mendorong manusia berfilsafat yaitu kekaguman atau keheranan,keraguan atau kesangsian dan kesadaran akan keterbatasan.

Pada umumnya seorang filsuf mulai berfilsafat karena adanya rasa kagum atau adanya rasa heran dalam pikiran filsafat itu sendiri. Dalam hal ini dialami oleh plato yang menyatakan”mata kita memberi pengamatan bintang-bintang,matahari dan langit. Pengamatan ini memberikan dorongan kepada kita untuk penyelidikan ini berasal filsafat. Agustinus dan Rene Descartes memulai berfilsafat bukan dari kekaguman atau keheranan akan tetapi mereka berfilsafat mulai dari keraguan atau kesangsian sebagai sumber utama filsafat. Manusia heran tapi kemudian dia ragu-ragu. Apakah ia tidak ditipu oleh panca indranya yang sedang heran.

Sumber Gambar : alhikmah.ac.id

Rasa heran dan meragukan ini mendorong manusia nuntuk berpikir lebih mendalam,menyeluruh dan kritis untuk memperoleh kepastian dan kebenaran yang hakiki. Berpikir secara mendalam,menyeluruh dan kritis seperti ini disebut berfilsafat.

Berfilsafat dapat pula bermula dari adanya suatu kesadaran akan keterbatasan pada diri manusia. Berfilsafat kadang-kadang dimulai apabila manusia menyadari bahwa dirinya sangat kecil dan lemah terutama dalam menghadapi kejadian-kejadian alam. Apabila seseorang merasa,bahwa  ia sangat terbatas dan terikat terutama pada waktu mengalami penderitaan atau kegagalan, maka dengan adanya kesadaran akan keterbatasan dirinya tadi manusia mulai berfilsafat. ilsafat pra-sokrates ditandai oleh usaha mencari asal segala sesuatu "arche". Tidakkah di balik keanekaragaman realitas di alam semesta itu hanya ada satu azas? Thales mengusulkan: air, Anaximandros: yang tak terbatas, Empedokles: api-udara-tanah-air. Herakleitos mengajar bahwa segala sesuatu mengalir (selalu berubah), sedang Parmenides mengatakan bahwa kenyataan justru sama sekali tak berubah. Namun tetap menjadi pertanyaan: bagaimana yang satu itu muncul dalam bentuk yang banyak, dan bagaimana yang banyak itu sebenarnya hanya satu, Pythagoras (580-500 SM) dikenal oleh sekolah yang didirikannya untuk merenungkan hal itu. Democritus (460-370 SM) dikenal oleh konsepnya tentang atom sebagai basis untuk menerangkannya juga. Zeno (lahir 490 SM) berhasil mengembangkan metode reductio ad absurdum untuk meraih kesimpulan yang benar.

Segera setelah kata “filsafat” disebut,terbayanghlah permainan kata-kata sulit yang ruwet dan kadang-kadang absurd mengada-ngada hanya untuk berbicara tentang soal-soal yang tidak jelas kegunaanya. Paling bagus,orang akan menganggapnya sebagai ilmu tinggi yang hanya di pahami yang hanya di pahami oleh segelintir orang yang memiliki selera agak aneh,padahal kenyataanya filsafat adalah ilmu kandung perkembangan paradigma atau pandangan dunia yang disadari atau tidak selalu mendasari perkembangan ilmu-ilmu. Di dalam filasafatlah konsep-konsep seperti Tuhan,keadilan,kebebasan,kebahagiaan, dan berbagai konsep lain yang sentral bagi kehidupan manusia  dierbinjangkan dan dirumuskan.

Agama adalah suatu berbasis Ilahia yang bedasarkan wahyu  dari Tuhan (teks Tuhan) dan dituangkan dalam kitab-kitab yang dibawah oleh para nabi. Sedangkan filsafat sesuatu yang berbasis intelektulnya adalah akal. Akan sedikit berbenturan jika agama yang nota benenya berdasarkan teks Tuhan dan filsafat yang berbasis akal disatukan karena orang yang menggunakan akal pada waktu itu tidak menjadikan teks Tuhan sebagai pedoman hidup.

Filsafat Barat

Dilihat dari pendekatan historis, ilmu filsafat dipahami melalui sejarah perkembangan pemikiran filsafat. Menurut catatan sejarah, filsafat Barat bermula di Yunani. Bangsa Yunani mulai mempergunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar abad VI SM. Perkembangan pemikiran ini menandai usaha manusia untuk mempergunakan akal dalam memahami segala sesuatu. Pemikiran Yunani sebagai embrio filsafat Barat berkembang menjadi titik tolak pemikiran Barat abad pertengahan, modern dan masa berikutnya. Di samping menempatkan filsafat sebagai sumber pengetahuan,Barat juga menjadikan agama sebagai pedoman hidup, meskipun memang harus diakui bahwa hubungan filsafat dan agama mengalami pasang surut. Pada abad pertengahan misalnya dunia Barat didom inasi oleh dogm atism egereja (agama), tetapi abad modern seakan terjadi pembalasan Akibatnya, Barat mengalami kekeringan spiritualisme. Namun selanjutnya, Barat kembali melirik kepada peranan agama agar kehidupan mereka kembali memiliki makna.
 
Yunani Kuno

Bangsa Yunani merupakan bangsa yang pertama kali berusaha menggunakan akal untuk berpikir. Kegemaran bangsa Yunani merantau secara tidak langsung menjadi sebab meluasnya tradisi berpikir bebas yang dim iliki bangsa Yunani.
Kebebasan berpikir bangsa Yunani disebabkan di Yunani sebelumnya tidak pernah ada agama yang didasarkan pada kitab suci. Keadaan tersebut jelas berbeda dengan Mesir, Persia, dan India. Sedangkan Livingstone berpendapat bahwa adanya kebebasan berpikir bangsa Yunani dikarenakan kebebasan mereka dari agama dan politik secara bersamaan. terhadap agama. Peran agama dimasa modern digantikan ilmu-ilmu positif Pada masa Yunani kuno, filsafat secara umum sangat dominan, meski harus diakui bahwa agama masih kelihatan memainkan peran. Hal ini terjadi pada tahap permulaan, yaitu pada masa Thales (640-545 SM ).
 
Demikian juga Phitagoras (572-500 SM ) belum murni rasional. Pada masa Yunani Klasik, pertanyaan-pertanyaan yang berkembang adalah pertanyaan yang berhubungan alam semesta. Ini berangkat dari kekaguman manusia terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. Sebagai contoh, ketika manusia melihat segala sesuatu yang ada di sekeliling mereka, muncul pertanyaan-pertanyaan mengenai segala sesuatu itu. Begitupun para filsuf zaman Yunani klasik ini. Mereka mempertanyakan hakikat kehidupan ini. Sebagai contoh, Thales, salah seorang filsuf yang hidup pada masa itu, mendapatkan kesimpulan bahwa penyebab pertama kehidupan adalah air karena ia melihat adanya kehidupan ini karena ada air.

