Pencemaran Lingkungan Sekitar

Pencemaran Lingkungan  Sekitar. Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

Pada dasarnya semua aktifitas manusia baik langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak pada lingkungan sekitar baik dalam kategori positif maupun negatif dan manusia atau mahkluk hiduplah yang menjadi barometer atau tolak ukur dalam peryataan kategori positif dan negatif itu sendiri. Kepadatan penduduk adalah salah satu faktor yang menyebabkan laju perubahan keadaan alam atau lingkungan hidup yang awalnya berada dalam tatanan kestabilan. Disamping kepadatan penduduk, perkembangan teknologi juga turut andil dalam fenomena perubahan lingkungan, namun semua itu baik kepadatan penduduk dan perkembangaan teknologi semua itu merupakan hal yang wajar seiring perkembangan zaman saat ini, oleh sebab itu manusia di tuntut untuk bisa beradaptasi dengan alam atau lingkungan sekitar sebab kitalah yang bergantung pada lingkungan bukan sebaliknya. Kehidupan di era globalisasi saat membentuk pola pikir manusia dalam menilai lingkungan bahkan terlihat sepintas paham Antroposentrisme semakin menyelimuti dan menjadi virus yang menyerang manusia saat ini. 


Paham Antroposentrisme adalah pemikiran manusia yang menganggap bahwa manusia menjadi pusat dialam semesta ini dan alam semesta ini hanya diciptakan Tuhan untuk manusia, Pemahan atau pola pikir seperti inilah yang kemudian menjadikan sebagian manusia menjadi egois dan bertindak semena-mena terhadap lingkungan sekitar.Paham yang kemudian melahirkan tindakan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran tanpa adalah rehabilitasi atau tindakan pemulihan. Meskipun ada itupun belum tentu dilakukan secara optimal. 

Tulisan ini masih membicarakan lingkungan hidup sekitar, meurut hemat penulis suatu bentuk adaptasi terhadap lingkungan yang baik tentunya dimulai daari lingkungan hidup kita sehari-hari sebab bumi yang kita diami ini dalam suatu ekosistem besar yang terbentuk dari sub – sub ekosistem sehingga didunia pendidikan kita sejak duduk di bangku sekolah dasar kita sering mempelajari rantai makanan dan jaring makanan. Keduanya itu memeiliki hubungan ekologi yang kompleks dan sistematis oleh karena itu dampak – dampak positif dari lingkungan pada dasarnya dimulai dari lingkungan kecil sehingga kita semua bisa meminimalisir dampak-dampak dari lingkungan hidup yang imbasnya tetap mengarah kepada kita sebagai manusia. 

Mulailah dari hal-hal yang sangat sederhana yaitu membuang sampah pada tempat sampah kenapa penulis mengatakan pada tempatnya karena kalau mengatakan pada tempatnya takutnya disalah artikan oleh orang lain sebab tempat disini bermacam-macam sesuai keinginan masing-masing hehehe J. Selalu saling mengingatkan satu sama lain tanpa kenal lelah dan bosan sebab persepsi atau polapikir manusia yang sudah menjulang dan mengakar  dimudah untuk diruntuhkan secara singkat semua itu membutuhkan waktu yang relatif lama, lewat selalu saling mengingatkan untuk melakukan hal-hal yang baik terhadap lingkungan sekitar, penulis yakin dan percaya pasti akan ada perubahan pola kehidupan yang mengarah pada rasa cinta akan lingkungan sekitar karena tidak bisa dipungkiri bahwa lingkungan cenderung membentuk karakter daan pola pikir kita sebagai manusia.

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon