Mengenal Tanaman Sengon ( Paraserianthes falcataria (L) )

Banyak hutan di Indonesia mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi fungsi hutan dalam menyediakan air, pangan, papan dan sumber daya hutan lainnya. Kerusakan hutan terjadi karena kompromi masyarakat dan pemerintah terhadap fungsi ekonomis lebih besar dari pada fungsi ekologi hutan. Penghutanan kembali sangat penting dilakukan untuk mengendalikan fungsi ekonomi dan ekologi secara seimbang. Penanaman kembali membutuhkan  jenis- jenis tanaman yang memiliki pertumbuhan yang cepat, dapat tumbuh pada sebaran iklim yang luas dan memiliki nilai ekonomis tinggi.


Sengon (Paraserianthes falcataria) merupakan tanaman yang dapat tumbuh pada sebaran iklim yang luas, tetapi lebih mudah tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini Memiliki daya hidup tinggi karena kultur perakaran yang menghunjam kedalam dan melebar kesamping. Bahkan antara besaran batang dan besaran akar hampir seimbang. Daya jangkauan akar yang luas dan mendalam yang menyebabkan sengon mempunyai daya hidup yang tinggi. Sengon memiliki akar tunggang. Batang berbentuk bulat tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV-V. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daun kecil-kecil dan mudah rontok. Buah berbentuk polong, pipih, tipis dan panjangnya sekitar 6-12 cm. Setiap polong buah berisi 15-30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman, agak keras dan berlilin. Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya. Keragaman penggunaan dan manfaat kayu sengon diantaranya. Daun sengon merupakan pakan ternak yang sangat baik karena mengandung protein tinggi. Sistem perakaran banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium, sehingga dapat meningkatkan porositas dan penyediaan unsur nitrogen dalam tanah.  Memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah sehingga dapat menarik hara yang berada pada kedalaman ke permukaan tanah. Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup  menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam konstruksi, industri korek api, pensil, papan partikel dan bahan baku idustri pulp kertas ( Hartanto, 2011).

Baca Juga : Deskripsi Tumbuhan Berdasarkan Family

Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon. Sengon menjadi pilihan bagi para petani maupun investor dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHTBUN untuk menggalakkan ’Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra (Hartanto, 2011), Oleh karena itu sengon merupakan tanaman yang cukup  potensial untuk di kembangkan. Untuk mengembangkan pembudidayaan sengon maka ketersediaan bibit yang berkualitas  dalam jumlah yang mencukupi merupakan salah satu faktor  pendukung. Faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan bibit sengon adalah media tumbuh yang berkualitas. Media tumbuh yang berkualitas diperlukan untuk mendorong proses pertumbuhan bibit yang lebih baik. Untuk mendapatkan media tumbuh yang berkualitas maka penelitian mengenai pertumbuhan bibit sengon pada berbagai media tumbuh (Tanah, Campuran Tanah dengan Pasir, Campuran Tanah dengan sekam bakar, dan Campuran Tanah dengan Coco peat  sangat perlu dilaksanakan.

Sengon (Paraserianthes falcataria ) merupakan tanaman penghasil kayu yang dapat tumbuh pada sebaran ketinggian 0 - 800 m dpl, suhu antara 180- 270C, Batas curah hujan minimum yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan kering, dan kelembaban antara  50% - 75%, (Bareeq,2011).

Secara taksonomi sengon dapat  klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom     : Plantae 
Divisi          : Spermatophyta
Klas            : Dicotyledonae
Ordo           : Fabales
Famili          : Fabacea
Genus         : Paraserianthes
Jenis           : Paraserianthes falcatari (L), ( Bareeq 2011)

Sengon berhabitus pohon dengan tajuk tanaman berbentuk mennyerupai payung, tidak terlalu lebat. Daun majemuk menyirip ganda, terdiri dari 8 - 15 pasang anak daun primer dan  15 - 25 helai daun tiap anak daun primer. warna daun sengon hijau pupus, akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah. Akar rambutnya juga berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah di sekitar sengon menjadi subur. Bunga majmuk berbentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, penyerbukan dibantu oleh angin atau serangga. Buah polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman, agak keras, dan berlilin, (Hartanto 2011).


Baca Juga : Mengenal Jabon Merah


Habitat Sengon

Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7. Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 - 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° - 27 °C. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 - 4000 mm. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%, (Hartanto 2011).


Sumber Referensi :


Bareeq, I. 2011. Budidaya Sengon Laut.Cable Book,Klaten.

Hartanto, H. 2011.Cara Pembudidayaan Sengon. Brilliant Book, Yogyakarta


EmoticonEmoticon