Kelahiran Filsafat Islam

Islam adalah agama yang berdasarkan Ilahiah dan bukan hanya berdasarkan akal semata. Pada awalnya Islam belum mengenal apa yang namanya filsafat. Para kaum muslimin pada awal hijrah keyunani dan bertemu dengan para filosof barat. Pertemuan itu terjadi dialektika sehinnga umat islam juga pada saat itu sudah mengetahui filsafat. Namun Orang Islam pada saat itu menggunakannya untuk memikirkan sesuatu dari dalam diri keluar atau kerealitas tetapi seiring berjalanya waktu,mereka menggunakan filsafat untuk memahami diri mereka sendiri sehingga lahirnya filsafat Islam.

Terdapat Kontroversi antara Imam Al-Gazali dan para filosof lainya.Al Gazali mengatakan bahwa Tuhan adalah segala-galanya dan Tuhan berkehendak atas keinginanya sendiri dan siapa yang belajar filsafat maka dia adala orang tidak percaya akan Tuhan. Padahal bila dipikirkan secara radikal bahwa memang Tuhan adalah segala-galanya tapi untuk mempelajari kitab atau teks Tuhan harus menggunakan akal.

Jadi dapat disimpulkan bahwa filsafat Islam lahir dari perselingkuhan atau ramantisme antara hasil pemikiran Barat yang berbasis rasionalitas dan pemikiran umat islam yang Ilahiah atau berdasarkan Tuhan. Filsafat bukanlah anak haram Islam tapi filsafat adalah anak kandung Islam yang lahir dari risalah kenabian.

Meneropong pemikiran Rasionalisme dan Ilahia

Para pemikiran barat yang menganut basic Rasionalisme membaca realitas dengan menggunakan akal dengan menghilangkan keilahian(ketuhanan) mereka dengan begitu mereka dapat memahami realitas mereka dan nyaman. Mereka dapat menciptakan kesetaraan,kebersamaan, dan kesejahteraan. Sebaliknya kekerasan,ketidak adilan,ketidak sejahteraan, malah terjadi pada orang-orang yang berdasarkan agama(Ilahia).Jadi ini merupakan bahan motivasi buat kita semua agar dapat membaca realitas disekitar kita agar dapat menjaga dan menampilan karakteristik sebagai manusia yang beragama.

Buku Referensi :

Bagir,haidir.2005.buku saku filsafat islam,Bandung : Arazi misan pustaka
Sudarsono,2008.Ilmun filsafat suatu pengantar,Jakarta : Rineka cipta (Baca Juga Artikel Menarik : Mari Berbicara TAUHID)

Strategi Pemberdayaan Masyarakat

Masyarakat adalah kumpulan dari manusia yang hidup bersama-sama dalam suatu lingkungan. Manusia adalah mahkluk yang mempunyai kedudukan yang tinggi, maka  Allah SWT melimpahkan atas amanat sebagai wakilNya dimuka bumi ini memakmurkanya, melestarikan, sekaligus menciptakan kehidupan yang penuh ketauhidan di muka bumi.

Firman Allah SWT :
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat  kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh(QS Al Ahzab : 72)

Manusia adalah makhluk Alla yang paling mulia, sebab ia telah sejak awal pemikiran, sehingga ini pula kita di tuntut untuk memaksimalkan potensi akal untuk kepentingan sesama.

Firman Allah SWT :
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."(QS Al baqarah : 30)

Pemberdayaan masyarakat adalah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan langsung dengan masyarakat untuk membentu pola pemikiran yang mandiri. Dalam pelaksanaan suatu pemberdayaan masyarakat di butuhkan strategi-strategi yang baik demi tercapainya hasil yang ingin dicapai dalam kehidupan masyarakat, pemberdayaan dalam bidang pendidikan, kesenian, dan ketrampilan. 


Pendidikan adalah Proses yang dilakukan oleh suatu lembaga dalam hal ini lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam rangka menyiapkan generasi penerusnya agar dapat bersosialisasi dan beradaptasi dalam budaya yang mereka anut. Pendidikan adalah salah satu bentuk strategi budaya tertua manusia untuk mempertahankan keberlangsungan eksistensi manusia.

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah menetap pada suatu wilayah untuk hidup bersama-sama dalam menjalani kehidupan. Didalam masyarakat terdapat interaksi sehingga mereka dapat menciptakan tarnsformasi  dalam realitas komunitas mereka dalam menciptakan masyarakt sejahtera bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah tapi kita semua bertanggung jawab untuk saling berbagi dan mengisih untuk mecapai kemakmuran suatu bangsa khususnya Indonesia. Kecakapan hidup yang harus ditanamkan pada masyarakat yang tak berdaya adalah kepemimpinan ,etika, keterbukaan, kemampuan beradaptasi, produktivitas diri, tanggungjawab  diri kemampuan mengelola massa, kemampuan mengelola diri, tanggungjawab dan sosial Untuk mencapai hasil yang maksimal ada beberapa strategi yang haru digunakan antara lain :
 
·   Penyadaran dengan diskusi 

Penyadaran dengan diskusi adalah atau adalah kegiatan pembicaraan yang dilakukan dengan masyarakat untuk mendeteksi problematika yang di alami oleh masyarakat. Dengan begitu kita dapat langsung hadir di tengah-tengah mereka dan melakukan tindakan-tindakan terpadu guna memberikan mereka pengetahuan-pengetahuan yang nantinya dapat mereka kembangkan untuk menopang kehidupan mereka.

·   Pembentukan kelompok atau atau jaringan

Dalam upaya melakukan pemberdayaan pada masyarakat tidak bisa dilakukan sendirian tapi harus secara berkelompok sebab dalam meghadapi masyarakat yang dapat dikatakan awam butuh orang-orang dengan kemampuan tertentu atau ahli di bidang-bidang yang berkaitan dengan hal pemberdayaan tersebut.

Di samping itu harus adanya jaringan baik dipihak komunitas masyarakat atau di pihak pemerintahan supaya mempermudah akses untuk masuk dimasyarakat dan memperoleh izin dari pemerintah setempat baik bupati, camat, maupun kepala desa. Pemerintah juga dapat bermanfaat dalam memberikan sumbangan dana untuk menopang pelaksanaan kegiatan pemberdayaan di masyarakat.

·    Penyusunan agenda kelompok

Setelah dibentuknya kelompok tindakan berikutnya yang harus dilakukan adalah menyusun agen kerja, Tujuan disusunya agenda kerja kelompok supaya semua kegiatan yang akan dilakukan terorganisir dan tersistematis, menhindari kerancuan dalam mengimplementasikan konsep pembentukan karakteristik masyarakat yang konstruktif.

·   Melakukan evaluasi capaian agenda

Agenda-agenda kerja yang sudah tersusun dan terealisasikan harus dilakukan evaluasi terus-menerus agas kita dapat mengetahui perkambangan atau kekurangan dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan, dengan begitu kita langsung dapat melakukan tindakan perbaikan/pembaharuan mengenai agenda atau pelaksanaan pemberdayaan.

