Strategi Pemberdayaan Masyarakat

Masyarakat adalah kumpulan dari manusia yang hidup bersama-sama dalam suatu lingkungan. Manusia adalah mahkluk yang mempunyai kedudukan yang tinggi, maka  Allah SWT melimpahkan atas amanat sebagai wakilNya dimuka bumi ini memakmurkanya, melestarikan, sekaligus menciptakan kehidupan yang penuh ketauhidan di muka bumi.

Firman Allah SWT :
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat  kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh(QS Al Ahzab : 72)

Manusia adalah makhluk Alla yang paling mulia, sebab ia telah sejak awal pemikiran, sehingga ini pula kita di tuntut untuk memaksimalkan potensi akal untuk kepentingan sesama.

Firman Allah SWT :
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."(QS Al baqarah : 30)

Pemberdayaan masyarakat adalah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan langsung dengan masyarakat untuk membentu pola pemikiran yang mandiri. Dalam pelaksanaan suatu pemberdayaan masyarakat di butuhkan strategi-strategi yang baik demi tercapainya hasil yang ingin dicapai dalam kehidupan masyarakat, pemberdayaan dalam bidang pendidikan, kesenian, dan ketrampilan. 


Pendidikan adalah Proses yang dilakukan oleh suatu lembaga dalam hal ini lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam rangka menyiapkan generasi penerusnya agar dapat bersosialisasi dan beradaptasi dalam budaya yang mereka anut. Pendidikan adalah salah satu bentuk strategi budaya tertua manusia untuk mempertahankan keberlangsungan eksistensi manusia.

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah menetap pada suatu wilayah untuk hidup bersama-sama dalam menjalani kehidupan. Didalam masyarakat terdapat interaksi sehingga mereka dapat menciptakan tarnsformasi  dalam realitas komunitas mereka dalam menciptakan masyarakt sejahtera bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah tapi kita semua bertanggung jawab untuk saling berbagi dan mengisih untuk mecapai kemakmuran suatu bangsa khususnya Indonesia. Kecakapan hidup yang harus ditanamkan pada masyarakat yang tak berdaya adalah kepemimpinan ,etika, keterbukaan, kemampuan beradaptasi, produktivitas diri, tanggungjawab  diri kemampuan mengelola massa, kemampuan mengelola diri, tanggungjawab dan sosial Untuk mencapai hasil yang maksimal ada beberapa strategi yang haru digunakan antara lain :
 
·   Penyadaran dengan diskusi 

Penyadaran dengan diskusi adalah atau adalah kegiatan pembicaraan yang dilakukan dengan masyarakat untuk mendeteksi problematika yang di alami oleh masyarakat. Dengan begitu kita dapat langsung hadir di tengah-tengah mereka dan melakukan tindakan-tindakan terpadu guna memberikan mereka pengetahuan-pengetahuan yang nantinya dapat mereka kembangkan untuk menopang kehidupan mereka.

·   Pembentukan kelompok atau atau jaringan

Dalam upaya melakukan pemberdayaan pada masyarakat tidak bisa dilakukan sendirian tapi harus secara berkelompok sebab dalam meghadapi masyarakat yang dapat dikatakan awam butuh orang-orang dengan kemampuan tertentu atau ahli di bidang-bidang yang berkaitan dengan hal pemberdayaan tersebut.

Di samping itu harus adanya jaringan baik dipihak komunitas masyarakat atau di pihak pemerintahan supaya mempermudah akses untuk masuk dimasyarakat dan memperoleh izin dari pemerintah setempat baik bupati, camat, maupun kepala desa. Pemerintah juga dapat bermanfaat dalam memberikan sumbangan dana untuk menopang pelaksanaan kegiatan pemberdayaan di masyarakat.

·    Penyusunan agenda kelompok

Setelah dibentuknya kelompok tindakan berikutnya yang harus dilakukan adalah menyusun agen kerja, Tujuan disusunya agenda kerja kelompok supaya semua kegiatan yang akan dilakukan terorganisir dan tersistematis, menhindari kerancuan dalam mengimplementasikan konsep pembentukan karakteristik masyarakat yang konstruktif.

·   Melakukan evaluasi capaian agenda

Agenda-agenda kerja yang sudah tersusun dan terealisasikan harus dilakukan evaluasi terus-menerus agas kita dapat mengetahui perkambangan atau kekurangan dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan, dengan begitu kita langsung dapat melakukan tindakan perbaikan/pembaharuan mengenai agenda atau pelaksanaan pemberdayaan.

·   Membangun pusat-pusat hubungan dan informasi

Informasi sangat dibutuhkan dalam melaksanakan pemberdayaan, namun kita mesti mengetahui kebenaran dari informan yang dipercayakan, pusat informasi antara lain masyarakat setempat dan dari pihak pemerintahan. Tindakan komutatif dan reproduksi masyarakat adalah proses pencapaian pemahaman yang bertujuan pada kesepakatan yang sesuai dengan kondisi persetujuan yang di motivasi secara rasional bersandar pada keyakinan bersama.
Asumsi tentang prinsip pengaturan masyarakat serta tentang kapasitas dan lingkup pemberdayaan dari situasi struktur masyarakat 

·   Membangun jaringan dengan media

Media adalah alat yang dapat digunakan untuk memperkenalkan atau mengeskpos lembaga-lembaga pemasyarakatan ke publik baik media cetak maupun elektronik, selain itu hasil kerja juga harus di publikasikan termasuk masyarakat yang sudah mandiri agar dapat memotivasi masyarakt lain dalam menjalani dan memaknai arti kehidupan yang lebih baik.

Dalam terjun ke realitas masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan konsep yang ditawarkan kita harus pahami dulu karakteristik dari masyarakat setempat dari segi kultur, taraf pendidikan, dan kebiasaan mereka dengan begitu akan memberikan jalan mulus bergabung dan bekerja sama.

Buku Referensi :

Anan, Maftun.2003. filsafat manusia, Jawa Timur : terbit terang
Pusey,Michael.2001.Habermas dasar dan konteks pemikiranya, Yogyakarta : resist book.


EmoticonEmoticon