Pengujian alelopati alang-alang (Imperata cylindrica) pada pertumbuhan tanaman jagung

A. Dasar Teori

Gulma adalah tumbuhan pengganggu yang nilai negatif apabila tumbuhan tersebut merugikan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung dan sebaliknya tumbuhan dikatakan memiliki nilai positif apabila mempunyai daya guna manusia (Mangoensoekarjo 1983). Pengertian gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak sesuai dengan tempatnya dan tidak dikehendaki serta mempunyai nilai negative (Johnny, Martin. 2006)Ada beberapa jenis gulma berdasarkan respon herbisida, termasuk gulma rumput. Rumput mempunyai batang bulat atau pipih berongga. Kesamaannya dengan teki karena bentuk daunnya sama-sama sempit. Tetapi dari sudut pengendaliannya terutama responnya terhadap herbisida berbeda. Berdasarkan bentuk masa pertumbuhan dibedakan gulma rumput semusim (annual) dan tahunan (parennial). Rumput semusim tumbuh melimpah, tetapi kurang menimbulkan masalah dibandingkan gulma rumput tahunan.

Alang-alang adalah gulma tahunan yang dapat tumbuh merata di daerah tropis dan subtropis dan dikenal sebagai gulma penting tanaman budidaya. Alang-alang merupakan gulma yang sulit dikendalikan karena pola penghambatan berupa senyawa yang dilepaskan ke lingkungan sekitarnya. Senyawa penghambat tersebut di lepaskan di lingkungan sekitarnya melalui organ yang masih hidup atau melalui pembusukan yang telah mati. Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi alelopati dapat di temukan di semua organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, rhizome, umbi, bunga, buah dan biji.


Alelopati didefinisikan sebagai suatu pengaruh yang berbahaya dari suatu tumbuhan terhadap tumbuhan lain, melalui produksi racun atau senyawa penghambat yang di lepaskan kelingkungan sekitarnya. Produksi racun tersebut merupakan suatu mekanisme penting sehingga memungkinkan suatu spesis dapat menekan pertumbuhan spesis yang lain berupa keterbatasan sumber dari lingkungan di sekitarnya sebagai alelopati. Menurut Teletey (2003), allelopathy merupakan zat yang dikeluarkan oleh tumbuhan yang seringkali memiliki sifat penghambat terhadap pertumbuhan tumbuhan atau tanaman disekitar. 

Tumbuhan yang bersifat sebagai alelopat mempunyai kemampuan bersaing yang lebih hebat sehingga pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat, dan hasilnya semakin menurun (Anonim, tanpa tahun). Namun kuantitas dan kualitas senyawa alelopati yang dikeluarkan oleh tumbuhan dapat dipengaruhi oleh kerapatan tumbuhan alelopat, macam tumbuhan alelopat, saat kemunculan saat kemunculan tumbuhan alelopat, lama keberadaan tumbuhan alelopat, habitus tumbuhan alelopat, kecepatan tumbuh tumbuhan alelopat, dan jalur fotosintesis tumbuhan alelopat (C3 atau C4).

B. Alat dan bahan
  1. Gulma alang-alang (Umbi dan batang)
  2. Benih jagung
  3. Pupuk N, P, K
  4. Tanah
  5. Polibag
  6. Gelas ukur
  7. Timbangan analitik
  8. Alat tulis menulis
  9. Lumpang
  10. Petridis
  11. Pisau
  12. Elemer
  13. Sendok makan
C. Cara kerja
  1. Siapkan bahan dan alat
  2. Tanah dimasukan kedalam polibag dengan ukuran 8 kg tiap polibag sebanyak 6 polibagAmbil bahan gulma alang-alang dan timbang Umbi 20 gram, batang 20 gram, umbi tambah batang 20 gram (10 umbi dan 10 batang)
  3. Tumbuk halus setiap bahan di atas dan dicampur dengan aquades sebanyak 250 ml
  4. Sebelum ditanam benih jagung direndam selama 60 menit. Setiap polibag di tanam 5 benih dan diberikan pupuk dasar N,P,dan K sebanyak 2 sendok makan.
  5. Ekstrak alang-alang diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada saat tanam dan 2 minggu, setelah tanam
  6. Dilakukan pengamatan , waktu berkecambah, tinggi tanaman, jumlah daun, hasil jagung
D. Pembahasan