·   Membangun pusat-pusat hubungan dan informasi

Informasi sangat dibutuhkan dalam melaksanakan pemberdayaan, namun kita mesti mengetahui kebenaran dari informan yang dipercayakan, pusat informasi antara lain masyarakat setempat dan dari pihak pemerintahan. Tindakan komutatif dan reproduksi masyarakat adalah proses pencapaian pemahaman yang bertujuan pada kesepakatan yang sesuai dengan kondisi persetujuan yang di motivasi secara rasional bersandar pada keyakinan bersama.
Asumsi tentang prinsip pengaturan masyarakat serta tentang kapasitas dan lingkup pemberdayaan dari situasi struktur masyarakat 

·   Membangun jaringan dengan media

Media adalah alat yang dapat digunakan untuk memperkenalkan atau mengeskpos lembaga-lembaga pemasyarakatan ke publik baik media cetak maupun elektronik, selain itu hasil kerja juga harus di publikasikan termasuk masyarakat yang sudah mandiri agar dapat memotivasi masyarakt lain dalam menjalani dan memaknai arti kehidupan yang lebih baik.

Dalam terjun ke realitas masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan konsep yang ditawarkan kita harus pahami dulu karakteristik dari masyarakat setempat dari segi kultur, taraf pendidikan, dan kebiasaan mereka dengan begitu akan memberikan jalan mulus bergabung dan bekerja sama.

Buku Referensi :

Anan, Maftun.2003. filsafat manusia, Jawa Timur : terbit terang
Pusey,Michael.2001.Habermas dasar dan konteks pemikiranya, Yogyakarta : resist book.

Imajinasi Tak Berjejak Ancam Padamkan Nalar

Pada abad ke 19 bumi yang menjadi pusat peradaban kosmopolitan di sebuah tempat bersemainya pencerahan dan rasionalitas Netzsche membawa api pemberontakan terhadap nalar yang kala itu menjadi dewa harapan dan tumpuan umat manusia untuk menggapai segenap impian. Netzsche mengatakan bahwa Agama telah ditelan oleh bumi dan Tuhan telah mati. Bukan hanya Netzsche ada juga seorang murid dari mazhab Mu’tazillah, namanya Asy’ari juga berkata wahai hamba-hamba Tuhan yang percaya kepadanya muali hari ini ketahuilah bahwa manusia telah sesat di jalan Tuhan bagi mereka yang selalu menggunakan nalar bukankah nabi kita pernah bersabda bahwa orang yang percaya terhadap nalar adalah iblis, dengan percaya kepada nalar maka kita tidak lagi percaya kepada Tuhan yang maha bebas dari segenap prinsip-prinsip dan kriteria-kriteria rasional.

 Sumber Gambar : ariluki55.wordpress.com

Sejarah pemberontakan manusia terhadap nalar selalu berulang. Pada setiap zaman dan peradaban yang memiliki kekhasahan masing-masing, lahir tokoh-tokoh yang besar karena penentanganya yang amat sengit terhadap kokohnya posisi nalar sebagai hakim dalam sejarah peradaban manusia. Tentu saja modus perlawanan terhadap singasana nalar berbeda-beda sesuai dengan sosio kultur historis yang melatarbelakanginya. Seorang Asy’ari lahir dari peradaban yang mencapai puncaknya saat Mu’tazilah menjadi mazhab resmi Daulah Abbasiyah, sedangkan Nietzsche dinegara eropa yang tengah mengukuhkan peradaban modernitasnya melalui rintisan rasionalisme antroposentris Descartes, Kosmologi mekanistik Newton dan pencerahan Kant. Jika rasionalitas model Mu’tazilah melahirkan pemberontakan membela Tuhan Asy’ariah, maka rasionalitas modernisme Eropa mendatangkan penentangan membela liarnya irasionalitas Nietzschean.

Sekarang modus pemberontakan antinalar ini berbeda, mereka bersekongkol dalam menyerang nalar. Keduanya juga sama-sama menerapkan oposisi Biner bahwa pegkonfirmasian yang satu melalui penegasan yang lain, yaitu jika Asy’ari mengafirmasi Tuhan melalui penegasan kehendak bebas manusia, Neitzsche mengfirmasi kehendak berkuasa manusia melalui penegasan Tuhan. Sekarang adalah zaman di mana kaum penentang nalar merasa memperoleh amunisi besar dari situasi dunia modern yang makintak jelas saja kemana arah peradaban manusia hendak dibawa. Berbagai krisis global yang multidimensional semacam krisis lingkungan, konflik, dan teror, serta kontra teror kekerasan yang kian menajam, praktik-praktik dehumanisasi, reitifikasi, alienasi, dan modus-modus krisis eksistensial manusia moderen itu semua merupakan lahan amat subur untuk tumbuh kesinisan dan kemuakan terhadap entitas-entitas yang dianggap sebagai produk rasionalitas moderen, sains, teknologi, demokrasi,humanisasi universal, liberalisme, kapitalisme dan positifisme.  

Penentangan itu terpolarisasi kedalam dua kutub, pengukuhan identitas dan penafian identitas.Kutub yang pertama mencari penguatan diri melalui penonjolan identitas yang banyak mengambil bentuk ekskluvitas literal. Kutub yang kedua sebaliknya, merobek dan membakar narasi-narasi peradaban yang tak kunjung usai. Yang pertama bekerja melaui retorika simbol-simbol yang dipaksakan realitas sementara yang kedua menarik diri dari realitas seraya meratap dengan kepiluan emosi kegagalan. 

Jika kutub yang pertama giat menggaduhkan realitas dunia yang telah amat bisisng dan pengap, kutub yang kedua aktif memproduksi simulasi-simulasi realitas untuk melabuhkan imajinasi dan naluri tak terarah. Kita bisa menyebutnya dengan resiko sedikit simplifikasi bahwa fundamentalisme skripturalistik dan postruktrularisme dekonstruksionis masing-masing adalah model dari kedua kutub ini. Keduanya tentu saja banyak mengandung perbedaan tapi di ikat lauatan emosi historis yang sama menetang kedigdayaan nalar. Michel Foucault, seorang kritikus sinis tehadap proyek pencerahan dan rasionalitas, telah tiba pada pendeklarasian kematian manusia. Menurut Foucault, manusia telah kehilang dirinya sebagai subyek yang berkesadaran karena di dera dan dikepung praktek-praktek obyetivitas. Melalui studi genologis ala Neitzche, Foucault merangkum  bahwa sains melahirkan teknologi-teknologi kuasa yang mengontrol hidup manusia itu sendiri. Pengetahuan dan kebenaran adalah produksi kuasa, bukan repretansi realitas dan nalar adalah kaki tangan kuasa imanen. Sahut Foucault. 

Jika bagi Nietzche pengetahuan dan kebenaran merupakan instrumen kuasa, bagi Foucault kedua entitas mental itu merupakan subordinasi kuasa. Sementara itu di kutub yang bersebrangan kelompok-kelompok fundamentalis yang obskurantis, semisal aliran kreasionisme dari penganut kristen dan Islam serta saintis vedik Hindu memaklumatkan penetangan pula terhadap klaim Universalitas sains modern. Mereka bersekutu untuk melakukan overjudgement terhadap sejumlah teori sains dan pemikiran moderen yang dianggap dapat meruntuhkan keimanan, misalnya teori evolusi yang dengan gegabah meeka identikan dengan Darwinisme. Uniknya, overjudgement ini mereka persepsikan sebagai tugas suci yang hendak mendemonstrasikan keunggulan Tuhan di atas nalar manusia yang berani-beraninya membuat narasi teramat besar tentang perjalanan alam semesta.

