Ato Basahona Share

follow us

Kritik Terhadap Status di Jejaring Sosial

Kritik Terhadap Status di Jejaring Sosial

Oleh : Muzakir Rahalus

Berteman dengan orang yang sama-sama masih belajar menulis itu aneh dan unik. Mereka selalu memperhatikan apa yang kau tulis. Entah tulisan galau atau tulisan lainnya yang motivatif. Anggapan mereka begini: "Walau menulis status biasa, tetaplah perhatikan segala sesuatunya. Sudah termasuk EYD".

Pernah, status saya dikritik karena ada satu kata yang menurutnya tidak sesuai dengan EYD. Komentarnya begini, "Sobat! Sekedar masukan. Kata 'di bunuh' yang kau tulis itu, seharusnya 'dibunuh'." Karena ini adalah masukan buat saya, walau mungkin hanya faktor kekhilafan, atau memang ketidaktahuan saya, saya terima dengan senyum paksa, juga emosi dari dalam hati. Karena emosi itu cukup mengganggu, saya langsung membalasnya dengan ramah juga kritik. Kurang lebihnya seperti ini:

"Terima kasih bung atas masukannya. Mudah-mudahan cukup berguna untuk saya, juga orang lain yang membacanya."

Saya berpikir, saya yang bukan seorang penulis saja, dikritik masalah bahasa dalam menulis status. Tapi, kenapa kelas kakak Sungging Raga, yang kebanyakan menulis statusnya disingkat-singkat penulisannya tidak pernah dikritik?

Takut ditatar habis-habisan?
(Sambil tertawa. Hehehe).

(Baca Juga Karya Muzakir Rahalus : Malas)

You Might Also Like: