Paham Dosa...! Tapi Pilihan Harus "Sukses".

Oleh          : Tri Saleh 
Facebook   : https://www.facebook.com/tri.saleh1?fref=ts
Jangan Aborsi Dong Ah! Masih sempat kulihat kepanikan terpancar mewarnai wajah gagahnya yang berhias padang janggut yang baru tercukur beberapa hari lalu. Ah... Sakit...Sudaaah...!" semua gelap. Perih menggulung perutnya, rahimnya tepatnya, lenyap. bau obat dan harum tubuhnya tercekat dipangkal hidungku.

 Foto : Tri Saleh

Tujuh menit sebelumnya, Tahan ! Uda selesai. Tak lama lagi kamu pasti bisa. "Simpan, itu ku paham Dosa kt perna melewati ini", Itu suara melewati gendang telinganya. Ternyata, semua itu getar semangat yang hadir dari mengalirnya ucapan. Tapi, aku terlalu letih, letih..."mengapa aku? Ini tidak adil Tuhan...! Aku belum mau mati Tuhan, rintih hatiku tenggelam dalam ketakmampuan fisik. Senyap. Gelap.

Tiga hari sebelumnya, " Nikahi aku, honey!" ucap nya lebih sebagai penegasan daripada permintaan. "Perutku makin jadi. kau lihat? Kita tidak bisa menutupinya, honey. Kau harus beranggung jawab. Aku tak ingin membunuh lagi. Kita harus kawin ! " amat sangat kata-katanya meluruhkan egoku.

Gemetar bibirku, ku jawab tidak ! Itu bentuk bujukan. " Honey, sabar yea ney. Kan ku tebus dulu pengorbanan orangtuaku. Usai itu, saya siap ney...! " ucapku dengan tangis membujuk.

Setiap akhir bercinta, katanya. " kenapa nggak di dengar? Aku bilang jangan curah di dalam kalau tidak pakai pengaman " waawww sadis terangnya.

Gugatku ketus, setiap kali aku dengan seenaknya mencari kenikmatan, memang mengerti suda setelah usai ejakulasi berakhir nikmat.

Tanpa memikirkan apa yang pernah terjadi dahul, baru sesal fikir terlintas dengan selalu menghadirkan jawaban yang lumatan. Yea itu aku manusia lelaki.

Sambutnya, aku luruh. " oh lelaki, kenapa kau lakukan itu selalu dan selalu seolah sperma yang kau tumpahkan dalam rahimku adalah makanan yang dapat semaunya kumuntahkan kembali. " Ringisnya dalam hati yang terucap.

STOP..! Aku cinta kamu. Aku cinta karena padamu telah kuberikan garansi kesucian ini. Dan itu dia janin, Yang tidak ku tahu waktu untuk tumbuh dalam rahim mu. Dengan terpaksa salah kuakui, kubarter sebagai pengorbanan masa depan kita berdua menuju kesuksesan. Aku cinta kamu. Pun juga malam ini penuhi keinginanku. Aborsi...! I Love You (Baca Juga Tulisan Tri Saleh : Cuit...cuit...! Lelakai Tersenyum dan Hati Merasa)


EmoticonEmoticon