Nalar adalah matahari, seperti yang memberikan kehidupan dimuka bumi ini, demikian pula adalah nalar yang memanusiakan kita. Melalui nalar kita mengenal dunia, memberinya makna dan nama, dan mengolahnya agar sesuai dengan cita rasa kemanusiaan realitas. Kita memanusiakan realitas dan jadilah kita manusia sepenuhnya.Sesuai mempelajari sejarah-sejarah agama, will durant menyimpulkan bahwa setiap kali agama di bunuh, maka ia akan tumbuh dan berkembang lagi dalam sejarah. Agaknya nasib nalar mirip dengan agama, setiap kali nalar dibunuh di sebuah tahapan sejarah dan peradaban maka ia pun bakal tumbuh dan berkembang kembali pada tahapan sejarah berikutnya dilain peradaban. Dengan alasan itulah disarankan bahwa nalar adalah tanggung jawab kemanusiaan, bahwa berpikir adalah tanggung jawab dean merupakan pendayagunaan nalar di atas realitas dunia ini karena selama kita hidup nalar dan imajinasi selalu melekat pada diri kita tergantung pada kemampuan mengembangkanya demi terwujudnya tatanan masyarakat yang di ridhoi Allah SWT. (Baca Juga Artikel Menarik : Mari Berbicara TAUHID)

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Dalam Pusaran Modernisme

Sejarah singkat pergerakan mahasiswa

Gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa.

Organisasi yang pertama berdiri di Indonesia adalah Boedi Oetomo, merupakan wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya. Tidak dinafikan kalau Boedi Oetomo juga mendapatkan suntikan dana dari belanda dan harus dipahami kalau itulah politik. Buktinya adalah organisasinya tidak diusik oleh kolonialisme belanda pada saat itu dan  bertujuan untuk Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan.


Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, munculnya generasi baru pemuda Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dan pada tahun. Seiring berjalanya waktu pada saat itu mahasiswa juga turut terlibat langsung dalam konsoludasi pergerakan dengan rakyat dan pemerintah dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Perjuangan para mahasiswa akhirya membuahkan hasil dengan di proklamirkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh Soekarno- Hatta. Namun perjuangan pergerakan mahasiswa bukan hanya sampai disitu sebab pasca Diproklamirkan kemerdekaan situasi negara pada saat itu masih terus berjuang mengusir kolonialisme Belanda dan keadaan pada saat itu disebut perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. 

Pergolakan dan intervensi mahasiswa sangat besar dalam dinamika perjuangan dan harus terus berjuangan karena Indonesia baru memperoleh kedaulatan pada tanggal 27 Desenber 1949. Pergerakan mahasiswa terus berjalan menelusuri alur perlajalanan waktu dan terus mangawal dan mengamati masa pemerintahan Soekarno dalam mengemban amat Rakyat Indonesia yang terlibat langsung dalam proses pertumpahan darah melawan kolonialisme Belanda. Orde lama atau masa pemerintahan Soekarno pun berakhir pada tahun Pada tahun 1966. 

Pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan 66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan.

Pada tahun 1988 memasuki masa Reformasi dimana mahasiswa seluruh Indonesia turun kejalan dalam aksi demonstrasi menurunkan kepemimpinan Soeharto karena dianggap otoriter dan berbau korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Pergerakan Mahasiswa dalam pusaran modernisme

Sadar atau tidak Mahasiswa sekarang sudah terlibat langsung dan bahkan menjadi bagian dalam peradaban modernisme. Modernisme sendiri jangan dijastivikasi dengan suatu hal yang negatif karena kita tidak mungkin kembali lagi ke zaman primitif yang hanya menggunakan alat tradisional, kita juga tak mungkin bisa cepat mengetahui informasi dibelahan dunia lain tanpa adanya perkembangan teknologi, Mengutip pernyataan dari Otto Soemarwoto bahwa Umat manusia tidak akan berkembang tanpa di ikuti oleh perkembangan teknologi. Jadi manusia tidak dapat menjauhi dari modernisme, yang menjadi prihatinkan disini adalah banyak mahasiswa atau pemuda yang terlena dalam kenikmatan teknologi dan lupa tugas utamanya sebagai mahasiswa yang berdasarkan atas sumpah dan janji mahasiswa.

Kilas balik mengenai sejarah pergerakan dari mahasiswa dari Boedi oetomo sampai dengan kemerdekaan 1945 masih nampak berubahan yang intensif dari perjuangan mahasiswa dan pemuda, Namun pasca kemerdekaan pergerakan mahasiswa sudah mulai terkikis oleh hedonisme akibat tidak kekonsistenanya terhadap terhadap eksistensinya sebagai seorang agen perubahan sosial. Semua meneriakan keadilan dan kesejahteraan untuk rakyat tapi tidak pernah empati atau ikut merasakan apa yang dirsakan oleh rakyat. Bagaimana aspirasi rakyat bisa perjuangkan dengan lihai kalau kita tidak dapat menjiwai kesedihan dan rasa tertindas mereka.

Realitas modernisme menyebabkan kebutuhan ekonomi yang kadang memaksa orang untuk meruntuhkan kerang berpikir positif yang telah direkonstruksi. Jadi yang harus dilakukan oleh mahasiswa dan pemuda sebagai perjuangan aspirasi rakyat harus tumbuhkan kesadaran dari dalam diri kita sebelum kita mau merubah realitas disosial yang penuh dengan permainan kapitalisme. Kita harus satukan pemahaman, ideologi, dan pisau analisis yang tajam untuk mengupas problematika dalam sistem masyarakat kontemporer atau masyarakat yang memanusiakan masyarakat. Jangan pernah menggunakan/mengunggulkan lambang-lambang organisasi atau universitas sebagai perbedaan di anatara kita.

Silahkan masing-masing berkreasi dan jangan pernah mengatakan bahwa dia yang paling benar, sebab orang yang paling benar adalah orang yang selalu diridhoi Allah SWT.Marilah kiat satukan persepsi, ideologi, tujuan untuk umat demi malahirkan peradaban yang humanis, sebab semua itu tidak akan tercapai kalau kita masih bersaing dalam tujuan amal.  

Kesimpulan

Janganlah pernah menafikan zaman yang berkembang, sebab kehidupan di dunia ini dinamis, marilah kita satukan visi dan misi kita, satukan ideologi , persepsi dan kebersamaan dalam mendampingi masyarakat demi terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera. Pelangi tidak akan indah kalau hanya satu warna tapi akan indah bila terdapat kombinasi warna karena hari bahagia pada hakekatnya adalah hari dimana kita bisa membuat orang lain merasa bahagia.

Gender Bukan Faktor Penentu Nilai di Sisi Allah SWT

Persamaan pria dan wanita

Penjelasan pemisahan antara makna nilai dan lawanya telah di contohkan oleh ayat-ayat Al Quran yang mengibaratkan ilmu sebagai suatu nilai, sedangkan kebodohan adalah lawan nilai, sedangkan kufur bukan nilai, dan begitu seterusnya. Kehinaan dan kemuliaan, kebahagiaan dengan kesengsaraan, keunggulan dengan kehinaan, kebenaran dengan kebatilan, kejujuran dengan kebohongan, ketaatan dengan kemaksiatan, patuh dengan durhaka, tunduk dengan membangkang,  menggunjing dengan tidak menggunjing, setia dengan hianat dan lain-lain. Seluruhya merupakan hal-hal yang bernilai dan ang tidak bernilai. Dalam sifat-sifat tersebut tak ada masalah pria maupun wanita. Pemisah yang menjelaskan antara hal-hal yang disifati dalam nilai-nilai tersebut mengatakan bahwa nilai-nilai tersebut selamanya tidak memiliki jasad, artinya ia bukan berarti orang muslim, orang kafir, orang pintar, orang bodoh, orang taat, orang bermaksiat, orang jujur, seorang pembohong  orang mulia atau orang hina dan seterusnya.


