Pengertian Konsep Populasi

Kata populasi berasal dan bahasa Latin, yaitu populus yang berarti rakyat atau penduduk (Irwan, 1992). Dalam ilmu ekologi, yang dimaksud dengan populasi adalah sekelompok individu yang sejenis atau sama spesiesnya (Irwan, 1992; Heddy, Soemitro, dan Soekartomo, 1986; Odum, 1993). 

Menurut Resosoedarmo dkk. (1986), populasi merupakan kelompok organisme sejenis yang hidup dan berbiak pada suatu daerah tertentu, misalnya populasi manusia di Jakarta pada tahun 2002, populasi gajah di Taman Nasional Way Kambas pada tahun 2002, populasi badak di Ujungkulon pada tahun 2000, populasi pohon jati di perkebunan Purwakarta pada tahun 1991. Di dalam menyebut suatu populasi harus dilakukan dengan cara menyebut batas waktu dan tempatnya. Jadi dapat dikatakan bahwa populasi adalah sekelompok makhluk hidup yang mendiami suatu daerah tertentu.

Menurut Resosoedarmo dkk. (1986), semua komponen komunitas biotik terikat oleh adanya ketergantungan antaranggota-anggotanya sebagai suatu unit. Komunitas biotik ini terdiri atas kelompok-kelompok kecil yang anggota-anggotanya bergabung secara erat satu sama lain, sehingga masing-masing kelompok kecil ini menjadi lebih bersatu. Masingm-masing kelompok kecil dalam komunitas biotik dinamakan populasi. Pada populasi mi mempunyai tingkat organisasi yang lebth tinggi dan pada individu-individu organisme dan merupakan kesatuan yang nyata karena memiliki ciri atau karakteristik unik yang dimiliki populasi dan bukan milik individu dalam populasi (Resosoedarmo dkk., 1986; Irwan, 1992). 

A. Ciri  Populasi
Pada setiap populasi memilik ciri khas yang berbeda-beda. Menurut Gopal dan Bhardwaj (1979), karakteristik yang dimiliki populasi antara lain densitas (kepadatan atau kerapatan), natalitas (angka kelahiran), mortalitas (angka kematian), laju kenaikan populasi, umur dan sex ratio, serta agregasi. Odum (1993) dan Irwan (1992) menyebutkan tentang karakteristik yang dimiliki suatu populasi mencakup kepadatan, natalitas, mortalitas, penyebaran umur, potensi biotik, dispersi (penyebaran), dan bentuk pertumbuhan atau perkembangan. Populasi juga mempunyai karakteristik genetik yang secara langsung berhubungan dengan ekologinya, misalnya sifat adaptif, keserasian reproduktif, dan ketahanan. Selain karakteristik populasi seperti yang telah dikemukakan tersebut, masih ada karakteristik yang sangat penting untuk menyatakan kondisi suatu populasi, yaitu distribusi atau penyebaran intern (Heddy dkk., 1986). Masing-masing karakteristik populasi tersebut diuraikan sebagai berikut.

C. Densitas Populasi

Densitas populasi adalah besarnya populasi dalam suatu unit ruang, yang pada umumnya dinyatakan sebagai jumlah individui-individu dalam setiap unit luas atau volume (Gopal dan Bhardwaj, 1979). Densitas populasi itu disebut juga kerapatan atau kepadatan populasi (Irwan, 1992). Istilah kerapatan lazim digunakan untuk densitas tumbuhan dan binatang, sedangkan istilah kepadatan lazim digunakan untuk densitas manusia. Perubahan yang dimaksud adalah berkurang atau bertambahnya jumlah individu dalam setiap unit luas atau volume. 


Densitas populasi dapat dibedakan atas densitas kasar dan densitas spesifik (Gopal dan Bhardwaj, 1979).

1.  Densitas kasar diukur pada suatu tempat dan waktu tertentu sehingga dinyatakan sebagai jumlah individu organisme per seluruh luas daerah yang dikaji.
2.  Densitas spesifik, yaitu jumlah individu organisme per luas habitat atau jumlah individu organisme per satuan ruang atau tempat yang tersedia dan benar-benar diduduki oleh individu-individu anggota populasi tersebut. Jadi, individu-individu organisme anggota populasi bisa saja menempati hanya pada bagian tertentu yang baik dan total daerah. Densitas spesifik juga disebut densitas ekologi.
Densitas populasi dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungangan ini akibat pengaruh faktor lingkungan, ternyata perubahan densitas Populasi dipengaruhi oleh adanya kelahiran, kematian, emigrasi, dan imigrasi (Gopal dan Bhardwaj, 1979; Resosoedarmo dkk., 1986). 

 D. Natalitas Populasi

Natalitas, yaitu reproduksi individu baru dan suatu populasi (Gopal dan Bhardwaj, 1979). Menurut Odum (1993), natalitas atau angka kelahiran, yaitu kemampuan populasi untuk bertambah. Natalitas ekuivalen dengan angka kelahiran dalam terminologi (peristilahan) pengkajian populasi manusia (demografi). Pada kenyataannya, istilah natalitas memiliki arti yang luas meliputi produksi individu-individu baru organisme yang terjadi baik karena dilahirkan, ditetaskan, ditumbuhkan, ataupun karena pembelahan sel.

Natalitas bervariasi untuk orgarinisme yang berbeda dalam populasi. Banyak spesies serangga mampu meletakkan telurnya dalam jumlah banyak (beberapa ribu telur) pada suatu waktu, sedangkan beberapa spesies ikan dan mamalia hanya memberikan sedikit keturunan pada suatu waktu. Ada di antara tetumbuhan tertentu yang dapat menghasilkan ribuan spora atau beberapa ratus biji. Jumlah maksimum individu baru yang dapat dihasilkan dan tiap induk pada kondisi lingkungan yang ideal disebut natalitas potensial atau natalitas fisiologis. 

Sebagaimana densitas, bahwa natalitas dapat dibedakan atas laju kelahiran kasar dan laju kelahiran spesifik (Gopal dan Bhardwaj, 1979). 
1.  Laju kelahiran kasar, yaitu jumlah kelahiran dalam populasi, misalnya 30 kelahiran per 1.000 induk.
2.  Laju kelahiran spesifik, yaitu kecepatan kelahiran untuk organisme dan umur atau jenis kelamin tertentu.

Natalitas di antara tetumbuhan secara umum berada pada kapasitas reproduktif yang merupakan jumlah individu yang dapat dibesarkan dan masing-masing induk setelah keberhasilan perkecambahannya. 



Buku Referensi :

Indriyanto.2006.Ekologi Hutan. Bumi Aksara. Jakarta.
 


EmoticonEmoticon