Like dan Komentar

Like dan Komentar

By Muzakir Rahalus

Facebook : https://www.facebook.com/muzakir.rahalus?fref=nf


Memberikan jempol (like) atau mengomentari sebuah tulisan di facebook, entah itu status biasa, tulisan tentang kesehatan, berita-berita terkini, laporan/catatan perjalaan, ide-ide dan gagasan, puisi-puisi, fiksi mini, cerpen dsb... Bagi sebagian orang adalah hal yang biasa-biasa saja. Hal biasa yang terbiasa dibiasa-biasakan.

Berbeda dengan saya. Jempol tanda suka dan mengomentari tulisan-tulisan yang dijadikan status, atau dalam kata facebook, "apa yang anda pikirkan?" "memperbaharui status", dsb oleh teman-teman saya di facebook, saya jadikan sebuah tanda. Saya menjadikan itu sebagai tanda, bahwa saya ada dan sedang berinteraksi dengan mereka. Sebagai tanda, bahwa saya ingin berkomunikasi atau bersosialisasi, berbagi pendapat, atau sekedar bermain-main, bersendagurau, bahkan, berperang kata-kata, emoticon-emoticon lucu, sampai perang gambar-gambar lucu.

Jadi, kadang, saya sering makan hati saya sendiri, ketika saya melihat banyak dari teman-teman saya di facebook yang mencueki komentar-komentar dari teman-teman mereka (termasuk saya), dalam tulisan yang dia tulis di facebook. Tulisan yang begitu memancing teman-temannya untuk berkomentar, tapi tidak dia gubris. Atau, apalah bahasa kerennya itu.
Bagi saya, ini hal kecil yang tidak perlu diperbesarkan. Karena, saya sadar dan tahu, bahwa sikap setiap orang untuk berinteraksi di DUMAY semisal facebook, adalah berbeda-beda. Ada yang cuek, ada yang begitu ramah menyapa komentar teman-temannya dan lain-lain. Ada juga yang begitu bersemangat, ketika ada yang menyukai atau mengomentari tulisan-tulisannya di facebook; langsung dia balas dengan tak terhitung menit (tipe yang ini, bukan saya).

Himbau saya, bagi teman-teman yang tulisan-tulisannya jarang dapat "like and comment", misalnya saya, janganlah berkecil hati. Teruslah menulis. Menulis, hingga kau lupa berapa kuota yang telah kau habiskan. Percaya atau tidak, suatu saat nanti, tulisan-tulisan andalah yang akan memacu semangat, karena sudah terbiasa menulis. Tulisan andalah yang suatu saat, dapat membuat anda menjadi terkenal dan abadi. Hehe. Terlalu berlebihan ya? Maaf!

Menyangkut dengan tidak disukai atau tidak dikomentari, itu hal biasa. Berpikirlah jernih, dan tidak berburuk sangka. Mungkin saja, teman-teman anda sedang tidak online secara bersamaan dengan anda, atau, karena tulisan-tulisan anda tidak muncul di beranda-beranda mereka. Tapi, bisa jadi, ada yang sengaja cuek, karena mereka akan memilih tulisan-tulisan yang lebih berkualitas, untuk mereka baca. Hee

Menyangkut dengan ini juga, saya mau minta maaf, jika belum bisa menitipkan jempol atau meninggalkan sepatah dua kata pada tulisan-tulisan, puisi-puisi, karangan-karangan, atau cerpen-cerpen anda secara merata. Secara merata ke semua teman-teman yang sudah cukup akrab dengan saya, 'berkat facebook'. Tapi, sejujurnya, ini bukan faktor kesengajaan saya. Ini murni kekurangan facebook, karena belum mampu menghadirkan semua tulisan-tulisan anda di beranda saya. Atau, bisa jadi, ini murni keegoisan saya. Untuk itu, saya minta maaf.

Bagi siapa yang membaca ini, karena judul tulisan ini adalah "LIKE DAN KOMENTAR", sehingga kalian akan menyukai atau memeberi komentar, maka saya akan membaca kembali tulisan-tulisan anda, dan menitipkan satu atau dua jempol saya, dan memberikan komentar emoticon lucu. Itu pun kalau kalian bersedia, dan katakan " iya" di kolom komentar saya.
Sekian, dan terima kasih sudah memaafkan. 

Salam

Manado, di Hari Ibu 22 Desember 2015

(Baca Juga Karya Muzakir Rahalus : Salah Paham)


EmoticonEmoticon