Sumber Gambar : blingdigital.com

Jika masalah-masalah diatas dikembalikan pada ilmu, baik itu ilmu hushuli maupun ilmu hudhuri, maka dalam hal tersebut tidak ada pria maupun wanita, karena sesuatu yang pintar yang disifati dengan ilmu hushuli atau ilmu hudhuri bukanlah pria maupun wanita. Karenanya , dalam masalah ilmiah tidak ada pembicaraan pria atau pun wanita, baik pada sifati maupun disifati. Bahkan dalam masalah-masalah tidak boleh dibahas bahwa wanita dan pria itu sama atau keduanya berbeda.

Begitu pula dalam masalah akhlak, yang kembali kepada akal praktis. Seperti kehendak, keikhlasan, keimanan, pembenaran, kesabaran, tawakal dan lain-lain. Ia bukanlah pria maupun wanita, artinya, bahwa jika dalam kesabaran tidak ada pria maupun wanita,  maka orang yang sabar juga tidak mengenal jenis pria maupun wanita. Jika seseorang menyebutkan pria atau wanita maka hal itu akan berlawanan, karena ia masuk dalam kategori memperlakukan aksiden sebagai subtansi. Baik itu untuk menguatkan mengokohkan menafikah dan membatalkan.

Inti pembahasan

Keselamatan yang maknawi merupakan kemuliaan, begitu pula dengan penyakit maknawi adalah kehinaan. Sesuatu yang di sifati oleh kedua hal tersebut adalah hati dan roh. Keduanya bukanlah pria dan wanita.

Sebagian dari hal-hal yang disifati ada yang pria dan ada pula yang wanita, begitulah jasad, bagi yang memiliki jasad pria antara satu dengan yang lainya berbeda. Terkadang kedua jenis tersebut berbeda karena sisi jasadnya, bukan sisi ruhnya inilah berupa kriteria khusus yang pasti dan bukan maksud yang disifati.

Lelaki mau menikahi perempuan, bukan mau memperbudakanya

Aneh jika mesti dipertanyakan kenapa hukum perdata menggunakan sebuah bahasa yang mengindikasikan atau mengungkapkan makna bahwa lelaki adalah orang yang meminta perempuan. Pertama pertanyaan ini keliru diarahkan ke hukum perdata.

Sesungguhnya kaitanya dengan hukum kosmos atau alam natural. Kedua, sesuatu yang di inginkan tidak menjadi harta milik anda dan juga anda tidak menjadi pemiliknya. Kalau perempuan dapat menarik perhatian lelaki kepada dirinya di mana pun dia berada, dan apapun keadaanya, itu merupakan puncak superioritasnya.

Kesetaraan Anugerah Material dan spritual

Al Qur’an dalam beberapa ayatnya mengemukakan hukum kesamaan antara wanita dan pria dalam hal perolehan anugerah  material dan spritual. Hal ini dapat dilihat pada Firman Allah SWT  Q.S Al-hajj yang berbunyi :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.

Wanita dalam pandangan Al Qur’an

Wanita memiliki kedudukan yang sangat tinggi Al Qur’an. Tidak pernah ditemukan didalamnya ungkapan yang mengatakan bahwa ia sebagai petunjuk bagi kaum pria saja, karena itu, ketika AlQur’an menjelaskan tentang tujuan risalah Tuhan dan tujuan diturunkanya wahyu, Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah 185 :
Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Makna kata manusia dalam Al Qur’an tidak terbatas pada jenis dan golongan manusia tertentu, namun ia mencakup seluruh jenis manusia baik pria maupun wanita semuanya sama.

Imam bin Abi Thalib as mengatakan, wanita adalah tanaman yang berbau harum, dan dia bukan pagar di isi rumah.

Maksudnya wanita adalah tanaman yang berbau harum dan harus memperoleh pendidikan dan diberi beban sebelum pria. Jika tidak maka ia akan sia-sia. Hal serupa dikuatkan oleh riwayat dari Imam Ja’far ash-Shadiq as, dimana beliau berkata “barang siapa memiliki seorang wanita, maka muliakanlah ia, karena wanita adalah mainan. Barang siapa yang memilikinya, maka hendaknya dia tidak menyia-nyiakanya.

Tiga kekuatan jiwa

Al-Qur’an mengelompokan kekuatan yang terdapat dalam diri manusia menjadi tiga jenis bagian, yaitu : daya tarik, daya tolak dan daya pikir. Adapun perangkat akal dan kebodohan yang seluruhnya merupakan kekuatan ruh, jumlah seluruhnya ada seratus lima puluh perangkat. Tujuh puluh lima perangkat akal dan tujuh puluh lima perangkat kebodohan. Sebagian dari perangkat tersebut berkaitan dengan ilmu  dan daya pikir. Sebagian yang lain berkaitan dengan daya tarik atau yang biasa disebut dengan kekuatan syahwat. Adapun sebagian berkaitan dengan daya tolak yang di kenal dengan kekuatan amarah.

Apa yang kita rasakan dalam diri kita dan yang kita lihat pada orang lain, adalah bahwa seluruh perbuatan manusia tersimpul dalam ketiga kekuatan tersebut diatas. Buku-buku akhlak menegaskan ketiga kekuatan tersebut, karena memang pada dasarnya akhlak berfungsi sebagai pendidik dan penguat jiwa. Setiap aktifitas yang lahir adalah manifestasi dari ketiga kekuatan tersebut.

Manusia berdaya pikir, memiliki daya tarik untuk menarik serta memiliki penolak dan kekuatan untuk mengelak. Setiap perbuatan manusia kembali pada ketiga kekuatan tersebut, dan adalah merupakan sebuah kebijakan bila manusia dapat mengendalikan ketiga kekuatan tersebut dan mengfusikanya secara proporsional.

Setelah menyebutkan seluruh kemuliaan tersebut, Al- Qur’an  membawakan contoh masing-masing dari daya pikir, daya syahwat dan daya amarah tersebut.

Buku Referensi :

Amuli, Jawadi.2005.keindahan dan keagungan wanita, Jakarta : lentera
Muthhari, Murtadha.2009.perempuan dan hak-haknya menurut pandangan Islam, Jakarta : lentera  (Baca Juga Artikel Menarik : Mengenal Filsafat dan Paradigma)

Renungkan Diri Sejenak

Benturan-benturan  kecil permasalahan yang terjadi didalam  realitas kehidupan tanpa di sadari kadang bisa menjadi sesuatu kumpulan kekuatan penghancur yang dahsyat, yang akan dapat menghancurkan karakter-karakter yang telah terbentuk dalam  proses pembaruan yang bersifat dinamis apabila kita belum  menyadari fenomena itu dan segera membendungnya dengan sentuhan-sentuhan keimanan, kesabaran dan keikhlsan. Kesadaran dan penyesalan Manusia akan muncul dengan sendirinya ketika kita telah terporosok di lembah kehancuran , yang sangat ironis adalah bila kita menyerah, pasrah dengan keadaan labil yang dialami. Di saat memperoleh kejayaan dan kesenangan kita sering lupa dengan hakekat eksistensi kita dialam ini dan berbuat sesuka hati demi terpenuhinya hawa nafsu atau kenikmatan-kenikmatan yang bersifat sementara dan akibat timbal baliknya terbeban berlangsung lama.


