Jabon Merah ( Anthocephalus macrophyllus )

Pohon jabon merupakan jenis pohon penghasil kayu yang dewasa ini sementara gencar dikembangkan masyarakat Indonesia karena memiliki pertumbuhan yang cepat. Jabon yang dikenal dibedakan atas dua jenis antara lain jabon putih (Anthocephalus cadamba Roxb.) dan jabon merah [Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil.]. Jabon merah lebih dikenal dengan nama lokal samama (Maluku), karumama (Sulawesi Utara), yang memiliki nama latin Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil dan termasuk dalam famili Rubiaceae (kopi-kopian). Saat ini, jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, kayu lamina dan industri perkayuan lainnya. Jabon merah dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 50-1000 meter dpl. Jabon Merah adalah pohon kayu yang bentuk batang lurus yang hampir tak bercabang, tinggi batang dapat mencapai 40 meter, dengan tinggi bebas cabang 30 meter dan diameter batang 40-50 cm. Jabon merah memiliki ciri tersendiri yaitu disamping termasuk jenis yang cepat tumbuh atau fast growing spesies jabon merah juga mampu menggugurkan ranting dan daun bagian bawah atau pruning secara alami sehingga dapat tumbuh lurus meninggi tanpa cabang (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi, 2011).  

Jabon merah merupakan jenis tumbuhan dikotil yang dimana akarnya berbentuk akar primer, pertumbuhan dari akar primer tergantung dari maristem apikalnya. Pembelahan sel berlangsung dengan sangat aktif pada bagian maristem ini, bagian maristem pada batang dilindungi oleh tudung akar, yang berperan penting dalam pemanjangan akar (Fahn, 1992 dan Hidayat, 1995). Faktor yang mempengaruhi pemanjangan akar adalah hasil fotosintat dari daun.  Selain tumbuh memanjang akar juga tumbuh secara radial. Pada akar tanaman dikotil terdapat kambium vaskuler yang terletak diantara pembuluh floem dan xilem, kambium inilah yang berperan dalam pertambahan diameter akar (pertumbuhan radial) (Lakitan, 1996). 


Botani

Tanaman jabon termasuk ke dalam suku kopi-kopian. Tanaman jabon merah merupakan salah satu jenis tanaman hutan yang pertumbuhannya sangat cepat dan mampu tumbuh di hutan tropis dengan ketinggan maksimum 1.000 meter di atas permukaan laut (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi, 2011). Tanaman ini menyukai daerah yang banyak mengandung air (lembab), seperti di tepi sungai atau rawa.

Klasifikasi Jabon Merah

Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Class                : Magnoliopsida (berkeping dua)
Ordo                : Rubiales       
Family             : Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus              : Anthocephalus
Spesies            : Anthocephalus macrophyllus (Havil)

 Penyebaran Jabon Merah

Penyebaran alami dari jabon merah  di Indonesia hanya berada di daerah Maluku, sebagian Sulawesi dan Papua yang dikenal dengan sebutan samama. Sementara itu, penyebaran jabon merah di luar Indonesia tersebar merata mulai dari India, Nepal, Bengal, Vietnam, Assam, Ceylon, Thailand, Semenanjung,  Malaya, Serawak, Sabah, Filipina, Cina, Australia dan Papua Nugini (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi.  2011).

Karakter Fisik Jabon Merah

a.  Batang

Jabon merah dapat tumbuh tinggi mencapai 40 - 45 m, dengan tinggi bebas cabang kurang lebih 30 m di atas permukaan tanah dan diameter batang dapat mencapai 50 - 60 cm pada umur 5 - 6 tahun (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi, 2011).

Batang jabon merah berwarna merah kehitaman. Warna kayunya kemerah-merahanan dan bertekstur halus. Kekerasan batang jabon termasuk kelas keras II dan kelas awet III dengan warna serat kayu semu merah.

b.  Daun 

Daun jabon merupakan daun tunggal, permukaan daun  berbulu dengan arah duduk daun pada batang saling berhadapan, ukuran panjang daun dapat mencapai 15 - 50 cm dan lebar daun 8 - 25 cm (Mansur, 2010). Daun berbentuk lonjong dan lancip dengan tulang daun berwarna merah dan memiliki daun penumpu. Kuncup daun muda berbentuk kelopak.

c. Buah

Warna buah cokelat muda kemerah-merahan berdiameter 3 - 4 cm. Biji jabon merah berukuran 0,3 – 0,4  mm lebih besar dibandingkan dengan jabon putih, berwana coklat kemerahan (Sanyoto, 2011).

Sumber Referensi :

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Perumbuhan dan Perkembangan Tanaman. RajaGrafindo Persaja. Jakarta. 218 h.


Mulyana, D.; C. Asmarahan, dan I. Fahmi. 2011. Panduan Lengkap Bisnis dan Bertanam Kayu Jabon. PT Agromedia Pustaka. Jakarta. 142 h  
 
(Lihat Juga : Pengertian Kayu Serta Pengelolaanya)


EmoticonEmoticon