Pengamatan Secara Fisik Terhadap Air Berdasarkan Tingkat Kejernihan Warna, Rasa dan Bau

Tujuan

Untuk mengamati dan mempelajari serta menentukan apakah sampel air yang di ambil sudah tercemar atau tidak dengan menggunakan indera kita sendiri

Alat dan Bahan
  1. Botol aqua 600 ml (4 buah)
  2. Selotip transparan
  3. Alat tulis menulis
  4. Indera kita sendiri (mata, hidung, dan lidah
  5. Sampel air sungai
  6. Sampel air sumur
  7. Sampel air sumur yang jauh dari pantai
  8. Sampel air sumur yang dekat dengan pantai
Cara kerja
  1. Menyiapkan alat-alat (botol Aqua) yang di gunakan untuk mengisi sampel air
  2. Mengambil sampel air sesuai dengan lokasi yang telah di tentukan
  3. Setiap botol Aqua di isi dengan sampel air sampai penuh
  4. Setiap botol Aqua diberi nama sesuai dengan sesui dengan sampel air yang di ambil
  5. Sampel air dibawa ke ruang kuliah kehutanan untuk di lakukan pengamatan secara visual


Pembahasan

Air di alam mengalami suatu siklus sehingga dalam perputarannya air bepeluang mengalami pencemaran. Pencemaran air adalah penambahan zat-zat yang tidak diinginkan kedalam air yang dapat menurunkan kualitas sehingga dapat membahayakan makhluk hidup. Air yang berkualitas merupakan air yang berguna untuk kesehatan dan untuk minum bagi manusia dan hewan.

Macam-Macam Sumber Polusi Air Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas.

Warna didalam air terbagi menjadi dua (2) yaitu :

1.  Warna sejati (true color)

Warna yang yang berasal dari penguraian zat organik alami yaitu zat humus (asam humus dan asam flufik), lignin, dimana merupakan sekelompok senyawa yang mempunyai sifat-sifat yang mirip. Senyawa ini menyebabkan warna didalam air yang sukar dihilangkan terutama jika konsentrasinya tinggi dan memerlukan pengolahan dengan kondisi operasional yang khusus/berbeda dengan penghilangan warna semu.

Karakteristik warna sejati pada air adalah:
  1. Air berwarna kuning terang sampai coklat-merah
  2. Air relatif jernih.
  3. pH air relatif rendah , dibawah 6 (rata-rata 3 – 5) oleh karena itu air dengan pH < 4,5 tidak mengandung alkalinitas
Karakteristik air berwarna dan sifat-sifat zat humus menyebabkan air berwarna jenis ini sukar untuk diolah.

2.  Warna semu (Apparent color)

Warna semu adalah warna yang disebabkan oleh :

1. Partikel partikel penyebab kekeruhan (tanah, pasir dll.)

Zat ini lebih mudah dihilangkan dibandingkan dengan penyebab warna lainnya, biasanya didalam air berbentuk koloid.

2. Partikel/dispersi halus besi dan mangan

Zat-zat ini pada konsentrasi yang sangat rendah, tidak dapat diterima didalam penyediaan air untuk perumahan maupun industri. Sedikit besi dan mangan dapat menyebabkan warna kecoklatan dalam air yang diproduksi.

3. Partikel-partikel mikroorganisme (algae/lumut)

Warna didalam air yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti algae pembentuk warna (seperti blue – green algae), Trichodesmium erythraeum, Oscillatoria rubescens, golongan Cyanobacteria seperti Hammatoidea, Heterohormogonium, Albrightia, Scytonematopsis, Thalopophila, Myxocarcina dan Colteronem, golongan nitrat (nitrisomonas sp. ), bakteri besi (Crenothrix dan Sphaerotilus), bakteri belerang (Chromatium dan Thiobacillus).

Kesimpulan

Dari hasil pengamatan secara visual dari beberapa sampel air antara lain air sungai, laut, sumur dekat pantai dan sumur jauh pantai maka dapat di simpulkan bahwa air yang tercemar yaitu pada sampel air sungai yang telah berubah warna menjadi keruh akibat dari partikel-partikel tanah dan pasir kemudian pada air sumur jauh dari pantai yang telah terjadi perubahan rasa akibat dari masuknya bahan-bahan kimia.

Buku Referensi :

Fardiaz, Srikandi. 1992. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta: Kanisius

Pelzcar, J. M. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : UI-Press (Baca Juga Artikel Menarik : Pengertian Tentang Kesadaran Lingkungan Hidup)


EmoticonEmoticon