Perjalanan mengarungi samudera kehidupan dan bertarung dengan kerasnya badai dan gelombang kadang membuat kita lelah dan putus asa akibat dari probelamatika yang selalu hadir dalam mengiri dimanapun kita beradah. Namun kita harus menyadari bahwa  inilah hidup dan kehidupan yang normal sebagai manusia.

Desakan urgensi kadang membuat kita memhalalkan segala cara tanpa meneropong dampak yang akan hadir di sela-sela kesenangan demi tercapainya apa yang kita inginkan, namun lambat laun kesenagan itu akan hilang ditelan waktu tanpa disadari sebab tidak dapat bertahan di arena kemunafikan tiap-tiap insan. Hiduplah dengan apa adanya, sukuri apa yang ada, perbanyaklah bersukur dari pada mengeluh dan janganlah pernah menimbun pikiran negatif dalam wadah pikiran kita karena itu hanya akan membuat terhambatnya peningkatan kualitas kecerdasan kita baik intelektual, emosional lebih khususnya lagi spiritual. Kadang kita merasa menjadi yang paling cerdas, yang paling diperhatikan, yang paling dikagumi, yang paling cepat beradaptasi di lingkungan dan sistem sosial masyarakat atau kelompok-kelompk yang baru, namun ternyata pemikiran-pemikiran seperti itu hanya akan menjadi bomerang bagi kita karena dibalik tirai sanjungan, pujian, dan tawa dari orang-orang sekitar ternyata ada niat-niat atau rencana pengancuran yang tidak nampak oleh logika namun akan Nampak perlahan-lahan.

Besarnya persaingan saat ini membuat sebagian besar Manusia yang mengadopsi paham Hedonisme yaitu paham di mana mengagungkan kenikmatan. Semua kebutuhan baik primer maupun sekunder bukan hanya di anggap sebagai kebutuhan tapi sudah menjelma menjadi keinginan yang tiada batas. Semua yang ada di alam di eksploitasi sebesar-besarnya tanpa dibalas dengan tindakan reklamsi (pengembalian) dan rehabilitasi (pemulihan) akibatnya alam menjadi sangar dan siap mengamuk dengan kekuatan-kekuatan yang tanpa disadari diciptakan oleh Manusia itu sendiri. Bencana alam di daerah-daerah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah bukti konkrit dari keganasan alam.

Tingkat keimanan manusia bersifat dinamis, kadang kadarnya keimananya tinggi,kadang menengah, dan kadang dibawah batas kewajaran, yang ditakutkan adalah hilang dari diri kita. Itulah mengapa manusia sulit di pahami khususnya manusia-manusia dalam proses pencarian kedamaian jiwa.

Untuk itu, marilah kita bersama-sama luangkan waktu sejenak di antara kesibukan-kesibukan untuk tenangkan pikiran, jiwa dan lemaskan otot-otot yang kaku untuk berpikir lebih mendalam, apakah segala sesuatu yang kita perbuat selama ini sudah benar dan berguna untuk diri kita dan orang lain,,???, apakah kegiatan yang kita lakukan sehari-hari tidak menyinggung atau membuat orang lain merasa terganggu,,,??? Apakah sifat dan tingkah laku kita pada teman, keluarga, saudara sudah membuat mereka merasa nyaman,,??? Semua hanya pribadi dari kita yang bisa menjawab dan merubah semuanya.(Baca Juga Artikel Menarik : Cerita Kopi Hitam Ku )

Bumi dalam Masa Perubahan

Share tentang bumi dalam masa perubaan.
 
Tak semestinya menjadi danau untuk bisa berguna sebagai surga bagi sebuah desa yang dilanda kehausan. Cukuplah jadi sebuah pancuran kecil yang terus mengeluarkan air. Sekalipun tidak deras mengalirkan tetap saja ia surga di musim kemarau. ( W. Mustika)

Bumi merupakan suatu ekosistem besar yang di dalamnya terdapat varian-varian atau sub ekosistem, dimana semua itu memiliki korelasi ekologis yang utuh dan kompleks. Artinya bahwa, apabila bagian kecil dari  ekosistem terganggu maka dapat terkontaminasi oleh ekosistem secara universal. Ekosistem yang paling sederhana yang dapat kita amati adalah Aquarium yang terdapat berbagai komponen-komponen biotik (Mahkluk hidup) maupun abiotik (benda mati) dalam hubungan interaksi simbiosis mutualis (saling menguntungkan). Seperti halnya satu rantai makanan dari Produsen (tumbuhan), konsumen tingkat I (herbivora) dan Konsumen tingkat II (umnivora). Dari satu rantai makanan akan terbentuknya jaring makan hasil dari akumulasi rantai-rantai makanan yang ada, contohnya dalam ekosistem di persawahan produsen adalah tanaman padi (Oriza sativa), konsumen tingkat I adalah tikus pemakan Padi dan konsumen tingkat II yaitu ular yang memangsa tikus itu sendiri. Bila ada gangguan atau terputusnya rantai makanan ini dapat menyebabkan ledakan populasi dan akan melahirkan hama pada tanaman.


Secara garis besar terdapat dua penyebab terjadinya problematika di atas yaitu secara antropogenik( campur tangan manusia) dan secara alami (bencana alam). Yang menjadi pusat sorotan kita disini adalah penyebab antropogenik karena dilihat dalam perspektif pencegahan. Realitas yang hadir saat ini adalah manusia secara masif masih terjebak dalam paham antroposentris , yaitu paradigma yang menganggap bahwa bumi ini hanya diciptakan untuk manusia dan dilakukan ekploitasi sebesar-besarnya dan sebuah cara pandang yang menganggap bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta sementara alam hanya sebagai instrumen (alat) untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tidak membutuhkan sentuhan-sentuhan demi kelangsungan alam yang  berkelanjutan. Antroposentrisme merupakan salah satu teori dalam ilmu lingkungan yang lahir pada abad ke III dari pemikiran Aristoteles dalam bukunya The Politic yang mengatakan bahwa tumbuhan diciptakan untuk binatang dan binatang diciptakan untuk manusia.

Amos Noelaka dalam bukunya Kesadaran Lingkungan menjelaskan ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yaitu ketidaktahuan, kemisikinan, kemanusiaan dan gaya hidup. Kurangnya pengetahuan dalam menghayati hakekat eksistensi lingkungan atau alam dapat melahirkan paradigma kontradiktif antara hubungan ekologis dalam ekosistem. Krisisnya ekonomi masyarakat juga sangat berpengaruh signifikan terhadap intervensi dan ekploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam, begitu juga dengan ledakan penduduk dan gaya hidup yang hedonis (mengagungkan kenikmatan) dan individualis (mementingkan diri pribadi). 