Pengamatan pengaruh alelopati alang-alang (Imperata cylindrica) terhadap tanaman jagung dilakukan selama kurang lebih tiga bulan dengan dua kali penyiraman ekstrak alang-alang dan delapan kali pengamatan kemudian yang terakhir adalah mengitung berat basah. Ekstrak alang-alang terdiri rizhom , batang, dan akumulasi antara Rizhom dan batang. Rizhom berwarna coklat tua, batang berwarna hijau muda dan Rhizom dan batang berwarna coklat muda.

Pada praktikum ini dilakukan pengamatam mengenai pengaruh allelopati alang-alang yaitu pada bagian umbi dan batang (Imperata cylindrica) Tujuan pada praktikum kali ini untuk mengetahui pengaruh allelopati terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung (Zea mays). Pengamatan dilakukan dari proses perkecambahan dengan satu kali pengulangan ektrak alang-alang.

Hasil dari perkecambahan selama satu minggu menunjukan allelopati belum terlalu berpengaruh pada tanaman jagung. Hal ini diketahui dengan banyaknya benih jagung yang berkecambah dan hanya pada satu polibag saja yang belum berkecambah sebab tumbuhan alang-alang yang bersifat sebagai alelopat mempunyai kemampuan bersaing yang lebih hebat sehingga pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat, dan hasilnya semakin menurun,  namun kuantitas dan kualitas senyawa alelopati yang dihasilkan oleh tumbuhan dapat dipengaruhi oleh kerapatan tanaman budidaya terhadap macam-macam tumbuhan yang menghasilkan alelopat. Jagung juga merupakan salah satu tanaman yang tahan terhadap alelopati dengan laju fotosintesis yang baik pemberian pupuk N, P, dan K pada awal penanaman benih jagung sehingga membantu memperkaya nutrisi (Hara) pada tanah untuk dikonsumsi oleh tanaman Jagung.

Tapi, Pengaruh alelopati mulai terlihat jelas pengaruhnya terhadap tanaman Jagung setelah dilakukan pengulangan penyiraman ektrak umbi dan batang alang-alang yaitu pada minggu ke dua setelah penanaman.Hal itu membuktikan bahwa semakin banyak ektrak atau alelopati maka pengaruhnya terhadap pertumbuhan tananaman jagung semakin besar dari segi negatif. Setelah minggu-minggu berikutnya sudah mulai terlihat sebagian tanaman Jagung dengan pertumbuhan bagian daun yang menguning dan jagung menjadi kerdil.

Namun perlu diketahui dan digaris bawahi bahwa meskipun terdapat pengaruh alelopati namun pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung masih membaik dengan mengasilkan buah dari sebagian 9 jagung yang ditanam sedangkan yang tidak menghasilkan buah hanya 3 dari benih jagung yang ditanam.

E. Kesimpulan

Alelopati dari bagian tumbuhan alang-alang (Imperata cylindrica) yaitu umbi dan batang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung namun tidak signifikan apalagi kalau pada awal penanaman benih jagung diberikan pupuk. Namun akan lebih signifikan kalau alelopati disuplai dalam dosis yang cukup besar. Di lihat dari awal menyiraman Ektrak alang-alang belum terdapat pengaruhnya terhadap tanaman tapi setelah dilakukan pengulangan ektrak alang-alang pada minggu kedua setelah penanaman baru terlihat pengaruhnya pada tanaman jagung yaitu jagung tumbuh kerdil dan daun yang menguning. (Baca Juga : Mengenal Tanaman Penghasil Gaharu ( Gyrinops caudata)



EmoticonEmoticon