Pengertian Hutan Mangrove

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh didaerah pantai dan sekitar muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Mangrove merupakan suatu tempat yang bergerak akibat adanya pembentukan tanah lumpur dalam daratan secara terus menerus oleh tumbuhan sehingga secara perlahan-lahan berubah menjadi semidaratan (Arief, 2003).  

Hutan mangrove adalah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ekosistem hutan mangrove bersifat kompleks dan dinamis, namun labil. Dikatakan kompleks karena ekosistemnya di samping dipenuhi oleh vegetasi mangrove, juga merupakan habitat berbagai satwa dan biota perairan (Anwar dan Gunawan. 2006). Bersifat dinamis karena hutan mangrove dapat tumbuh dan berkembang terus serta mengalami suksesi sesuai dengan perubahan tempat tumbuh alaminya. Dikatakan labil karena mudah sekali rusak dan sulit untuk pulih kembali seperti sediakala.


Sebagian besar jenis-jenis mangrove tumbuh dengan baik pada tanah berlumpur, terutama di daerah dimana endapan lumpur terbentuk. Substrat berlumpur ini sangat baik untuk tegakan Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Jenis-jenis lain seperti Rhizopora stylosa tumbuh dengan baik pada substrat berpasir, bahkan pada pulau karang yang memiliki substrat berupa pecahan karang dan kerang. Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba tumbuh pada pantai yang berpasir, atau bahkan pada pantai berbatu. Pada kondisi tertentu, mangrove dapat juga tumbuh pada daerah pantai bergambut, kondisi ini ditemukan di utara Teluk Bone (Noor, Khazali dan Suryadiputra. 2006).

Mangrove mengatasi kadar salinitas dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya secara selektif mampu menghindari penyerapan garam dari media tumbuhnya, sementara beberapa jenis yang lainnya mampu mengeluarkan garam dari daun (Tjandra dan Ronaldo. 2011).

Ekosistem hutan mangrove memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang penting dalam pembangunan, khususnya di wilayah pesisir. Meskipun demikian, kondisi hutan mangrove di Indonesia terus mengalami kerusakan dan pengurangan luas dengan kecepatan kerusakan yang sangat tinggi, hal ini dipicu dengan meningkatnya populasi penduduk yang telah mendorong terjadinya pengalih fungsian lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan hutan menjadi lahan pertanian. Serta kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang  keberadaan mangrove dalam mendukung kehidupan belum dipahami oleh masyarakat, yang mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove.

(Baca Juga : Pengertian Hutan Rakyat)

Hutan mangrove sering disebut rawa penuh nyamuk. Populasi nyamuk di ekosistem ini sangat melimpah, termasuk nyamuk yang diketahui sebagai vector penyakit (Tjandra dan Ronaldo. 2011). Dengan adanya perombakan hutan mangrove menjadi lahan pertanian dan perikanan, maka banyak musuh alami yang kehilangan sumber makanan yang kemudian mati atau menjadi punah. Sembel (2010) menyebutkan berkurang atau matinya musuh alami karena terjadi penyederhanaan ekosistem alami menjadi ekosistem pertanian dapat menyebabkan terjadinya ledakan populasi hama.  

Buku Referensi :

Anwar, C., dan Gunawan, H. 2006. Peran Ekologis dan Sosial Ekonomis Hutan Mangrove Dalam Mendukung Pembangunan Wilayah Pesisir. Peneliti Pada Kelti Konservasi Sumberdaya Alam Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Bogor. Bogor.

Arief, A. 2003. Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. Kanisius. Yogyakarta.

Noor, Y.R.., dan Khazali, M., dan Suryadiputra. I.N.N.. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetland International Indonesia Programme. Bogor.

Sembel, D.T.. 2011. Komposisi Nyamuk-Nyamuk Penular Penyakit Demam Berdarah, Chikungunya dan Malaria di Kota Manado. Laporan Penelitian Iptek dan Seni. Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Tjandra, E., dan Ronaldo, Y. 2011. Mengenal Hutan Mangrove. Pakar Media. Bogor.
 

(Lihat Juga : Jabon Merah ( Anthocephalus macrophyllus) 


EmoticonEmoticon