Perkembangan teknologi juga membentuk ideologi konstruktif dan mulai mengikis nilai-nilai apresiasi manusia terhadap lingkungan sekitar yang telah mendistribusikan segala kebutuhan baik primer maupun sekunder dalam kelangsungan hidup dan kehidupan. Dampak nyata dari terganggunya ekosistem bumi adalah Pemanasan Global yang sadar atau tidak dampak negatifnya sudah kita rasakan mulai dari terjadinya perubahan iklim yang berakibat buruk pada semua bidang baik pertania dalam skala luas dan fenomena-fenomena alam yang pada dasarnya biasa menjadi ekstrim hingga menelan korban jiwa begitu banyak.

Dalam ilmu lingkungan hidup sering dikenal istilah Daya Lenting atau kemampuan lingkungan memperbaiki diri sendiri dari gangguan yang terjadi sedangkan dalam skala yang lebih luas wilayah ekosistem di sebut Suksesi atau perubahan lingkungan di ikuti perubahan/perkembangan subsrat (organisme). Kerusakan lingkungan hidup atau alam telah terjadi cukup lama mulai dari sekitar abad ke 17 dimana lahirnya revolusi industri di Eropa sehingga segala pekerjaan produksi dikerjaan dengan mesin yang memerlukan bahan mentah dalam jumlah besar dan dalam waktu yang relatif singkat sebab produksi mesin bekerja  memberikan out put secara maksimal. Itulah mengapa negara-negara di Eropa melakukan ekspansi (perluasan wilayah) keluar guna mendapatkan bahan- behan mentah atau sumber daya alam untuk di produksi hingga akhirnya penjajahan Indonesia pada saat itu pun terjadi karena Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan sumber daya alam. Namun di sini kita tidak akan menelusuri lebih dalam mengenai Revolusi Industri tapi kita akan meneropong dan menelaah lebih jauh mengenai suksesi pada bumi.

Indonesia adalah negara dengan biodiversitas (keanekargaman hayati) tertinggi setelah Brazil dan Afrika semua itu relevan dengan evolusi atau seleksi alam. Charles Darwin tokoh dengan teori seleksi alam yang intinya adalah survival thefitthes atau organisme yang kuat terhadap perubahan alam yang dapat bertahan hidup dan melangsungkan keturunan, contoh Dinosaurus yang punah akibat seleksi alam.

Berbagai bentuk gangguan yang terjadi pada kestabilan bumi saat ini memberikan pengaruh yang besar terhadap semua komponen-komponen dalam ekosistem khususnya manusia. Tambah lagi dengan pemanasan global yang tensinya semakin naik akibat dari banyaknya gas rumah kaca (GRK) yang di distribusikan ke Atmosfer lewat aktifitas manusia melalui penggunaan elektronik maupun mesin hingga semakin meningkatnya efek rumah kaca (ERK). Gangguan yang terus berlangsung dan berkembang pada alam memaksa manusia untuk waspada dan menyadari terhadap transformasi alam yang akan terjadi. Kesadaran manusialah yang dituntukan untuk mengurangi pengaruh-pengaruh negatif terhadap alam sekitar karena bila mencapai puncak maka internal bumi akan melakukan suksesi dengan sendirinya, bila hal itu terjadi maka sesuai dengn seleksi alam mahkluk hidup pasti ada yang punah sekaligus muncul kelainan-kelainan genetik pada mahkluk hidup karena tidak dapat bertoleransi dengan baik. 

Pertanyaanya adalah apakah yang akan terjadi dengan anatomi dan morfologi  manusia setelah beberapa puluh, ratus dan ribuan tahun yang akan datang ?  belum ada yang dapat memastikan hal itu ,tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan terjadi bila suhu bumi(pemanasan global) terus meningkat tanpa adanya pencegahan yang signifikan secara berkisanambungan di seluruh dunia secara Internasional mengingat statemen Rabbi Hachel dalam buku komunitas dan etika bumi bahwa umat manusia tidak akan punah bila ketinggalan informasi dan teknologi tapi umat manusia dapat punah bila kehilangan apresiasi terhadap alam. Aldo leopolt salah satu tokoh lingkungan hidup menyatakan bahwa sumber daya alam ini cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan umat manusia tetapi tidak dapat memenuhi satu saja keinginan manusia. Maksudnya adalah apabila sumber daya alam ini digunakan sesuai dengan kebutuhan maka kelestarianya akan tetap terjaga tapi bila mengikuti hawa nafsu maka akan terjadilah ekploitasi yang berlebihan hal itulah yang kemudian melahirkan paham konsumerisme atau melebih- lebihkan kebutuhan.

Bumi ini adalah rumah tempat tinggal seluruh umat manusia yang menjadi pusat segala pemenuhan kebutuhan kita yang wajib di kembangkan, dikelola dan di manfaatkan secara optimal agar alur dari kelestarian tetap terjaga dalam memproduksi kebutuhan segala makhluk hidup yang ada di dalamnya. Harus dipahami dan dihayati bahwa pada dasarnya bukan manusia yang meletarikan alam tapi alamlah yang melestarikan manusia sedangkan manusia hanya menjaga supaya alam ini tidak hancur demi memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan karena tanpa manusiapun alam tidak akan rusak bahkan dapat berkembang dengan sendirinya indikasinya interpretasi lewat proses penciptaan yang lebih dahulu hadir adalah alam  itu sendiri.

Sebagai makhluk yang tubuh dan jiwanya dibentuk oleh alam semesta, manusia juga tidak bisa menghindari hukum-hukum yang juga berlaku bagi alam semesta. Untuk setiap makna dari peristiwa alam, manusia menyimpan makna yang sama dalam dirinya. Maka ketika dipahami bahwa alam semesta adalah sekumpulan pengetahuan tanpa batas, dan manusia adalah alam semesta kecil. 

Alam juga memiliki hak untuk hidup dan berkembang, jauhi sikap apatis terhadap alam yang menganggap alam hanya sebagai instrumen (alat) yang dapat dimanfaatkan sesuka hati tanpa adanya reklamasi (pengembalian) dan rehabilitasi (pemulihan). Konstruksi bangunan kesadaran harus diperbaharui mulai dari sekarang, sebab pengetahuan akan membentuk paradigma kemudian melahirkan ideologi yang konstrukif selain itu, pengamalan yang di utamakan. Mulailah untuk membentuk karakter cinta akan alam dan lingkungan sekitar, dengan begitu dampak-dampak realitas destruktif sekarang dapat diminimalisir dan dipebaiki demi kelangsungan hidup dan perkembangan umat manusia saat ini dan yang akan datang nanti.

Baca Juga : Dinamika Lingkungan Hidup dan Pembangunan 

Cerita Kopi Hitam Ku

Cerita kopi hitam ku ini sengaja dituangkan dalam bentuk tulisan berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang termasuk penikmat kopi hitam dari sekian banyak penikmat kopi hitam yang ada, jika tulisan ini sedikit relevan rasa yang sama bagi pembaca maka itulah kita sebagai penikmat kopi hitam bahkan pada saat menulis tulisan ini penulis ditemani oleh segelas kopi hitam dan setengah bungkus rokok hehe....

Hitam tapi nikmat itulah kopi hitam, dengan perbandingan antara gula dan bubuk kopi yang seimbang menjadikan selera rasa menjadi sempurna dalam dunia kopi hitam. Banyak kalangan yang terbuai lewat kenikmatannya dan menjadikan diri sebagai penikmat kopi hitam. Dia dapat menyesuaikan dalam beragam suasana sedih dan senang, kenikmatannya akan lebih terasa bila kopi hitam berada di tengah suasana kekeluargaan baik dalam itu keluarga organisasi atau keluaga komunitas dan dalam suasana silaturahmi atau temu kangen bahasa trendnya.

Segelas kopi hitam dengan perbandingan manis dan pahitnya yang seimbang ditambah lagi sebungkus rokok menjadikan hidup ini sempurna dalam seketika dan sesaat dalam penghayatan sang penikmat kopi hitam. Imajinasi menjadi liar dalam menembus cakrawala melepaskan diri dari kejenuhan dan bahkan dapat melahirkan ide-ide yang tadinya tersisip dan tak tersentuh dalam diri kita. Senyum lepas, senyum ikhlas, tenang dalam keramaian sembari menaikan level kerja otak, asap rokok tertiup angin tak terarah dalam menikmati topik pembicaraan sederhana yang penuh makna dan tujuan bahkan diam pun terasa nikmat, semua ini menjadi dinamika saat berhadapan dengan kopi hitam.

Kopi hitam menyentuh semua kalangan tanpa memandang tingkat ekonomi dan jabatan apalagi saat berkumpul bersama ditempat tersedianya kopi hitam hal itu kadang membuat kita lupa tentang perbedaan status sosial kita itulah mungkin satu keajaiban kopi hitam. Tertawa lepas lebih mendominasi suasana, konsentrasi pada beragam masalah baik pribadi maupun kelompok dalam menelaah solusi menjadi ciri khas suasana. Namun seserius apaun kita saat itu senda gurau selalu menjadi akhir cerita dalam beragam cerita yang tersimak.


Ada sebagian persepsi masyarakat yang mengatakan “ jangan sering meminum kopi khususnya kopi hitam nanti akan mempercepat proses penuaan ” entah benar atau tidak penulis juga kurang paham sebab disiplin ilmunya bukan dari dunia kesehatan hehe... dan yang mengatakan itu juga berdasarkan pengalaman penulis juga bukan dari disiplin ilmu dunia kesehatan jadi kesimpulanya mau jadi penikmati kopi hitam atau tidak seiring berjalanya waktu kalau sudah waktunya tua pasti tua juga kalau masalah kelihatan muda meskipun umur kita sudah tua itu bukan masalah di kopi hitamnya tapi bagaimana sikap dan perilaku kita yang selalu berbuat dan perpikir positif sehingga aura yang terpancar dalam ranah sekitar kita lewat panca indra orang lain menjadi menarik, bahasa trendnya “ Inner beauty “  berikut ini sedikit kutipan penjelasanya yang dikutip dari (http://glucogen.net/tips-membangun-inner-beauty.html) : Inner beauty ini merupakan asset utama anda dan lebiha awet jika dibandingkan dengan kecantikan fisik semata, karena kecantikan fisik dapat terhapus dengan seiring berjalannya waktu atau yang kita kenal sebagai penuaan.  Inner beauty atau kecantikan yang terpancar dari kepribadian anda, kepribadian yang baik budi pekerti, sopan santun, ramah yang dapat memesona banyak orang merupakan kecantikan sesungguhnya. Inner beauty tidak akan memudah seiring bertambahnya usia, malah semakin kuat seiring kedewasaan pribadi tersebut.

Kalau kopi hitam dapat menyembabkan sakit maag ada benarnya juga karena kopi mengandung kafein yang dapat menyebabkan sakit maag. Namun, kafein tidak hanya terdapat pada kopi tapi pada minuman lainnya juga terdapat kafein. Kenapa penulis mengatakan ada benarnya juga karena selama menjadi penikmat kopi hitam Alhamdulillah belum pernah mengalami sakit maag, kemungkinan belum saatnya ya hehe.... tapi tidak mengapalah intinya kalau Tuhan sudah berkehendak apa saja bisa terjadi, mau kita penikmat kopi hitam atau tidak kalau Sang Pencipta sudah berkehendak pasti sakit juga hehe...

Beragam komposisi rasa pun lahir dalam lingkungan penikmat kopi hitam ada yang sukanya agak manis, ada yang lebih suka agak pahit dan kebanyakan dari penikmat kopi sepertinya lebih suka keseimbangan antara manis dan pahit termasuk penulis, ada filosofi antara keseimbangan manis dan pahitnya yaitu berdasarkan kehidupan sebab hidup ideal adalah hidup yang penuh dengan keseimbangan dalam konteks manusia yaa minimal mendekatikati keseimbanganlah. Sebab keseimbangan hakiki hanya milik Sang Pencipta Keseimbangan.

Sekian banyak dari orang-orang penikmat kopi hitam di dominasi oleh kaum lelaki, hal yang jarang ditemui adalah penikmat kopi hitam dari kalangan perempuan, banyak perempuan penikmat kopi tapi kopi dengan rasa berbeda dan jarang ditemukan yang penikmat kopi hitam, terdapat beberapa kenalan yang wanita yang katanya sebagai penikmat kopi hitam namun sampai sekarang belum memiliki kesempatan yang pas buat ngopi bareng dan masih sebatas komunikasi dalam pembahasan kopi hitam bersama mereka.

Nikmat kental dengan rasa manis dipengujung lidah itulah puncak keseimbangan rasa yang banyak dikagumi, itu keseimbangan rasa perangsang imajinasi dalam mendongkrak ide-ide cemerlang dalam mengais solusi problematika, itulah puncak rasa dimana kita melupakan sejenak aktivitas dan rutinitas kita seharian atau awal memulai kesibukan kita sehari-hari. 

Keseimbangan rasa sangat kental pada semua semua kalangan, apalagi di kalangan mahasiswa, proses belajar, diskusi atau rapat rasanya kurang lengkap kalau tak ditemani setengah gelas kopi hitam, kenapa setengah gelas..? ada dua hal disini yang pertama rasa kopi akan nikmat bila porsinya hanya setengah gelas dan yang kedua adalah ketersediaan kopi dan gula yang lagi minim, ini termasuk pengalaman penulis saat masih berstatus sebagai mahasiswa hehe...

Logika tanpa logistik, logika akan buntu sedikit semboyan yang sering terdengar saat rapat atau diskusi tapi logika dengan kopi hitam hitam walaupun tanpa logistik logika tetap mandiri.

Demikian sedikit cerita tentang kopi hitam, sebagai penikmat kopi hitam rasanya bagi penulis kurang pas bila tak dapat menuangkan ekspresi ini menjadi beberapa paragraf tulisan. Kopi hitam punya cerita dan punya makna filosofi yaitu meskipun kelihatanya hitam pekat tapi dapat memberikan manfaat buat penikmatnya, pelajaran yang didapat jangan pernah menilai seseorang dari bentuk fisiknya atau penampilan tapi kenalilah dia dekati dan maka kita akan tahu siapa sebenarnya dia dalam konteks kemanusiaan.

Ini cerita kopi hitam ku, mana serita kopi hitam mu.... (Baca Juga Artikel Menarik : Suara Alam Dalam Keheningan)